
Darren bergerak turun dan menoleh kembali ke arah kami sesampainya kaki nya di tanah.
"Tunggu aku...!!!" Ungkap nya seraya berbalik pergi masuk ke dalam rumah besar itu dengan sedikit berlari.
Ku tatap sekeliling rumah itu yang tampak sangat mewah namun klasik dengan beberapa dekorasi persis seperti salah satu rumah di ujung jalan pusat kota kerajaan Rosewaltz.
Tampak beberapa orang berpakaian serba hitam berada di sekitar rumah itu dengan dua penjaga berada di kedua sisi pintu utama menyambut kedatangan Darren dengan sedikit membungkuk, kemudian salah satu dari penjaga itu membuka pintu dengan segera.
Darren masuk dengan cepat ke dalam ruangan seperti ingin mengambil sesuatu. Kembali ku tatap beberapa orang berpakaian hitam membawa beberapa kuda yang berjalan ke arah kami dari samping kanan rumah itu...
"Apa kita akan menunggangi kuda?" Ucap Gazelle yang di angguki oleh Cristaldy.
"Kita akan mulai hari ini, perhatikan tingkah laku kalian ok..." Ucap Hasper menatap kami bergantian dengan tatapan serius nya.
Ia beranjak bergerak turun dari kereta kuda seraya pandangan mata nya menatap ke sekitar sebelum ia berjalan ke arah salah satu kuda jantan berwarna hitam pekat yang berada di depan pintu gerbang.
"Harus kah aku menarik kalian para putri?" Ucap Darren yang beranjak turun dari kereta kuda menatap ke arah kami bergantian.
"Tidak, kami akan turun sendiri..." Ucap ku seraya menatap yang lain.
Mentari sudah terbit beberapa waktu lalu, ku pastikan jika sekarang semua orang sedang sibuk beraktivitas masing-masing.
Aku menatap salah satu kuda yang menarik perhatian ku, aku menatap kedua mata nya yang seakan-akan seperti ingin memberitahukan sesuatu kepada ku.
"Aku memilih kuda itu..." Ucap ku kepada orang yang berpakaian hitam itu yang hampir berjalan ke arah Esmeralda.
Penjaga itu berhenti seraya memberikan tali kuda nya kepada ku.
"Terimakasih..." Ungkap ku menerima tali kuda itu dengan tersenyum.
"Sekarang kau akan menjadi kuda ku..." Ucap ku mengelus kepala nya.
Kuda yang ku pilih memiliki warna hitam berjenis kelamin jantan, ternyata semua kuda yang di berikan kepada kami adalah kuda jantan yang sangat tangguh.
Ku tatap Darren dan Cristaldy yang sedang sibuk mengambil beberapa barang bawaan yang akan ia letakkan di punggung kuda begitupun yang lain nya.
Ku arah kan pandangan mata ku menatap Neftaza yang sedang terdiam mematung melihat ke arah belakang kereta kuda yang tadi kami tumpangi. Aku mengikuti arah mata nya yang menatap ke sebuah rumah yang berada di sisi jalan sebelah kiri dari hadapan ku.
Aku bisa melihat seorang anak kecil yang menatap ku di tempat keramaian tadi berada di sana sedang berdiri dengan serius menatap ke arah kami.
Ternyata bukan hanya aku yang merasakan keanehan kepada anak kecil itu, tapi Neftaza juga.
__ADS_1
Aku berjalan ke arah Neftaza seraya meminta penjaga untuk menjaga kuda ku.
"Nef..." Ucap ku yang membuat nya terkejut, ia menoleh menatap ku.
"Apa yang Lo lihat?"
"Anak kecil itu... Dari tadi dia ngeliatin kita..." Ucap nya penuh curiga.
"Lo tau?"
"Hemmm..." Ia mengangguk.
"Abaikan saja, mungkin dia hanya anak yang iseng doang..."
Aku kembali berjalan ke arah kuda ku dengan pandangan mata ku menatap ke dalam rumah, terlihat Darren keluar dari rumah itu tanpa membawa apapun di kedua tangan nya hanya ada pedang yang memang selalu ia bawa di pinggangnya seperti pangeran yang lain nya.
Ku tatap Hasper yang menunggangi kuda nya berada di urutan paling depan, ia menoleh menatap kami seraya memberikan isyarat kepada kami.
Aku menunggangi kuda ku dengan cepat, seraya mengikuti mereka yang sudah mulai bergerak berjalan ke arah hutan.
Cukup lama kami menunggangi kuda masuk ke dalam hutan dalam keadaan diam tak bersuara sedikit pun. Ternyata mereka memang benar-benar menjaga perilaku mereka walaupun dalam keadaan sepi seperti ini.
Bukankah ini sangat membosan kan?
"Apa kau tak pernah mendengar, dia adalah pangeran racun..." Ucap Esmeralda dengan suara nya yang cukup keras.
"Benarkah?" Ucap Hazel yang tiba-tiba terbang di hadapan kami dari arah tas yang di bawa Casper.
"Aku hanya bisa meracik beberapa racun dan obat..." Ucap Darren menatap Hasper begitu pun yang berada di belakang ku.
"Aku akan membantu mu, aku bisa membuat racun maupun obat... Ah, aku sangat merindukan kegiatan itu..." Ucap Hazel yang terbang kembali ke arah Casper dan masuk ke dalam tas nya. Oh tidak, ia kembali terbang ke arah Casper dan duduk di atas pundak sebelah kanan nya.
"Bukan kah kau bisa membuat beberapa racun Casper?" Ucap Hazel yang berbisik namun masih terdengar oleh ku.
Casper hanya melirik ke arah Hazel.
"Kau guru nya..." Ucap Casper kembali menatap ke arah depan.
"Aku percaya padamu..." Ucap Hazel yang terduduk manis.
Ku tatap Neftaza yang hanya terdiam fokus menunggangi kuda nya tanpa mengeluarkan sepatah kata apapun semenjak kami berjalan menunggangi kuda.
Ada apa dengan nya?
__ADS_1
Ku gerakkan kuda ku mendekati Neftaza dengan berjalan di samping kiri nya.
"Ada masalah?"
Ia hanya menoleh menatap ku.
"Ada apa?"
"Gue masih kepikiran tentang anak kecil tadi..."
"Apaan sih? Udah gue bilang, dia cuma iseng..."
"Tapi tetap aja, gue masih kepikiran..."
"Jujur nih gue juga, tapi lebih baik abaikan daripada kita harus berpikir dua kali..."
"Ok deh boss..."
Ucap nya menoleh tersenyum ke arah ku seraya menunjukkan tanda ok dengan tangan kanan nya.
Semakin lama kami berjalan, semakin jauh pula kami mendekati perbatasan kerajaan Switzerland dengan kerajaan Neverlanz. Namun sesekali kami berhenti untuk beristirahat seperti saat ini.
Kami berhenti di sebuah sungai yang cukup jernih dengan kuda-kuda, kami biarkan untuk minum atau memakan rumput di samping kiri kami.
Aku duduk di atas bebatuan seraya merendam kaki ku ke dalam air sekedar menyegarkan tubuh ku yang begitu kelelahan dan mengantuk.
Ku tatap aliran air yang bisa memantulkan wajah ku seperti sebuah cermin, tanpa sengaja aku melihat sebuah bayangan melintas dari air tersebut.
Ketika ku gerakkan kepala ku menatap ke atas aku melihat sesuatu terbang ke arah pusat kerajaan Darfaxa, aku beranjak berdiri untuk memeriksa apa yang terbang dengan teropong ku yang membuat mereka semua melihat ku.
"Apa yang kau lihat?" Ucap Casper yang berada di samping kiri ku.
"Lihat lah..." Ucap ku seraya memberikan teropong ku.
"Sialan..." Ucap nya marah seraya memberikan teropong nya kepada ku.
"Ada apa?" Ucap Gazelle yang terlihat penasaran.
_
_
_
__ADS_1
❤❤❤