
Ku langkahkan kakiku mengikuti Neftaza yang bergerak dengan cepat, api semangat tumbuh di hatinya.
Kami bersembunyi-sembunyi untuk dapat masuk ke dalam istana tanpa ketahuan oleh kesatria penjaga.
Kami berhasil masuk di bagian depan gerbang istana, sesekali aku menoleh ke belakang, sangat tinggi. Bagaimana bisa dia membangun istana di atas tebing setinggi ini? Apa ia tidak takut istananya ambruk yah?
Kami tidak mungkin melewati gerbang istana karena di sana ada dua kesatria penjaga yang memiliki badan tinggi besar dengan sebuah tombak di tangannya.
Aku dan Neftaza mengendap-endap ke bagian tembok pagar yang sangat tinggi. Kami melihat sebuah pohon tumbuh di dekat tembok pagar itu. Kami memanjat nya agar bisa mencapai pagar.
Kami melihat sekeliling tempat itu, namun tempat itu terlihat sepi karena kami berada di halaman istana dengan rumput-rumput hijau yang tumbuh banyak di sana.
Kami turun tanpa mengurangi kewaspadaan kami.
"Tempat ini besar banget... Kita bakal bingung ini mah..." Ucap Neftaza hilang semangat.
"Haha... Nikmati lah..." Ungkapku tertawa mengejeknya.
Kami berlari agar lebih dekat dengan istana, namun penjagaan di sini sangatlah ketat...
Kami sangat bingung untuk masuk darimana bahkan kami tidak mengetahui situasi yang ada di dalam.
Tujuan kami adalah untuk bertemu dengan pangeran Alendra, pasti dia berada di salah satu kamar di lantai paling atas. Ketika kami melihat bangunan istana ini.
"Astaga... Tinggi banget ini mah..." Ungkap Neftaza terheran-heran.
"Mau manjat?!" Ungkapku menatapnya.
Ku tatap jam tanganku, sekarang menunjukkan pukul delapan malam lewat sepuluh menit. Perjalanan kami ke sini membutuhkan waktu dua jam? Gila, gak kerasa kalau kami berlari selama itu.
Kami berjalan menyusuri bagian halaman istana, kami melihat sebuah pintu masuk ke dalam. Kami masuk dengan perlahan untuk mengecek apa yang ada di sana. Kami menaiki tangga dan membuka sebuah pintu, tampak di sana kami melihat salah satu ruangan yang ada di dalam istana.
"Wah... Beruntung nya kita..." Ungkap Neftaza memperhatikan sekitar.
Tiba-tiba ada dua orang kesatria sedang berjalan di sana, kami bersembunyi di balik pintu.
"Mereka sudah pergi..." Ungkapku mengintip dari celah pintu.
"Kita harus ke lantai atas... Lihatlah tangga itu, tangga itu menuju ke lantai atas... Kita harus bergerak dengan cepat..." Ungkap Neftaza membuka pintu.
Ku langkahkan kaki ku mengikuti Neftaza, ia bergerak dengan berhati-hati namun cepat. Sesekali kami harus berhenti bergerak agar tidak menimbulkan suara karena di bawah kami ada kesatria penjaga sedang berkeliling.
Kami masuk ke dalam sebuah ruangan sebelum pergi ke tangga selanjutnya...
"Kenapa terlalu banyak tangga sih? Kan kaki gue jadi capek..." Keluh Neftaza.
__ADS_1
Saat kamu ingin melangkahkan kaki, kami mendengar seseorang sedang berjalan ke arah kami. Kami bersembunyi di balik ruangan. Aku menatap siapa yang sedang berjalan. Itu adalah putri menteri Hagrit yang sedang bersama kesatria lain.
Aku memotretnya dan mengirim ke Casper. Agar itu menjadi bukti bahwa Ervada sedang baik-baik saja di sini, tidak di culik untuk di siksa.
"Siapa kalian?!" Kami sangat terkejut karena lupa bahwa kami sedang bersembunyi di ruangan yang entah ada penghuninya atau tidak.
Kami berbalik dan menatap yang berbicara. Itu adalah pangeran Alendra.
"Tunggu,,, kami tidak berniat jahat..." Ungkapku memastikan nya agar ia tak menyerang kami.
"Kami di sini untuk menyampaikan sesuatu kepada anda pangeran..." Ungkap Neftaza seraya mendekat.
"Jangan mendekat atau ku bunuh kalian..." Ungkapnya tajam.
"Kenapa dia galak banget sih?!" Ungkap Neftaza kesal.
"Pangeran, kami di sini ingin memberi informasi tentang dalang dari permasalahan pangeran dengan pangeran Deffin." Ungkapku membuat pangeran Alendra menatap ku.
"Apa maksudmu?!" Ucapnya masih waspada.
Neftaza mengeluarkan handphone nya, dan memutar video tentang menteri Hagrit yang sedang berbicara dengan rekannya waktu itu.
Kami tidak bodoh untuk menyia-nyiakan kesempatan emas.
"Benda apa itu?!" Ucapnya penuh curiga.
Pangeran Alendra melihat dan mendengarkan pembicaraan menteri Hagrit, ia sangat marah dan segera pergi mencari Ervada. Namun di cegah oleh Neftaza.
"Jangan sekarang pangeran..." Ungkap Neftaza menatap lekat pangeran Alendra.
"Ternyata selama ini kamu di permainkan oleh mereka..." Ungkap pangeran Alendra geram.
"Apa anda tidak ingin mempersilahkan kami untuk duduk?!" Ucap Neftaza tanpa memperdulikan jawaban dari pangeran Albert. Ia langsung duduk di kursi yang ada di sana.
Ini adalah kamar pangeran Alendra yang cukup besar, sangat klasik. Kenapa kamar dia berada di sini? Berarti perkiraan kami sangat salah. Beruntung lah kami bersembunyi di sini tadi, kalau tidak sia-sia lah perjuangan kami.
"Maafkan kelakuan saudara ku pangeran..." Ungkapku sopan kepada nya.
Aku terduduk mengikuti Neftaza.
"Siapa kalian sebenarnya? Kenapa kalian bisa mengetahui tentang permasalahan kami?!" Ungkap pangeran Alendra penasaran.
"Kalian bukan lah bangsa Elf..." Ungkapnya lagi.
"Ya benar, kami adalah manusia, pangeran... Sebenarnya kami berasal dari benua berbeda, kami berada di benua ini untuk mencari sesuatu tapi di dalam perjalanan kami di culik oleh sekumpulan Orc dan terluka..." Ungkapku menjelaskan.
__ADS_1
"Ternyata kami di tolong oleh pangeran Deffin dan di bawa ke istananya, kami berniat untuk membalas Budi membantunya mencari kekasih nya yaitu Ervada. Tapi sebelum kami membantu nya kami ingin menyelidikinya, dan di saat itulah kami mengetahui jika ini hanya settingan belaka. Maksudku hanya permainan menteri Hagrit."
Neftaza hanya mengangguk membenarkan.
"Bahkan jika kami tebak, masalah tentang ayah pangeran dan ayah pangeran Deffin adalah perbuatan menteri Hagrit pangeran..."Ungkap Neftaza.
Pangeran Alendra hanya berpikir memikirkan perkataan kami.
"Jika memang seperti itu, maka kami sangatlah bodoh karena mudah di tipu olehnya." Geram pangeran Alendra.
"Apa pangeran benar-benar mencintai Ervada?!" Ucap ku penasaran.
"Aku sangat mencintai nya, ia meminta ku untuk menjemput nya dari istana Deffin tapi aku tak mengira jika Deffin mengira aku menculiknya..." Ucap pangeran Alendra.
"Lalu apa yang bawahan pangeran lakukan?" Ungkap Neftaza penasaran.
"Kami sering melakukan itu untuk waspada..." Ungkapnya menatapku.
Pantaslah aku sering melihat mereka mengintai tanpa menyebabkan permasalahan.
"Kami akan membantu kalian pangeran, tenang saja..." Ungkap Neftaza santai.
"Btw, apa pangeran masih mencintai Ervada setelah mengetahui ini semua?!" Ucapku penasaran.
"Tidak,,, aku tidak ingin bersama dengannya lagi." Ungkapnya marah.
"Padahal udah pernah tidur bersama..." Ungkap Neftaza asal ceplos membuat pangeran Alendra melirik ke arahnya.
Pandangan itu membuatku yakin bahwa itu adalah kebenaran.
"Aku hanya bercanda pangeran." Ungkap Neftaza mengalihkan pandangan matanya.
"Aku memang mencintainya, tapi aku tidak pernah tidur dengannya..." Ungkap pangeran Alendra tajam kepada Neftaza.
Kami menoleh menatapnya.
"Benarkah?!" Ungkap kami bersamaan.
Kami hanya mendapat tatapan tajam darinya.
"Kami percaya padamu pangeran..."
Dia jujur.
-
-
Jangan lupa like vote dan komen yah...
__ADS_1
❤❤❤