
Aku segera bertekuk berjongkok di belakang bebatuan besar dengan tubuh ku yang sedikit gemetaran.
Secepat ini mereka menemukan ku?
Tubuh ku meringkuk mencemaskan diri ku, aku bisa mendengar bahwa mereka curiga tentang sesuatu yang menyerang teman nya. Ya mereka adalah Orc yang menemukan jasad Orc yang telah ku bunuh.
Aku menatap mereka dengan keringat yang bercucuran membasahi kelopak mata ku, aku menyelanya dengan tangan ku.
Aku menatap mereka yang kembali bergerak menjauhi tebing itu, pandangan mata ku mengikuti kemana mereka berjalan.
Aku terus memperhatikan mereka yang berjalan ke arah kanan tebing, ternyata mereka berjalan turun ke tempat itu.
Untung saja aku tidak melihat jalan itu...
Dengan mudah mereka turun dari tebing yang tinggi berjalan ke arah bukit batu besar itu...
Lagi-lagi aku bisa menghela nafas lega...
Baru saja aku menghembuskan nafas lega, aku melihat dua Orc yang membawa obor api di tangan kanan nya berada di atas tebing menatap sekitar. Aku kembali bersembunyi dengan sedikit ketakutan.
Kedua kaki ku keram dan tubuh ku berkeringat, aku mengalami tekanan yang sangat kuat. Mereka cukup lama memperhatikan sekitar sebelum kembali berjalan menyusul sekawanan Orc yang berjalan lebih dulu...
Aku menghela nafas lega dong...
"Hufffthhh..."
Aku beranjak berdiri melangkah kan kaki ku untuk naik ke atas tebing. Namun baru saja aku ingin melangkah kan kaki ku, aku melihat cahaya yang di keluarkan obor api di atas tebing.
Lagi-lagi dua Orc muncul di sana, dengan segera aku menyandarkan tubuh ku di dinding tebing. Aku mendengar pembicaraan mereka yang sangat jelas.
"Apa kau mencium sesuatu?" Ucap salah satu dari mereka...
Aku tidak mendengar ada jawaban dari teman nya. Kemudian mereka berjalan menuruni tebing.
Aku menatap mereka yang sudah cukup jauh berjalan ke arah rumah mereka.
"Aku harap aku benar-benar bisa menghela nafas lega..." Ungkapku memperhatikan keadaan sekitar.
Ku langkah kan kaki ku perlahan berjalan ke atas, aku mengintip untuk memastikan tidak ada Orc lagi yang muncul.
__ADS_1
"Syukurlah..."
Aku menghela nafas kasar. Seraya ku gerakkan tubuh ku naik ke atas tebing.
Sekarang tubuh ku sudah berada di atas tebing, aku bisa melihat pergerakan mereka dari teropong ku. Aku bisa melihat beberapa Orc berjaga di depan bukit batu itu.
Bagaimana aku bisa masuk ke sana tanpa di ketahui mereka? (Berpikir atuh... wkwk...)
"Pikirkan saja nanti..."
Aku melangkah kan kaki ku berjalan turun dari tebing mengikuti jalan yang mereka gunakan. Ku arahkan pandangan mataku ke sekitar, tempat ini benar-benar luas... Aku bisa melihat semburan api dari lubang-lubang, aku harus berhati-hati berjalan di tempat ini.
Sesekali aku menoleh ke belakang untuk memastikan tidak ada siapapun yang berada di sana, kembali aku berjalan menuju ke bukit batu itu yang cukup jauh dari tempat ku berada.
Aku bersembunyi di belakang batu dekat lubang semburan api yang terkadang membuat ku terkejut. Aku menatap beberapa Orc yang berjaga menggunakan teropong ku, mereka memiliki tubuh yang cukup besar di bandingkan Orc yang ku temui tadi.
Mereka adalah Orc assassin yang pandai berpanah. Terlalu pintar gak sih? Haishh...
Aku mencari sebuah pintu atau tempat yang bisa membuat ku masuk ke dalam rumah mereka. Aku mengarahkan teropong ku ke sisi kanan kemudian ke sisi kiri tempat itu, namun aku tidak menemukan apapun.
"Baiklah... Aku menyerah..."
"Ahhh... apaan sih, kenapa aku mikirin cokelat panas??? Gak ada kerjaan banget..."
Aku memfokuskan diri ku untuk mencari sebuah ide agar aku bisa masuk ke sana...
"Apa kita harus percaya kepada elf itu??!" Ungkap seseorang tak jauh dari ku.
Aku menoleh menatapnya. Mereka adalah dua Orc yang memiliki tubuh kurus, kecil. Sepertinya mereka Orc buangan, eh maksudku Orc budak.
Tunggu, Elf itu? Apa yang mereka maksud adalah menteri Hagrit?
"Ahh aku ingin benar-benar memakannya... Namun kita memiliki dendam yang sama kepada bangsa Elf..." Ungkap Orc yang duduk di atas bebatuan.
"Lalu bagaimana dengan manusia dan elf kecil itu, apa yang akan kita lakukan kepada mereka berdua??" Ungkap Elf yang berdiri menatap Orc yang duduk di atas bebatuan.
"Aku dengar mereka hanya untuk pancingan, setelahnya mereka adalah mangsa kita..." Ungkap Orc itu tersenyum jahat.
Kurang ajar...
__ADS_1
"Sekarang mereka berdua di penjara terpisah, aku dengar manusia itu cukup cerdik... Sedangkan elf kecil itu memiliki kekuatan yang cukup kuat, tapi sayangnya dia sangat ceroboh hahaha..." Ungkap Orc yang duduk di bebatuan.
"Deuch memang hebat bisa menculik mereka dari istana bangsa Elf..." Ungkap Orc itu.
Kemudian terdengar Orc lain memanggil mereka untuk segera kembali berjaga. Aku menatap mereka yang berjalan ke arah bukit batu dengan cepat.
"Bagaimana aku bisa menemukan mereka? Apa yang harus aku lakukan?"
Ku langkahkan kaki ku bergerak berjalan dengan bersembunyi-sembunyi ke arah bukit batu itu, aku menatap dua Orc penjaga menatap keadaan sekitar kemudian berbalik masuk ke dalam..
"Ini adalah kesempatan ku..." Gumam ku seraya sedikit berlari mengendap-endap menghampiri pintu masuk itu.
Aku menatap sekitar untuk memastikan tidak ada yang tau, kemudian aku melangkah kan kaki masuk ke dalam. Saat sudah masuk ke dalam, aku bisa melihat tempat ini sangat mengagumkan.
"Sihir...???" Gumam ku pelan memperhatikan apa yang baru saja aku lihat.
Aku berjalan dengan perlahan-lahan, sesekali aku bersembunyi di bebatuan karena ada penjaga Orc yang berjalan di sekitar ku.
Aku masih terkejut dengan pemandangan yang aku lihat sekarang, sebelum aku masuk aku hanya bisa melihat bukit batu yang besar namun ketika aku masuk ke dalamnya aku melihat tempat seperti ini?
Aku menatap beberapa Orc, sepertinya mereka adalah budak dari Orc yang lebih kuat sedang menarik sesuatu seperti menutup sebuah aliran lava dengan manual.
Aku bisa melihat seberapa berat penutup itu, sangat kasihan. Kemudian ku arahkan pandangan mata ku ke salah satu Orc yang sedang menyuruh mereka untuk segera cepat menutup aliran lava.
Setelah mereka berhasil menutup nya mereka bergegas mengikuti Orc yang memerintah nya masuk ke sebuah tempat yang tidak ku ketahui.
Sekarang keadaan cukup sepi, aku juga bisa melihat para roh jahat terbang di sana mereka berkumpul dan beberapa dari mereka masuk ke sebuah tempat yang cukup menyeramkan.
Aku memfokuskan pandangan mataku untuk mencari tempat Neftaza dan Edmund di tahan, namun tempat ini sangatlah luas...
Aku sangat kesulitan...
-
-
Jangan lupa like vote dan komen yah guys...
__ADS_1
❤❤❤