TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 108


__ADS_3

"Ela... Apa maksud dari perkataan mu, kalau kita punya waktu sedikit untuk mencari keberadaan bunga mawar api hitam?" Ungkap Casper yang terlihat bingung.


"Dari awal keberadaan kita di sini terbatas, karena kita bukan berasal dari benua ini Gege..." Ungkap ku di angguki Neftaza.


"Lalu apa yang harus kita lakukan? Kita tidak punya waktu untuk bersantai." Ungkap Hazel yang menatap ku serius.


"Baru saja mendapatkan kebahagiaan karena menemukan berlian, sekarang situasi menjadi menegangkan lagi... Aku ingin pulang...." Ungkap Neftaza sedikit berteriak.


Ku langkah kan kaki ku menghampiri sebuah batang kayu yang terdampar di pinggir pantai, aku duduk di atas nya seraya menatap ke arah laut yang tampak berkilau terkena sinar matahari.


Aku sama sekali tidak bisa melihat sebuah pulau di sana, itu adalah laut yang sangat luas. Jika aku benar, maka di ujung laut ini terdapat sebuah benua yang berbeda dengan benua ini.


Aku harus memikirkan cara untuk menemukan petunjuk mengenai keberadaan bunga mawar api hitam. Jika menemukan petunjuk nya saja sangat sulit bagaimana sulitnya menemukan bunga mawar api hitam itu sendiri?


Kenapa kami harus mengalami teka-teki tentang keberadaan mereka? Aku tau jika bunga itu sangat langka, bahkan mungkin hanya sisa satu di tempat yang sangat sulit kami jangkau. Tapi, kenapa harus sesulit ini?


Bisakah kami menemukan bunga itu? Aku sangat penasaran di mana letak bunga itu tumbuh? Di gunung? Di dalam air? Atau di dalam bumi?


Jika ku hitung sejak awal, kami hampir sebulan berada di benua ini. Jika benar kami hanya bisa berada di sini selama tiga puluh hari, maka kami sekarang hanya punya waktu lima hari lagi untuk di usir.


Ku arah kan pandangan mata ku ke arah Hasper yang berbicara serius dengan Casper, di bawah pohon yang tak jauh dari pinggir pantai. Mereka terlihat sangat kacau.


Ku tatap Neftaza yang berbicara dengan Hazel di dekat ku, aku bisa mendengar bahwa mereka membicarakan kemungkinan besar letak bunga mawar api hitam itu berada.


"Bukankah bunga itu memiliki sihir? Seharusnya para naga bisa merasakan keberadaan bunga itu!"


"Zu apa kau mendengar ku?"


"Kau benar my lord, kami para naga bisa merasakan keberadaan inti sihir bunga mawar api hitam namun keberadaan nya sama sekali tidak bisa kami temukan. Aura sihirnya bersifat menyeluruh, dan kami bisa merasakan bahwa sihir yang di keluarkan bunga mawar api hitam itu berada di benua tempat kalian berada sekarang my lord."


"Maksud mu, kau bisa merasakan aura sihir bunga itu di benua ini namun tidak bisa menemukan letak pastinya?"


"Benar my lord."


"Sebelumnya aku pernah mendengar dari leluhur ribuan tahun yang lalu, bahwa bunga mawar itu mekar di dalam sebuah es."


"Es?"


"Mungkin aku bisa menemukan letak bunga itu ketika mereka benar-benar bermekaran."


"Kesimpulan nya, bunga itu belum mekar?"


"Itu kemungkinan terbesar."

__ADS_1


Aku menoleh menatap Neftaza yang berbicara serius kepada mereka berdua.


Aku melangkahkan kaki ku menghampiri mereka yang sedang membicarakan sesuatu.


"Apa lo tau sesuatu?" Ungkap ku menatap Neftaza yang sedang berbicara serius kepada Hasper dan Casper.


"Pasti Lo udah tau dari Zu..."


"Jika itu benar? Maka kemungkinan, bunga itu mekar pada waktu musim dingin." Ungkap Hazel yang terbang di hadapan ku.


"Jika benar-benar mereka mekar pada waktu musim dingin, kita perlu menunggu beberapa bulan lagi untuk musim dingin datang." Ungkap Hasper yang berbicara serius.


"Beberapa bulan lagi?"


"Lalu untuk apa kita berada di sini?" Ungkap ku bingung karena tidak menemukan petunjuk apapun.


"Apa karena buku itu?" Ungkap Casper yang tiba-tiba membuat ku memikirkan buku itu.


Tampak Neftaza mengeluarkan buku itu dan langsung membuka bagian yang baru tertulis.


"Bukan kah berarti urusan kita di sini masih sebanyak lembaran yang tersisa?" Ungkap Neftaza yang melihat lembaran-lembaran yang tersisa setebal lima sentimeter lagi.


"Aneh nya lagi, kita sekarang hanya punya beberapa hari lagi untuk berada di sini. Apa maksud nya?"


"Tunggu..."


Terlihat Neftaza membaca sebuah kalimat yang tertulis di dalam lembaran yang ia lihat.


"Kuda-kuda kita beneran hilang dan kembali pada waktu pagi, di sini tertulis itu adalah sebuah misteri dimana kita tidak bisa menemukan apapun kenapa kuda kita menghilang dan kembali." Ungkap nya yang menatap kami bergantian.


"Mungkin gak kalau itu udah di rencanakan oleh seseorang?" Ungkap ku sedikit ragu.


"Yang jelas, seseorang yang menciptakan buku ini..." Ungkap Hazel membuat kami semua menatap nya.


"Benar... Yang menulis buku ini lah yang menjadi jawaban dari semua hal..." Ungkap Neftaza semangat.


"Pertanyaan nya siapa dia?"


"Yah, kita harus cari tau." Ungkap Neftaza kembali lesu.


"Jika yang kalian bicarakan benar, maka kita akan pergi dan kembali lagi ke benua ini..." Ungkap Hasper.


"Tanpa kita sadari, kita memiliki petunjuk tentang keberadaan bunga itu bukan?" Ungkap Casper dengan raut wajah sedikit tersenyum.

__ADS_1


"Mungkin kah jika kita gak berada di benua ini kita bisa tetap tau?" Ungkap Neftaza ragu.


"Entah lah...."


Kami berempat hanya terdiam memikirkan semua hal di pikiran masing-masing.


Aku bergerak melangkahkan kaki ku duduk bersandar di pohon dekat Hasper. Tanpa terasa, kami sudah berada di sini selama dua jam lebih.


Kami tidak tau harus tetap berjalan atau tetap di sini untuk mendapatkan petunjuk lain. Tapi yang jelas kami masih memikirkan banyak kemungkinan untuk semua pertanyaan yang memenuhi pikiran.


Mungkin kah keberadaan bunga itu ada kaitannya dengan para bangsa Elf? Saat kami berterus terang mencari bunga mawar api hitam, raut wajah mereka terlihat biasa-biasa saja padahal itu adalah bunga yang memiliki inti sihir paling kuat dari yang lain.


Dan pastinya bangsa Elf juga membutuhkan bunga itu, harusnya aku bertanya kepada mereka waktu itu. Tapi lupakan saja, tapi jika benar-benar mereka mengetahui sesuatu tentang bunga itu tanpa memberi tahukan kepada kami, bukan kah berarti mereka memiliki rahasia yang berkaitan dengan bunga itu?


"Semakin di pikirkan semakin pusing, sudahlah..."


"Kenapa Lo geleng-geleng kepala?"


Ucap Neftaza yang berdiri di hadapan ku.


"Gue pusing mikir..."


"Gak usah mikir..." Ungkap nya santai.


Seriously?


Tiba-tiba Casper memanggil kami untuk menghampiri nya.


"Lihat lah..." Ungkap nya menunjuk ke tulisan yang ada di lembar kertas.


"Ada orang lain selain kita berada di benua ini." Ungkap nya menatap buku itu.


"Orang lain?"


"Sepertinya mereka mencari keberadaan bunga mawar api hitam itu..." Ungkap Hasper yang memikirkan semua kemungkinan.


_


_


_


Jangan lupa like vote dan komen yah guys...

__ADS_1


❤❤❤


__ADS_2