TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 45


__ADS_3

Aku memandangi tanganku yang tergenggam karena amarah. Entah kenapa aku merasakan perasaan marah yang sangat kental. Aku merasakan mulai tumbuhnya benci kepada Airen. Egois kah?


Aku berjalan menyusul Neftaza yang sudah mulai berenang di dalam air. Sekarang aku berada di kedalaman air sekitar dua meter dari permukaan.


Aku menyelam. Aku melihat pasir putih yang di tumbuhi dengan terumbu karang, ikan-ikan berenang di atasnya dan ada juga yang bersembunyi di dalam terumbu karang. Mereka sangat cantik dengan berbagai warna.


Aku menikmati indahnya pemandangan bawah laut, membuatku melupakan segala sesuatu yang aku pikirkan. Aku sangat menikmatinya. Aku mengikuti ikan-ikan yang berenang menjauhi ku, aku mengejarnya. Sesekali aku memerlukan oksigen dan naik ke atas permukaan air.


Sepertinya aku dan Neftaza berada di tempat yang berbeda, sangking asyiknya menikmati pemandangan aku lupa akan ketidak hadirannya Neftaza.


Aku melepaskan kacamata renangku. Aku melihat sekeliling, ternyata Neftaza berada tak jauh di belakang ku. Aku juga melihat pangeran Hasper dan pangeran Casper mulai berenang ke arahku. Mungkin Neftaza mengajarinya ketika aku menyelam tadi.


Aku kembali menyelam dan tak jauh dari terumbu karang yang ada di depanku aku menemukan kerang raksasa, aku berenang ke arahnya dan mengambilnya.


Aku berhasil mengangkatnya walau sedikit berat.


"Nef,,, gue dapat kerang raksasa." Teriakku ke arah Neftaza.


"Wah..." Ia menanggapi ku dengan mengacungkan jempolnya.


Aku membawa kerang itu ke tepi pantai, sembari berenang aku menemukan kerang kecil dan mengambilnya. Ini memang surganya laut. Aku meletakkan kerang-kerang itu di tepi pantai.


Ku alihkan pandangan mataku ke arah tenda, ternyata pangeran Airen dan putri Gazelle serta Esmeralda sedang bersiap-siap untuk menyelam menyusul kami.


Aku tak sengaja berkontak mata dengan pangeran Airen, dan aku mengacuhkannya kembali menuju laut.


'Haish,,, untuk apa ia melihatku' gumamku seraya berenang.


"El, gue dapat gurita..." Teriak Neftaza sembari berenang ke arahku.


Aku menoleh ke arahnya, ternyata gurita yang ia dapatkan cukup besar.


"Nj*r, beruntung banget Lo..." Ungkapku kesal karena tidak menemukan gurita semenjak tadi.


"Haha,,, sabar cuy..." Ungkapnya seraya memasukan gurita ke dalam jaringnya.


Kami kembali menyelam mencari kerang maupun gurita. Aku menyelam lebih dalam untuk mencari gurita. Aku melihat kumis lobster di bawah terumbu karang.


Aku menghampirinya dan mencoba menangkap nya. Aku kesulitan karena kehabisan nafas, aku naik ke permukaan air. Aku kembali menyelam dan mengambilnya tapi aku tetap kesusahan.


Aku membutuhkan oksigen dan memutuskan untuk mencari bantuan. Aku melihat pangeran Felis mendekati ku dari kejauhan.


"Pangeran,,," Teriakku.

__ADS_1


"Aku menemukan lobster..." Ungkapku saat ia berada di dekatku.


"Lobster?" Ungkapnya bingung.


"Mirip udang tapi ini lebih besar." Ungkapku memberikan petunjuk. Ia mengerti kemudian kami menyelam untuk mengambil lobster itu.


Aku menunjukkan tempat dimana lobster itu berada, ia mengambilnya. Percobaan pertama gagal, tapi ia tidak pantang menyerah dan kembali mencobanya.


"Yah,,, aku berhasil..." Ungkapnya seraya mengangkat lobster ke atas.


"Yeyyy..." teriakku senang.


Aku merasa kelelahan dan memutuskan kembali ke tepi pantai di temani oleh pangeran Felis.


Kami mendapat kan kerang yang cukup banyak karena kami kembali mencari kerang-kerang dalam perjalanan ke tepi pantai.


Kami duduk di tepi pantai seraya melihat yang lain sedang menyelam di laut.


"Aku baru pertama kali berenang dan menyelam, ternyata sangat menyenangkan.." Ungkapnya melihat ke arahku.


"Aku dan Neftaza memiliki kolam renang di rumah, bahkan kami bisa berenang semenjak kecil." Ungkapku tersenyum melihat ke arahnya.


"Kalian sungguh hebat." Ungkapnya kagum.


"Kehidupan kalian?" Ungkapnya terkejut.


"Sepertinya kalian bukan berasal dari dunia ini, tampak dari cara kalian berbicara dan benda-benda yang kalian keluar kan entah darimana itu." Ungkapnya lagi.


Aku diam seribu bahasa mendengar kalimat yang baru saja ia ucapkan. Jadi ia menyadari semuanya. Lah ya iya, semua orang bakal sadar kalau aku dan Neftaza bukan berasal dari dunia ini. Aku masih bingung untuk menceritakan nya atau tidak.


"Jika kau boleh bercerita jika kau siap memberitahukan semuanya kepadaku." Ungkapnya tersenyum.


'Untunglah' Lega hatiku.


Aku mengangguk.


"Bukankah umur pangeran sudah siap untuk menikah? Tapi aku tidak pernah mendengar kabar bahwa pangeran memiliki tunangan atau kekasih." Ungkapku mengalihkan pembicaraan.


"Hemm... Entahlah, aku belum ingin menikah." Ungkap nya seraya melemparkan kerikil kecil ke air laut.


"Apakah pangeran belum menemukan cinta?" Ucapku menggodanya.


"Apa aku harus mencintaimu maka aku akan menemukan cintaku?" Ungkapnya balik menggoda ku.

__ADS_1


"Haha,,, kau terlihat lucu pangeran." Ungkapku menanggapinya.


Ia hanya tersenyum.


"Apa pangeran tidak menyukai Neftaza?"


"Hemm,, aku menyukainya bahkan aku menyukaimu, tapi aku tidak yakin jika itu perasaan cinta." Ungkapnya melihat ku sembari berpikir.


"Sebenarnya aku pernah melihat pangeran memandang Neftaza tanpa berkedip loh.." Godaku.


"Benarkah?" Ungkapnya seraya kembali berpikir


"Entahlah,, mungkin aku salah."


Kami kembali terdiam melihat mereka yang masih asyik berenang dan menyelam di laut. Aku beranjak berdiri ke dalam tenda ku untuk mengganti pakaian ku.


Aku mengenakan T-shirt putih dan celana jeans berwarna hitam tak lupa memakai sepatu sneakers berwarna putih. Aku kembali seperti diriku sendiri jika memakai pakaian santai.


Aku keluar dari dalam tenda, tampak pangeran Felis masih duduk di pinggir pantai. Aku menghampirinya. Sebelum itu, aku menyiapkan baju, celana serta sepatu untuk mereka semua dan ku letakkan di dalam tenda.


"Kau harus berganti pakaian pangeran."


"Aku sudah menyiapkan pakaian di dalam tenda." Ungkapku lagi.


Ia menoleh ke arahku dan merasakan kebingungan setelah melihat bentuk pakaian yang aku gunakan.


"Jika kau pergi ke kerajaan Rosewaltz semua orang yang berada di istana mengenakan baju seperti yang aku gunakan." Ungkapku meyakinkan nya.


"Baiklah, aku akan berganti pakaian." Ungkapnya beranjak berdiri ke dalam tenda.


Ternyata pangeran Felis semenjak tadi sedang membakar kerang-kerang yang kami tangkap di perapian. Aku akan merebus lobster nya. Aku membersihkan nya dan memasukkannya ke dalam panci kemudian aku letakkan di atas bara api yang panas.


Aku menunggu matangnya lobster dan kerang-kerang itu sembari melihat ke segala arah. Di saat itulah pangeran Felis keluar menggunakan pakaian santai dengan sepatu sneakers nya. Anj*y, ganteng banget.


Seketika aku terpesona dengan ketampanan pangeran Felis. Model rambutnya yang berwarna hitam sangat cocok dengan wajahnya, dengan memakai baju lengan pendek berwarna hitam serta celana jeans berwarna hitam dengan sepatu sneaker berwarna putih.


Keren banget dah ah.. Aku jatuh cinta. Wkwk... Ternyata rasanya seperti ini jika kita melihat pria yang begitu tampan menggunakan pakaian yang kita berikan sangat cocok untuknya.


OMG... Aku terkesima dengan ketampanan nya. Hehe...


Jangan lupa like vote dan komen yah...


❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2