
Aku, Neftaza dan mereka yang tinggal di rumah menatap kepergian Bang Andara dan Hasper dkk, dengan kedua nya bergerak di arah yang berbeda.
Bang Andara dan pengikutnya pergi ke arah Utara dengan beberapa barang bawaan di atas kuda mereka, begitupun dengan Hasper dkk mereka membawa beberapa perlengkapan di atas kuda masing-masing namun bergerak ke arah sebalik nya.
"Kami akan menunggu kalian." Teriak Neftaza ketika kedua nya sudah semakin jauh dari Padang rumput yang ada di hadapan kami.
"Bukan kah pelatihan kalian akan di mulai sekarang?" Ucap Hazel yang terbang melintas di hadapan kami.
"Maksud mu?" Ucap Neftaza, ia melupakan sesuatu.
"Apa kau kira kalian akan bersenang-senang tanpa melakukan sesuatu?" Ucap Hazel sinis, ia menatap kami bergantian dengan tatapan yang begitu dingin.
"Termasuk kalian berdua, putri Gazelle dan putri Esmeralda yang terhormat..." Ucap Hazel menatap kedua nya.
Mereka berdua terdiam namun setelah nya mereka mengangguk.
"Kami berdua akan berlatih dengan bersungguh-sungguh." Ucap kedua nya bersamaan.
"Pangeran Darren dan pangeran Crystaldy, pergilah ke ruang persenjataan..." Ucap ku menoleh menatap kedua nya.
Mereka berdua mengangguk, kemudian mereka pergi dengan Gazelle dan Esmeralda mengikuti mereka dari belakang.
"Kau tau tentang persenjataan itu bukan? Kau adalah boss nya sekarang." Ucap ku, Hazel mengangguk senang.
"Aku akan melakukan pekerjaan ku sekarang." Ucap nya, seraya terbang mengikuti mereka berempat masuk ke dalam rumah.
"Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang?" Ucap Neftaza menatap ku lekat.
"Musim dingin semakin dekat Nef, kita harus merencanakan sesuatu untuk mencari bunga mawar api hitam itu." Ucap ku, seraya ku langkah kan kaki masuk ke dalam rumah di ikuti dengan Neftaza yang berjalan di belakang ku. Kami berdua duduk di sofa yang ada di ruang utama.
"Apa kita harus bertanya kepada pangeran Deffin Cleofattan atau Andrew Cleofanza?" Ucap Neftaza menatap ku.
"Entah lah, jika memang kita membutuhkan informasi dari mereka kita akan menghubungi mereka suatu saat nanti."
"Aku masih ingat saat kita ngomong tentang bunga mawar api hitam itu, mereka tuh kayak nyembunyiin sesuatu dari kita." Ucap nya seraya mengambil cemilan di atas meja seraya menyandarkan tubuh nya ke sofa.
"Ya Lo bener... Gue waktu itu juga curiga, tapi kita juga gak tau maksud nya. Kan waktu itu kita orang asing bagi mereka."
"Iya juga sih, udah berbulan-bulan juga mereka gak ada kasih kabar ke kita. Apa mereka gak tau cara make handphone nya kali ya?" Ucap nya seraya memasukkan makanan ke dalam mulut nya tanpa henti.
__ADS_1
"Bisa jadi, positif thinking aja deh kita."
"Paham gue sama mereka." Ucap nya menatap ku, ia tertawa tanpa merasa bersalah.
Aku hanya menggeleng kan kepala melihat tingkah laku nya yang sedikit absurd.
___________
Ku buka mata ku dengan perlahan seraya ku duduk kan tubuh ku dengan tangan kanan ku mencoba membenahi rambut ku yang tergerai berantakan. Aku masih sedikit mengantuk karena aku baru tertidur sekitar pukul dua pagi dan sekarang pukul enam pagi.
Ku tatap sekeliling kamar, tampak seseorang masuk dengan membawa sebuah nampan di kedua tangannya.
"Selamat pagi nona..." Ungkapnya seraya meletakkan sebuah minuman di atas meja.
"Selamat pagi bibi..." Ungkap ku yang masih sibuk mengurus rambut ku, ia adalah seorang wanita yang di bawa oleh bang Andara untuk menjadi pelayan di rumah ini. Nama nya bibi Ira.
Ia melangkahkan kaki nya pergi ke arah jendela kemudian ia membukanya, sinar matahari mulai masuk ke dalam kamar. Udara sejuk menyentuh kulitku membuatku sedikit kedinginan.
Ku baringkan tubuh ku lagi seraya menutupi tubuhku dengan selimut. Ku coba untuk tertidur lagi. Setelah aku hampir tertidur lelap terdengar seseorang berteriak memanggil ku. Siapa lagi kalau bukan nenek lampir itu, sih Neftaza.
"Woi bangun,,, udah siang ini..." Ucap nya seraya menarik selimut ku dengan paksa.
"Makanya Lo cepetan bangun, ayo kita shopping..." Ungkap nya membuat ku langsung terbangun.
"Shopping? Dimana? Apa di sini ada mall?!." Ucap ku antusias.
"Gue canda doang, gila lu ya... Di sini mana ada mall yang ada Padang rumput kali..." Ucap nya tertawa mengejek ku.
Aku tak membantah jika sepupu ku itu terkadang sangat gila dan psikopat.
"Lo tumben banget sih bangun pagi-pagi banget... " Ungkap ku kesal, aku menatap nya dengan tatapan dingin.
"Lo aja yang kebo..." Ungkap nya beranjak berdiri berjalan ke arah jendela. Ia menatap ke luar jendela kamar ku.
"Sangat menyenangkan..." Ucap nya mengambil nafas dalam-dalam. Sesuatu seperti nya membuat nya gila.
"Lo kekurangan protein apa gimana?!" Ucap ku beranjak berdiri menghampiri nya.
"Lo mah gak bisa di ajak bercanda, kita udah lama gak ngomong begini..." Ucap nya menatap ku kesal.
__ADS_1
"Ya ya... Gue salah."
Aku berdiri di samping nya seraya menatap ke luar jendela, aku menatap hamparan Padang rumput hijau yang ada di depan mansion kami.
"Gimana? Ada kabar dari bang Andara sama Hasper dkk?" Tanya ku, tanpa mengalihkan pandangan mata ku ke arah nya.
"Enggak, sepertinya mereka baik-baik saja... Bukti nya Ryu gak ngabarin aku." Ucap nya terdengar santai.
"Bener juga..."
"Ternyata bosen juga gak ngelakuin apa-apa..." Ucap nya terdengar lesu dengan tiba-tiba, aku menatap nya penuh keheranan.
"Ya Lo bener... Gak ada konflik..."
"Dan sekarang, kita malah angkrem di mansion gak ngelakuin apa-apa..." Ucap nya lagi.
Ia berbalik berjalan ke arah kursi, ia duduk dengan nyaman dan meminum minuman yang di bawakan oleh bibi Ira tadi.
"Itu minuman gue, main Lo ambil aja..."
"Minta lagi kan gampang." Ucap nya seraya meminum minuman ku.
"Apa kita nyusul mereka aja?" Ucap nya setelah meletakkan gelas itu di meja.
"Jangan gegabah..." Ucap ku seraya berjalan ke arah nya, aku duduk di dekat nya dengan tenang.
"Tunggu mereka sampai tujuh hari, kalau gak balik-balik kita bakal nyusul..." Ucap ku menatap nya serius.
"Ok lah... Gue balik ke kamar dulu..." Ucap nya beranjak berdiri, ia pergi tanpa menoleh ke arah ku. Bahkan dia tak menutup pintu kamar ku dengan benar.
Aku hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah laku nya. Aku tau jika dia mengkhawatirkan mereka tapi dia juga tau jika itu malah lebih berbahaya.
Aku beranjak berjalan ke arah pintu, aku menutup pintu itu dengan perlahan. Aku berbalik kembali berjalan ke arah kamar mandi, aku berendam dengan aroma bunga mawar menyelimuti kamar mandi.
_
_
_
__ADS_1
❤️❤️❤️