
Tak lupa pula, ku keluarkan handphone ku untuk merekam semua apa yang ku lihat, aku tak ingin mengambil resiko untuk mengabaikan itu semua.
Saat ku fokuskan pandangan mata ku menatap gumpalan asap berwarna hitam yang berwujud manusia itu, tampak makhluk itu berubah menjadi seorang manusia yang sangat tampan.
Astaga? Apaan tuh? Kenapa dia menyamar jadi Hasper?
Tak lama kemudian seseorang yang lain mengeluarkan tiga botol sekaligus, mereka membukanya dan muncul lah seperti yang pertama tadi.
Tiga gumpalan asap itu lama-lama berubah wujud menjadi Casper, aku dan Neftaza...
Aku dan Neftaza saling tatap seraya menggeleng kan kepala melihat semua itu. Aku berhasil merekam apa yang terjadi, kembali ku masukkan handphone ku ke ruang dimensi ku.
Aku dan Neftaza bergegas pergi sebelum mereka menyadari keberadaan kami. Kami melangkahkan kaki perlahan kembali berjalan ke arah pusat kota, dimana di sana manusia berlalu lalang sehingga itu memudahkan kami untuk berlindung maupun mencari informasi.
Kami berhenti di depan sebuah restauran yang berada di tikungan jalan.
"Masuk?" Ungkap ku ragu.
Neftaza hanya mengangguk kan kepala nya.
Kami berdua kembali berjalan masuk ke dalam restauran, ku tatap sekitar restauran tampak tempat ini di kunjungi oleh beberapa bangsawan yang cukup terpandang.
Kami berdua naik ke lantai dua untuk mencari tempat yang lumayan sepi. Ku arah kan pandangan mata ku ke sekitar, di sini tidak ada siapapun kecuali kami berdua.
Dengan cepat kami berdua mencari tempat duduk yang berada di pinggir untuk bisa melihat situasi di luar.
"Di sana..." Ungkap Neftaza.
Ku langkahkan kaki ku duduk di kursi yang berada di tempat yang kami ingin kan. Dengan cepat aku mengeluarkan handphone ku dan mengirim video itu kepada mereka semua.
"Ku harap, gak ada yang terjadi apa-apa sama mereka..." Ungkap ku menatap Neftaza sendu.
"Tenang lah..." Ungkap nya menenang kan ku.
Kenapa semuanya begitu sulit? Kenapa pihak kekaisaran tak memberi celah sedikit pun kepada kami? Apa yang harus kami lakukan untuk menghentikan itu semua?
Ku tatap Neftaza yang ada di hadapan ku, walau ia bersikap baik-baik saja aku bisa mengerti bahwa ia mengalami kekhawatiran yang sangat luar biasa.
Mommm, Daddy... Apa yang harus aku lakukan? Ini sungguh di luar kemampuan ku, aku tak percaya dengan diri ku sendiri. Ini salah ku tidak menjadi anak yang baik.
Mengeluh? Kenapa aku harus mengeluh? Semua orang membutuh kan ku, aku tidak bisa seperti ini. Aku harus melakukan sesuatu.
__ADS_1
"Gue inget, kalau di istana kerajaan ada pelindung yang ngebuat roh jahat gak bisa masuk... Itu bisa menghambat makhluk-makhluk menjijikan itu untuk masuk... Sebelum semua rakyat melihat mereka kita harus mencari cara untuk menghempaskan mereka dari sini..." Ungkap ku menatap Neftaza serius.
"Tapi gimana caranya? Itu setan bukan manusia... Kalau manusia mah gue tembak langsung mati, lah ini roh jahat kalau di tembak ya bolong doang..." Ungkap nya membuat ku kembali berpikir.
"Ya juga ya,,, gue gak paham soal begituan..." Ungkap ku meringis.
"Apalagi gue, blo*n..." Ungkap nya kesal.
Kami hanya bisa terdiam seraya memikirkan cara untuk menghancurkan roh jahat itu.
"Astaga... Gue kaget..." Ungkap kami berdua menatap seseorang yang tiba-tiba muncul di samping kami dengan dandanan menor nya.
"Apa yang kalian khawatir kan putri?" Ungkap nya dengan nada menjijikkan.
"Please deh gak usah lebay..." Ungkap Neftaza menahan jijik.
"Lihat ini..." Ungkap ku menyerahkan handphone ku yang berisi video itu kepada Robert.
"Benda apa ini putri?" Ucap nya yang terlihat kebingungan.
"Gak usah banyak tanya... Lihat isinya.!" Ungkap Neftaza kesal.
Ku tatap Ribery (panggil saja Ribery jika sedang menyamar seperti ini) yang fokus menonton video dimana roh jahat itu berubah wujud menjadi kami.
Untung kagak di banting.
Aku memasukkan handphone ku kembali ke ruang dimensi ku.
"Lalu, apa yang harus kita lakukan?" Ungkap ku menatap nya...
"Kalian berempat berada dalam bahaya, sebaiknya kalian kembali ke penginapan... Aku akan mengantarkan kalian..." Ungkap nya yang menatap kami dengan serius.
Ngakak sih, dandanan nya begitu tapi raut wajah nya serius jadi macem bencong sangar.... Astaga, mikir apa aku?
"Ikuti aku putri, jangan sampai menimbulkan curiga..." Ungkap nya yang mengajak kami untuk pergi.
"My Lord, berhenti... Bersembunyi lah, makhluk-makhluk itu mulai mendekati Anda..."
Tiba-tiba terdengar suara Zu di dalam pikiran ku.
"Tunggu, mereka sudah berada di sini... Apa yang harus kita lakukan?" Ungkap ku kebingungan.
__ADS_1
"Gawat... Cepat ikuti aku..." Ungkap nya yang berjalan ke arah jendela samping sebelah kanan yang sedikit berada jauh dari tangga.
"Kita harus melompat...!!!" Ungkap nya yang membuat kami terdiam.
"Melompat? Dari sini?" Ungkap Neftaza tak percaya.
"Percaya lah, kalian akan baik-baik saja..." Ungkap nya.
"Bergiliran lah, aku akan membantu kalian..." Ungkap nya menyuruh ku untuk melompat terlebih dahulu.
Saat ku arah kan pandangan mata ku menatap ke bawah, aku bisa melihat di bawah terdapat sebuah tempat yang tumbuh dengan semak-semak bunga.
"Baiklah..." Ungkap ku seraya memanjat jendela dan menjatuh kan diri ku ke bawah.
Aku memejamkan mata agar mata ku terlindungi dari ranting-ranting tanaman yang tumbuh di sana. Namun aku merasakan tubuh ku mendarat dengan sempurna tanpa terjadi sesuatu apapun.
Saat aku membuka mata ku, aku berada di tempat yang tidak terdapat semak-semak bunga, dan aku malah berdiri di samping semak-semak bunga itu.
Aneh? Apakah ini sihir?
Ku arahkan pandangan mata ku ke atas menatap Neftaza yang mulai beranjak menaiki jendela dan bersiap untuk menjatuh kan tubuh nya.
Kembali ku tatap Ribery yang mengucap sesuatu seperti berkomat-kamit menatap Neftaza dengan serius, sepertinya ia membaca sebuah mantra.
Benar, Ribery membantu kami dengan sebuah sihir. Neftaza mendarat dengan sempurna di lanjut kan Ribery yang turun dengan sekejap.
Sungguh hebat!!!
"Ayooo...." Ungkap nya yang mengajak kami pergi dengan cepat.
Sebelum aku berjalan mengikuti Ribery, aku mendengar samar-samar suara percakapan serius di restauran itu tentang kerajaan namun aku tidak bisa mendengar nya dengan benar karena kebisingan tempat ini.
Sekarang kami sudah berada di depan restauran, tanpa sengaja aku menatap ke lantai dua tempat kami berada tadi. Aku bisa melihat pangeran Reverdine berada di sana dengan seseorang yang mirip dengan Hasper.
Kurang ajar... Ternyata ini alasan kenapa laki-laki iblis itu berada di kerajaan ku. Aku akan membalas kalian apapun yang terjadi.
_
_
_
__ADS_1
Jangan lupa like vote dan komen yah guys...
❤❤❤