TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 158


__ADS_3

Hak... Hak... Hak...


Kuda kami melaju dengan cepat membentang hutan dengan cuaca yang lumayan gelap. Aku memfokuskan pandangan mata ku menatap lurus ke depan dengan kuda yang ku tanggangi melaju dengan cepat ke arah selatan hutan.


Hak... Hak... Hak...


Terdengar suara Hasper yang menunggangi kuda dengan cepat di depan ku. Ku tatap ia yang sedang fokus menatap sekitar dengan memakai jubah berwarna hitam pekat yang menutupi tubuh nya. Sesekali aku melihat nya menoleh ke belakang.Ku tarik tali kuda ku dengan cepat mengikuti Hasper dan yang lain.


Kami sudah menempuh perjalanan selama kurang lebih dua jam, sekarang kami beristirahat di bawah pohon besar yang berada di pinggir sungai. Kami memberi minum kuda kami yang terlihat sangat kehausan.


Cuaca saat ini masih sama seperti pagi tadi, matahari tidak lah muncul namun awan gelap mulai terlihat sangat pekat.


"Kita akan melanjutkan perjalanan nya lagi." Ucap Hasper, di angguki oleh Venan dan yang lain nya.


Sekitar tiga puluh menit, kami baru melihat sebuah Padang rumput yang terlihat sangat luas di hadapan ku. Dari kejauhan aku bisa melihat bang Andara dan beberapa orang lain berada tak jauh dari tempat kami berhenti.


"Kita akan ke sana..." Ucap ku menatap mereka semua.


Kami kembali bergerak mendekati bang Andara yang baru saja menghentakkan kaki nya di atas tanah. Aku melakukan hal yang sama begitupun yang lain.


"Tempat yang tepat bukan?" Ucap bang Andara menoleh menatap ku, aku hanya menatap wajah nya yang masih mengenakan topeng nya.


"Ya... Sangat luas..." Ucap ku tersenyum.


"Pejamkan lah mata kalian..." Ucap ku menoleh ke arah mereka semua.


"Dengarkan perintah nya..." Ucap bang Andara tegas ke beberapa orang yang datang bersama nya.


"Nef..." Panggil ku, ia berjalan ke arah ku dengan tersenyum.


"Mansion mana yang bakal kita pilih?" Ucap nya berjalan ke arah ku.


"Lihat ini..." Ucap ku.


"Lumayan..." Ucap nya.


"Ok."


Kami berdua berjalan beberapa langkah ke depan, dengan cepat aku mengeluarkan sebuah mansion yang cukup besar di ruang dimensi ku. Itu sangat membutuh kan energi.



"Ahhh istana ku..." Teriak Neftaza saat melihat sebuah mansion sudah berdiri di hadapan nya.


"Btw, Lo nyolong dimana?" Ucap nya menatap ku dengan tatapan aneh.


"Entah... Gue lupa..." Ucap ku tanpa rasa bersalah.

__ADS_1


Ku langkah kan kaki ku berjalan ke arah mereka semua yang masih setia memejam kan mata nya.


"Lihat lah..." Ucap ku tersenyum, saat satu persatu dari mereka membuka mata nya dengan tatapan terkejut.


"Wow...." Ucap Gazelle dan Esmeralda bersamaan.


"Ini terlalu mewah daripada istana kerajaan." Ucap Crystaldy kagum.


"Apa kau bisa menggunakan sihir putri?" Ucap Venan menatap ku tak percaya.


"Bisakah sihir melakukan itu?" Ucap Verdy menimpali.


"Anggap saja seperti itu..." Ucap ku, seraya berjalan ke arah bang Andara yang masih tak mengerti.


"Bagaimana kau bisa melakukan itu Dira?" Ucap nya masih terkejut.


"Apa kau tak tahu kedua adik mu sangat pintar?" Ucap ku meremehkan nya.


"Ya karena dia sibuk kerja.." Ucap Neftaza yang tiba-tiba berdiri di samping kanan tubuh ku.


"Lebih baik kita segera masuk deh..." Ucap nya lagi.


Pandangan mata ku teralihkan ke salah seorang yang berada di rombongan bang Andara, ia menatap ku dengan intens. Laki-laki itu memakai cadar sehingga aku tak bisa melihat nya dengan cukup jelas.


Aku mengabaikan nya, seraya masuk ke dalam mansion mengikuti Neftaza yang sudah berjalan terlebih dahulu.


"Sangking terkejut nya, Abang sampai lupa..." Ucap nya tersenyum.


Ia berhenti, tampak ia memejamkan mata, bibirnya terlihat mengucap kan sebuah mantra. Tak lama setelah nya, tampak lah sebuah sihir yang transparan berwarna putih mengelilingi rumah ku.


"Rumah mu terlalu besar, energi ku cukup terkuras..." Ucap nya menghela nafas.


"Abang kan tau, aku suka rumah yang besar..." Ucap ku tanpa merasa bersalah.


Kami kembali berjalan masuk ke dalam rumah, sedang kan mereka semua sudah berada di dalam dengan pandangan mereka masih belum mengerti tentang apa yang berada di hadapan nya.



"Aku paham." Gumam ku tersenyum menatap mereka yang masih terkagum akan apa yang mereka lihat.


"Aku akan ke atas, kalian boleh memilih ingin tidur di kamar mana." Ucap ku menoleh menatap mereka semua.


Ku langkah kan kaki ku menaiki anak tangga yang berada di sudut ruangan utama, aku berjalan dengan perlahan seraya tangan ku menyentuh pinggir tangga dengan halus.


Ku cium aroma rumah yang sebenarnya, aku merasakan sesuatu yang sudah lama tak ku rasakan.


Saat diri ku sudah berada di lantai dua, aku masuk ke dalam sebuah kamar yang tepat berada di sebelah kanan ku, itu adalah kamar yang paling besar di lantai dua ini.

__ADS_1


Aku berjalan ke arah kamar itu dengan senyuman cerah, aku membuka pintu nya tak lupa aku menutup kembali.



"Wow..." Teriak ku, seraya aku berlari ke arah tempat tidur yang sangat besar, king size di kamar itu.


"Ahhh... Nyaman nya..." Ucap ku seraya ku elus-elus kasur ku dengan nyaman.


Ku pejam kan mata ku perlahan, seraya ku hirup udara yang harum di hidung ku dengan perasaan yang cukup nyaman menyapa.


Aku kembali membuka mata ku ketika aku tiba-tiba memikirkan masalah lain.


"Aku tau, hari ini aku merasa sangat senang, entah esok atau kapan ke sengsaraan akan menghampiri ku dengan sendiri nya..." Ucap ku mengerti.


"Zu, bagaimana kabar mu?"


"Aku baik-baik saja my lord, kau terlihat sangat senang."


"Tentu saja. Bagaimana kekuatan mu?"


"Tenang my lord, kekuatan ku sudah bisa menghancurkan kaisar Bleferald."


"Benarkah? Bagaimana jika kita langsung menyerang mereka dengan kekuatan mu, tanpa bunga mawar api hitam itu."


"Tidak. Aku tak akan bisa mengalah kan sihir hitam sendirian my lord, sihir hitam adalah sihir yang terlarang untuk kami para naga. Kecuali bangsa mereka yang memang sudah terlahir memiliki sihir hitam."


"Haha... Ternyata kau takut juga."


"Jadi, naga kaisar memang sudah terlahir memiliki sihir hitam?"


"Yah bisa kau tebak ketika kalian para pangeran dan putri berada di alam naga tersebut, berarti ia sangat kuat, apalagi jika penyihir membantu nya..."


"Ah pantas saja waktu itu kau tidak bisa membantu kami dengan maksimal..."


"Apa kau tau my lord, jika aku terbunuh oleh bangsa mereka... Mereka akan menjadi semakin kuat karena sihir mereka bisa mengambil sesuatu yang berada di dalam tubuh ku."


"Jika seperti itu, kau harus terus memperkuat diri bukan?"


"Ya my lord, aku akan memperkuat diri ku dengan cepat..."


_


_


_


❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2