
"Aku akan pergi bersama nya." Balas Hazel yang terbang mendekat ke arah ku.
"Ingat ini, jika sesuatu terjadi. Maksud ku jika aku tak kembali dalam satu hari, kalian harus keluar dari kerajaan Zephyra dan kembali ke mansion utama dengan segera."
"Hindari apapun yang mencurigakan."
"Kau bisa menggunakan make up untuk mu keluar dari kerajaan Zephyra dengan tenang putri..." Jelas ku lagi.
"Bisakah kau tak gegabah seperti itu putri?" Ucap Crystaldy yang baru saja membuka pintu ruangan itu, ia keluar berjalan ke arah ku dengan rambut yang masih basah.
"Kau tau, aku lebih suka melakukan sesuatu dengan cepat. Aku tak ingin sesuatu menjadi salah karena keterlambatan."
"Baiklah jika itu yang ingin kau lakukan putri, seperti yang kau katakan kami akan kembali ke mansion utama sehari setelah kau tak kembali." Ucap nya menatap ku lekat.
"Setelah aku berhasil menemukan tuan Fegis, aku berencana untuk kembali ke kerajaan Rosewaltz. Kita tau dampak dari peperangan antara kekaisaran dengan kerajaan Everlatz akan sampai ke kerajaan kita masing-masing. Jika itu terjadi, bukan kah kita harus bergerak walau semua nya membahayakan kita?"
"Kalah kan roh kegelapan itu, kau tau cara nya bukan? Aku telah mengajari mu." Ucap Hazel tegas.
"Kapan kau mengajari nya?" Ucap ku bingung.
"Saat kau mandi." Jawab Hazel.
"Baiklah putri, kami mengerti. Beberapa hari lagi kami akan kembali ke kerajaan Zagaf dengan segera."
"Tapi Gege..." Ucap Esmeralda berhenti.
"Sepertinya peperangan besar akan sulit terhindar putri..." Ucap ku tersenyum.
___________
Keindahan taburan bintang di langit malam telah pasti tersimpan dengan baik di memori ku, di mulai dari ufuk barat, timur, utara hingga selatan. Mereka sesuatu yang sangat padu.
Ketika aku melihat bintang-bintang di langit malam aku mengerti kenapa manusia begitu terhipnotis oleh keindahannya. Konstelasi yang megah, sinar yang memukau hati serta misterinya memikat manusia selama berabad-abad. Aku menyukainya.
Mataku menerawang kembali teringat oleh kisah ku dan Andira yang begitu menantang. Bukankah itu terlalu kejam? Di kehidupan masa depan kami, kami hanya menjalani kehidupan yang sangat mewah jauh dari peperangan yang membahayakan nyawa manusia.
__ADS_1
Tapi sekarang? Kami harus berjuang mencegah peperangan itu agar tak terjadi, namun sepertinya peperangan itu akan sulit di cegah tanpa bunga mawar api hitam yang menjadi sumber kekuatan para penyihir? Haha entah lah, musim dingin sebentar lagi tiba. Aku akan mengakhiri itu semua dengan cepat.
Aku menoleh menatap ke arah Crystaldy dan Esmeralda yang berdiri menatap ku dengan diam.
"Heiii... Apa yang kalian berdua lakukan? Ini bukan perpisahan yang menyedih kan bukan? Kita akan bertemu lagi suatu saat nanti..." Teriak ku mencoba menghibur diri ku sendiri dan mereka berdua.
"Kau terlalu berlebihan Neftaza..." Ucap Hazel di telinga ku.
"Bodo amat." Ucap ku pelan.
"Kalian tau aku, aku bisa melakukan apapun." Ucap ku lagi.
"Berhati-hatilah..." Ucap Crystaldy.
"Jaga dirimu baik-baik putri..." Ucap Esmeralda yang berjalan mendekati ku, ia memeluk ku untuk beberapa saat.
"Ehhh... Tenang..." Ucap ku sedikit canggung. Ia melepaskan pelukan nya seraya tampak raut wajah nya yang hampir menangis.
"Lebay banget nih anak..."
Aku berbalik melangkah kan kaki ku berjalan ke arah pintu itu, ku raih gagang pintu yang berwarna emas seraya ku buka pintu itu menggunakan lengan kiri ku.
Keluar aku dari kamar penginapan, tampak beberapa orang berlalu lalang di luar ruangan. Aku berjalan dengan perlahan ke arah pintu luar penginapan, aku berjalan ke arah kuda ku yang masih terikat di tempat kami mengikat nya pagi tadi.
Ku tunggangi kuda ku dengan perlahan membentang keramaian kota kerajaan Zephyra yang terlihat asing oleh ku, sesekali aku memandangi aktivitas mereka yang sibuk melakukan kegiatan yang mereka lakukan.
"Apa kau tak takut Nefta?" Ucap Hazel yang bersembunyi di kantong pakaian ku.
"Diam lah..." Balas ku.
Setelah beberapa waktu melewati kota itu, sampai lah aku di depan sebuah gerbang pintu dengan dua kesatria penjaga yang membawa tombak di setiap tangan kanan mereka.
Aku menatap ke arah gerbang pintu yang sangat besar di hadapan ku, aku tidak bisa melihat sebesar apa istana kerajaan Zephyra yang tidak terkenal wow seperti kerajaan Rosewaltz.
"Apa yang akan kau lakukan?" Ucap Hazel, yang juga menatap ke arah gerbang pintu itu.
__ADS_1
"Bukan gue, tapi Lo..." Jawab ku menatap ke arah nya, ia menatap ku dengan mengernyitkan dahi nya bingung sedetik kemudian ia tampak terlihat kesal.
"Nefta, tunggu lah aku di tempat yang aman untuk mu... Beri aku waktu beberapa menit." Ucap nya, seraya terbang ia ke arah atas gerbang itu.
"Semoga berhasil..." Ucap ku, seraya ku tarik tali kekang kuda ku untuk menjauh dari tempat itu. Aku berhenti di depan sebuah kedai makanan seraya ku ikat kan kuda ku di tiang yang ada di samping depan kedai itu.
Berjalan aku masuk ke dalam rumah makan itu dengan pandangan mata ku tak luput menatap ke sekitar dengan waspada. Berhenti aku di depan sebuah meja yang berada di sudut ruangan, duduk aku seraya ku arah kan pandangan mata ku menatap ke sekitar.
"Bawakan aku makanan..." Ucap ku datar kepada pelayan yang datang mendekat ke arah ku.
"Baik tuan..." Ucap nya seraya berbalik pergi meninggalkan ku.
Setelah menunggu beberapa saat, pelayan tadi membawakan beberapa makanan yang sangat sederhana di atas meja depan ku.
"Apa kau mendengar sesuatu tentang kerajaan Everlatz?" Ucap ku pelan kepada pelayan itu.
"Maaf tuan, aku tidak mengetahui apapun." Ucap nya menunduk, seraya mundur ia menjauhi ku.
"Terimakasih..." Ucap ku, ia menunduk kan kepala nya seraya pergi ia dari tempat nya berdiri tadi.
Pandangan ku teralihkan oleh seseorang yang ku kenal. Aku menatap nya dengan kebingungan ketika ia menatap ku sekilas, namun setelah nya ia seperti tak mengenal ku.
Keluar ia dari tempat ini, aku meletakkan beberapa keping emas di atas meja seraya beranjak berdiri aku mengikuti diri nya yang hampir tak terlihat oleh ku.
Ku raih tali kekang kuda ku, seraya ku tarik kuda ku dengan sedikit tergesa-gesa mengikuti diri nya yang berjalan ke arah sebuah gang jalan yang sedikit sempit dan sepi.
Aku berhenti ketika ia berhenti, menoleh ia ke arah ku dengan tatapan nya mengarah ke arah sekitar dengan waspada.
_
_
_
❤️❤️❤️
__ADS_1