
"Apa yang kau lakukan di balkon Ela?" Ungkap seseorang yang berada di belakang ku.
Aku menoleh ke arah nya, dia adalah Casper.
"Aku melihat bayangan hitam menuju ke istana Gege..." Ungkap ku kepada nya.
"Bayangan hitam? Roh jahat?" Ungkap nya yang tergesa-gesa menghampiri ku.
Aku mengangguk dan memberikan teropong ku kepadanya. Dengan cepat ia melihat nya dengan teropong itu.
"Dimana makhluk itu? Aku tidak melihatnya!!!" Ucap nya yang kebingungan.
"Benarkah?" Aku mengeluarkan teropong lagi dan mencoba melihat ke arah istana.
"Tadi di sana Gege, tapi aneh nya makhluk itu gak bisa masuk ke dalam istana seperti ada pelindung nya..." Ungkap ku menatap nya.
"Baguslah jika makhluk itu tidak bisa masuk ke dalam istana..." Ungkap nya menghela nafas lega.
"Apakah ada sesuatu yang melindungi istana Gege?"
Ia mengangguk.
"Lebih baik kita segera masuk!" Ungkap nya yang berbalik masuk ke dalam kamar.
Ku arah kan pandangan mata ku ke arah pusat kota, semakin lama terlihat semakin hening. Angin malam mulai berdatangan dengan kencangnya menyentuh kulit ku.
"Sangat dingin..."
Aku mengusap-usap kedua lengan ku dengan cepat. Ketika aku ingin berbalik masuk ke dalam kamar, aku melihat di kamar sebelah kiri ku terdapat seseorang yang tak asing sedang duduk seraya membaca sebuah buku di dekat jendela kamar nya.
Aku mendekati ujung balkon untuk memeriksa siapa seseorang yang ada di sana.
"Bukankah itu? Apa yang ia lakukan di sini?" Ungkap ku pelan.
Seseorang itu beranjak berdiri meninggalkan tempat duduk nya.
"Lupakan...!!!"
Aku beranjak berbalik berjalan masuk ke dalam kamar.
Namun aku mendengar suara jendela kamar nya terbuka, aku kembali berbalik ke arah ujung balkon dan bersembunyi di pagar yang tertutup dengan pot bunga yang cukup besar.
Aku bisa melihatnya di celah-celah pagar, ia sedang menatap keadaan sekitar. Sesekali aku bisa melihat mulut nya yang sedang menghembuskan nafas.
Mungkin kah ia hanya sekedar mampir di sini? Namun kenapa di kerajaan Rosewaltz? Kenapa gak di kerajaan Everlatz?
Jika di lihat dari raut wajah nya, ia tampak mencemaskan sesuatu, aku bisa mendengar ia menghembuskan nafas beberapa kali.
Dug...
"Aww..."
Ups, dengan segera aku menutup mulut ku. Tanpa sengaja kepala ku terjedut di pagar dan itu cukup sakit.
Aku bisa melihat dari celah-celah pagar kalau pangeran Reverdine mengamati balkon kamar ku. Benar, ia adalah pangeran kedua dari kekaisaran, Reverdine Bleferald.
__ADS_1
Aku bersembunyi berharap ia tak melihat ku, cukup lama ia memperhatikan balkon kamar ku, ia mulai mengabaikan apa yang baru saja terjadi.
"Huhhh..." Aku menghembuskan nafas lega.
Namun, tiba-tiba terdengar seseorang berjalan ke arah ku, aku melihatnya dengan perasaan sedikit takut.
Aku melihat ia berjalan ke arah ku dengan cepat, apa yang ia lakukan?
"El..." Ungkap nya yang muncul di jendela.
****** deh gue...
"Hustttt...." Aku memberikan isyarat kepada nya untuk diam.
Sebelum ia melangkahkan kaki nya keluar dari jendela, ia mengerti isyarat ku dan berhenti seketika.
"Ada apa?" Bisik nya pelan.
"Pangeran Reverdine..." Ungkap ku menunjuk ke kamar sebelah.
"Reverdine?" Ungkap nya bingung.
Astaga, dia lupa?
"Pangeran kedua kekaisaran..." Ungkap ku pelan.
"Ohhh..." Ungkap nya santai sebelum sadar.
"What?" Ungkap nya sedikit keras membuat pangeran Reverdine melihat ke arah kamar kami.
Ku arah kan pandangan mata ku ke arah pangeran Reverdine yang curiga dengan balkon kamar ku, sepertinya ia ingin memeriksa balkon ku.
What? Apaan? Dia mau lompat? Gila!!!
Tuhan, tolong kami...
"Tuan..." Terdengar seseorang memanggil nya.
Huhh... Untung lah...
Pangeran Reverdine berbalik pergi masuk ke dalam kamar nya. Dengan cepat, aku berdiri dan masuk ke dalam kamar ku.
"Huhhh... Untung aja..." Ungkap ku lega menatap Neftaza yang sedikit bingung.
"Ngapain dia di sini?" Ungkap nya menatap ku.
"Mana gue tau... Lo pikir gue emak nya apa?"
"Yah, mana tau Lo pacarnya..." Ungkap nya berjalan ke arah kursi.
Tampak di sana Hasper dan Casper sedang membicarakan sesuatu yang cukup serius. Aku melangkah kan kaki ku berjalan ke arah mereka, aku duduk di kursi depan Hasper.
"Kita harus mencari informasi lebih lanjut, karena kita hanya punya waktu beberapa bulan untuk menemukan bunga mawar api hitam itu..." Ungkap Hasper yang menatap kami serius.
"Berhati-hati lah ketika kita keluar dari kamar ini..." Ungkap nya lagi.
__ADS_1
"Apa yang kalian lihat tadi?" Ungkap Casper yang tiba-tiba mengejut kan ku.
"Pangeran Reverdine berada di kamar sebelah..." Ungkap Neftaza seraya mengambil sebuah minuman di atas meja.
"Pangeran kekaisaran? Apa yang ia lakukan di sini? Dia cukup berbahaya..." Ungkap Casper yang sedikit khawatir.
"Tenang lah Gege..." Ungkap ku menenangkan nya.
"Jangan sampai dia melihat keberadaan kita apapun yang terjadi ok!!!" Ungkap Casper tegas.
Aku mengangguk begitupun Neftaza.
____________
Ku arah kan pandangan mata ku ke luar jendela yang sudah sangat terang, para rakyat mulai melakukan aktivitas mereka masing-masing.
Aku ingin sekali berjalan- jalan keluar untuk melihat aktivitas mereka secara langsung namun aku tidak bisa. Berjalan keluar ke arah balkon saja aku harus berpikir banyak untuk tidak mendapat perhatian dari orang lain.
Dari kejauhan aku bisa melihat dua orang memakai pakaian yang cukup mencolok karena memakai pakaian yang tertutup berjalan ke arah sebuah restauran yang berada di dekat toko roti yang ada di ujung jalan.
Aku bisa melihat mereka sedang memesan beberapa makanan, mereka berada di lantai dua dengan kedua laki-laki itu menggunakan penutup wajah seperti cadar dan memakai penutup kepala, topi yang cukup lebar dan besar.
Aku menggunakan teropong ku untuk melihat siapa mereka berdua.
"Sepertinya aku mengenal mereka berdua..." Ungkap ku memastikan nya.
Ku fokuskan pandangan mata ku ke arah kedua laki-laki itu yang mulai melepaskan topi nya dan cadar nya.
What? Pangeran Felis? Kenapa mereka berada di kerajaan Rosewaltz? Apa yang terjadi sebenarnya?
Ku tatap laki-laki lain nya yang mulai membuka cadar nya.
Pangeran Airen? Seriously?
"Apa yang kau lihat?" Ungkap seseorang yang tiba-tiba berada di belakang ku dengan nada suara yang cukup mengejutkan ku.
"Pangeran Felis dan pangeran Airen berada di kerajaan ini, dan syukurlah mereka baik-baik saja..."
"Felis? Airen?" Ungkap nya yang tiba-tiba merebut teropong ku.
Ia menatap ke restauran itu dengan serius.
"Sepertinya ada sesuatu yang membuat mereka berpakaian seperti itu..." Ungkap nya yang menoleh ke arah ku dengan raut wajah serius.
_
_
_
...Hallo kakak! Mohon atuh kak like nya, setidaknya setiap episode di atas 100 like gitu kak, sedih ngelihatnya 😭....
...Like bisa membantu author untuk tetap semangat kak, tolong ya kak 😎😊...
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
__ADS_1