
Aku masih memikirkan alasan kenapa menteri Hagrit bisa melakukan ini semua. Apa dia memiliki dendam pribadi dengan keluarga pangeran Deffin.
Bahkan dia tadi berbicara bahwa ayah dan anak sama bodohnya? Perpecahan antara ayah pangeran Deffin dan adiknya, apa ada hubungannya dengan menteri Hagrit? Aku akan menemukan jawaban dari semua itu.
"Lebih baik kita kembali ke kamar.." Ungkap ku seraya berjalan berbalik meninggalkan Neftaza.
"Lo, kok malah ke kamar sih..."
Kesal Neftaza yang mengikuti ku dari belakang.
Aku mengabaikan nya tanpa ingin menjawab pertanyaan darinya. Ku langkahkan kakiku kembali ke kamar dengan tergesa-gesa, aku harus berbicara dengan Neftaza di tempat yang aman. Maka dari itu aku mengajaknya kembali ke kamar.
Sesampainya di kamar ku, aku memaksa Neftaza untuk segera masuk dan memastikan tidak ada siapa pun yang mendengar pembicaraan kami.
Aku menyuruh Neftaza untuk duduk seraya ku pastikan jendela kamar ku terkunci dengan rapat. Aku tidak ingin bawahan menteri Hagrit mengetahui jika kami sudah mendengar pembicaraan nya...
"Lo mau ngomong apaan sih... Sampai harus nutup jendela segala..." Ungkapnya kesal menatap ku.
"Lo juga tau kalau elf bisa loncat terbang..." Ungkapku berbalik menatapnya.
"Gue gak mau bawahan menteri Hagrit tahu kalau kita ngedenger pembicaraan dia di lorong tadi." Ungkapku seraya duduk di kursi.
"Coba kita prediksi jalan cerita sebenarnya..."
Ungkapku dengan serius.
"Hemmm..." Ia hanya berdehem.
"Lo tadi denger kan kalau menteri Hagrit lah yang ngerencanain ini semua, dan Lo juga tau kalau pangeran Deffin dan pangeran Alendra hanya boneka, tapi kita gak tau jelasnya apa alasan menteri Hagrit mau menghancurkan mereka..." Ungkapku panjang lebar.
"Ya,,, Pemikiran gue ini yah, sepertinya menteri Hagrit ada kaitannya dengan masalah perebutan kekuasaan ayah pangeran Deffin dan ayah pangeran Alendra... Kita tadi denger kan kalau menteri Hagrit bilang "Ayah dan anak sama bodohnya..?!!!" Ungkapnya serius.
Aku hanya mengangguk.
"Jika tebakan kita benar tentang ini, fiks... Menteri Hagrit memang sangat berbahaya... Kita harus hati-hati..." Ungkapnya lagi.
Setelah kami menunggu satu jam di kamar, terdengar seseorang membuka pintu kamar ku. Ku tatap pintu yang terbuka dengan hentakan keras, seseorang muncul di sana. Ia berjalan masuk seraya di ikuti oleh seseorang lain di belakangnya.
Kami sangat terkejut, itu bukanlah Hasper maupun Casper, tapi pangeran Deffin beserta kesatria pribadi miliknya yang berada di hadapan kami.
__ADS_1
^^^Ada apa ini...^^^
Ku rasakan tubuhku yang tidak bisa bergerak sedikit pun, bahkan aku sangat kesulitan bernafas begitupun Neftaza, aku masih menatap mereka yang sedang sibuk memeriksa kamarku. Ketika pandangan mataku terarah ke luar pintu aku melihat beberapa kesatria lain menggeledah kamar Hasper dan yang lainnya...
Kembali seseorang datang dengan tubuh Hasper dan Casper yang terlihat kaku berada di depan pintu. Mereka menyihirnya.
Kembali ku arah kan pandangan mata ku ke kesatria yang memeriksa kamar ku, dia menghampiri pangeran Deffin seraya menggeleng kan kepalanya. Sepertinya dia tidak menemukan sesuatu yang mereka cari...
Akhirnya tubuh ku dan tubuh Neftaza bisa bergerak lagi, nafas kami kembali normal...
"Jika kalian tertangkap basah, aku sendiri yang akan membunuh kalian semua..." Ungkap pangeran Deffin pergi meninggalkan kami di ikuti dengan Neftaza.
Di saat itulah tubuh Hasper dan Casper kembali normal, mereka jatuh terduduk. Aku segera menghampiri mereka untuk memeriksa keadaan mereka...
"Apa kalian baik-baik saja Gege?!" Ungkapku menatap mereka yang sedang mengambil nafas seluasnya.
Kembali ku arahkan pandangan mataku ke arah pangeran Deffin dan para kesatria berjalan di ujung lorong, sebelum mereka berbelok ke lorong lain.
Aku segera membantu Hasper untuk berdiri begitupun Neftaza. Kami membawa mereka masuk ke dalam kamar untuk menenangkan tubuh yang terkejut akan sesuatu yang terjadi barusan.
"Apa yang terjadi?!" Ungkap Neftaza bingung seraya memberikan air minum kepada Hasper dan Casper.
Ku tatap tubuh Hasper dan Casper yang masih sedikit gemetaran. Keringat bercucuran di dahi mereka, sesekali mereka mengusapnya dengan lengannya.
"Saat kami pergi ke lorong sebelah barat, kami tak sengaja melihat seseorang masuk ke dalam sebuah ruangan dengan mengendap-endap..." Ungkap Casper berhenti menarik nafasnya yang masih tersengal-sengal.
"Terus kami mengikutinya masuk ke dalam ruangan. Ketika kami melihat sekeliling ternyata ruangan itu adalah tempat penyimpanan benda-benda terlarang..." Sambung nya...
"Maksud Gege?!" Ungkap Neftaza sedikit bingung.
"Terlarang untuk kita, kecuali keluarga pangeran Deffin..." Tukas Hasper.
"Lalu kenapa kalian bisa tertangkap?!" Ungkapku penasaran.
"Kami di jebak..." Ungkap mereka dengan raut wajah marah.
"Di jebak?!" Ungkapku bingung.
"Ketika kami baru saja masuk, pangeran Deffin dan para menteri beserta kesatria nya masuk ke dalam ruangan mengepung kami..." Ungkap Casper.
Hasper berdiri berjalan ke arah jendela, ia membuka nya.
__ADS_1
"Mereka menuduh kami mencuri sesuatu,,," Sambung Hasper.
"Sekarang mereka mencurigai kita..." Ungkap Hasper menoleh ke arah kami.
"Sepertinya menteri Hagrit yang menjebak kita." Ungkap Neftaza berpikir seraya berdiri.
Sepertinya memang menteri Hagrit yang menjebak kita, tapi alasan nya apa? Apakah dia mengetahui jika kami sudah mendengar bahwa dalang dari balik ini semua adalah dia?
Tapi itu terlalu cepat, kurang dari satu jam dia bisa merencanakan ini semua. Dia memang elf yang sangat berbahaya.
"Sekarang kita harus berhati-hati..." Ungkapku menatap mereka.
Mereka mengangguk mengerti.
"Apa kalian mengetahui sesuatu?!" Ucap Casper yang menatap ku dan Neftaza bergantian.
"Jika kami tidak salah tebak, dalang di balik ini semua adalah menteri Hagrit... Dia tidak mau kita menjadi penghalang untuk rencananya..." Ungkapku menjawab.
"Bahkan, kami baru saja mengetahui itu semua satu jam lalu..." Ungkap Neftaza menyetujui.
"Kita benar-benar tidak bisa meremehkan mereka..." Ungkap Hasper dengan tatapan tajam.
"Lalu apa rencana kita selanjutnya?!"
Aku hanya bisa mengandalkan mereka untuk hal ini, jika kami pergi begitu saja itu mungkin ada dua kemungkinan, mereka akan melepaskan kami begitu saja atau membunuh kami.
"Lebih baik kita jangan bertindak apapun... Ketika semua sudah mulai membaik, kita akan membuat keadaan menjadi Boomerang bagi menteri Hagrit, kita akan menghancurkan nya..." Ungkap Hasper serius.
Dia memang pangeran kerajaan Rosewaltz yang terkenal akan sikapnya yang dingin.
"Ku rasa, sekarang kita akan selalu di awasi oleh mereka... Kita semua harus berhati-hati... Jangan sampai terjebak untuk kedua kalinya." Ungkap Casper tegas.
Aku dan Neftaza hanya saling memandang sebelum mengangguk menyetujui perkataan mereka. Aku harap takdir berpihak kepada kami.
Mereka bertiga meninggalkan ku sendirian di kamar, aku menatap lekat keluar jendela dengan kegelapan yang masih melekat di sana.
-
-
-
__ADS_1
Jangan lupa like vote dan komen yah...
❤❤❤