TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 38


__ADS_3

"Apa ada yang terluka?" Ungkap pangeran Darren memeriksa.


"Kami semua baik-baik saja pangeran.." Ungkap Esmeralda.


"Lebih baik kita segera pergi.." Ungkap pangeran Hasper beranjak berjalan.


Kami kembali bergegas untuk pergi meninggalkan tempat kami bersembunyi. Kami berjalan dengan tergesa-gesa karena tidak sanggup lagi untuk berlari.


Lagi-lagi matahari hampir terbenam, kami selalu kehabisan waktu untuk keluar dari hutan ini. Ku rasa waktu siang di sini terlalu cepat di bandingkan waktu malam. Entahlah... Mungkin hanya perasaan ku saja.


Ku arahkan pandangan mataku ke sekeliling tampak pohon-pohon besar menjulang ke atas, ini seperti hutan di film "Harry Potter". Aku jadi takut ada sekumpulan laba-laba raksasa yang tiba-tiba muncul di hadapan kami. Ini bukan film, sadar dong. Maaf readers hehe...


Berhenti kami di pepohonan besar. Duduk aku seraya meluruskan kakiku yang terasa sangat lelah berjalan. Ku alihkan pandangan mataku ke sekitar, tampak mereka sama letihnya dengan ku apalagi para pangeran yang sedari awal selalu menjaga kami. Aku sangat kasihan melihat mereka, andai di hutan ini memiliki jalan yang yang bagus mungkin aku bisa mengeluarkan mobil di sini.


Tapi sayang, pepohonan di sini hanya memiliki jarak sekitar satu meter. Haha yang ada mobil ku bakal nyangkut bukannya jalan.


Eh,, bukankah mobil bisa di jadikan tempat istirahat jika malam ini kita tidak menemukan gua? Hah..


"Lebih baik kita mencari tempat yang sedikit luas untuk kita beristirahat malam ini." Ungkapku seraya berdiri di hadapan mereka.


"Bukankah itu sangat berbahaya putri?" Ungkap pangeran Felis.


"Percayalah padaku.. Lebih baik kita segera bergegas."


"Ikuti saja apa kata Angela.." Tukas pangeran Casper.


"Baiklah..." Mereka mengangguk.


Kami kembali berjalan ke arah barat, walau stamina tubuh sangat melemah tapi kami tetap memaksakan diri untuk mencari tempat yang sedikit luas seperti Padang rumput yang tidak di tumbuhi pepohonan besar.


Hari sudah malam, tapi kami belum menemukan tempat yang menjadi tujuan kami. Penerangan yang kami gunakan hanya obor api dan beberapa senter.


"Apa kalian mendengar suara air?" Ungkap Esmeralda berhenti.


Kami semua melihat ke arahnya dan berhenti untuk menemukan asal suara air itu.


"Iya aku mendengar nya, lebih baik kita mencari air itu.." Ungkap pangeran Cristaldy.


"Seperti nya dari arah sana.." Ungkap pangeran Darren.


Aku mendengar suara gemuruh air semakin dekat. Kami menelusuri semak-semak yang menghalangi jalan kami.

__ADS_1


"Nj*r,,, gue kaget.." Ungkap Neftaza mengejutkan kami.


"Apa?"


"Ular, hampir gue pijak." Ungkap nya mundur mencari jalan yang lain.


"Hati-hati." Ungkap pangeran Cristaldy.


Kami melanjutkan perjalanan dengan cukup cepat. Wah.. akhirnya kami menemukan air. Kami bergegas untuk menceburkan diri ke dalam air itu.


"Tunggu, matikan obor api dan senter kalian.!" Kami menoleh ke arah suara itu, ternyata pangeran Hasper yang berbicara seraya tangan kanannya memberi isyarat untuk mundur.


Kami semua mundur dengan perlahan. Saat kami sudah berada di belakang pohon..


"Lihatlah di bagian lain sungai itu..." Ungkap pangeran Felis ketika ia mengetahui maksud dari pangeran Hasper.


Kami melihat ke arah sebrang ternyata ada sekumpulan trol sedang memakan sesuatu.


"Apa mereka sedang memakan manusia?" Ungkap Esmeralda gemetar.


Kami memperhatikan nya lagi. Aku mengambil teropong untuk memastikannya, ternyata benar mereka sedang memakan tubuh manusia. Kami cukup bisa melihat dari sinar rembulan yang cukup terang (Padang bulan).


"Di lihat dari pakaian yang di gunakan seperti pakaian pelayan kekaisaran." Ungkapku sembari memberikan alat teropong ke pangeran Hasper.


"Untung saja mereka tidak melihat kita, jika mereka melihat kita hanya sekilas saja mungkin nyawa kita akan dalam bahaya." Ungkap putri Gazelle menghela nafas.


Bagaimana tidak? Kalian tahu bukan jika troll memiliki tubuh raksasa dengan kulit berwarna cokelat gelap kehitaman serta memiliki penglihatan yang cukup tajam.


Tanpa sadar, putri Esmeralda menginjak sebuah ranting yang membuat trol-trol itu melihat ke arah tempat kami bersembunyi.


Kami bersembunyi di balik pepohonan besar. Jika ku tebak penciuman trol juga sangat tajam dari yang pernah ku lihat di film-film barat kan? Astaga,, mereka mulai berjalan ke arah kami.


"Cepat oleskan tubuh kalian dengan tanah.." Ungkapku seraya mengoleskan tanah ke tubuhku di ikuti yang lain.


"Penciuman trol sangat tajam begitupun dengan pendengaran nya, kita harus berhati-hati." Ungkap Neftaza pelan memperingati kami.


"Dan penglihatan mereka cukup tajam." Ungkap ku membuat mereka bergidik ngeri.


Ku arahkan pandangan mataku ke celah-celah kayu untuk melihat para trol itu. Mereka sedang mengendus-ngendus bau manusia, mereka mulai berjalan melewati sungai itu. Aku terkejut.


"Cepat, kita harus pergi dari sini... Kalian berhati-hati lah, kita harus menuju ke arah sungai itu, mungkin kita bisa menemukan lautan." Ungkapku seraya berlari kecil dari semak-semak di ikuti dengan yang lain.

__ADS_1


"Jangan menimbulkan suara!" Ungkap Neftaza lagi.


Ketika tubuh kami sudah berada sekitar dua ratus meter dari trol itu kami semua mulai berlari sekuat tenaga untuk menjauh dari trol itu. Di saat itulah trol-trol itu melihat kami dari kejauhan karena mencium aroma darah dari luka Neftaza yang terbuka.


"Cepat lari... mereka melihat kita." Ungkap ku seraya berlari. Aku harus membuat rencana untuk pergi dari tempat ini.


Aku melihat seratus meter di depan terdapat Padang rumput yang sangat luas, aku harus mengeluarkan sebuah mobil.


"Lo masih bisa nyetir kan nef?" Tanyaku sembari berlari di dekat Neftaza.


"Gue masih bisa nyetir." Ungkapnya ngos-ngosan.


"Bagus, setiap mobil berisi lima orang ok." Ungkapku lagi. Kemudian mengeluarkan dua buah mobil BMW berwarna hitam di lima puluh meter di depan.


"Pangeran Hasper, pangeran Airen, pangeran Cristaldy serta Gazelle ikuti aku, yang lain ikuti Neftaza." Teriakku ke arah mereka.


Kami berhasil mendekati mobil dan masuk ke dalamnya. Trol-trol itu dengan cepat menyusul kami.


"Cepat masuk..!" Teriakku begitupun dengan Neftaza.


Aku sedikit kesal karena putri Gazelle dan Esmeralda berlari sangat lambat.


"Cepat...!" Teriakku lagi.


Kami hampir tidak mempunyai waktu untuk pergi... Dan...


Brum Brum Brum.....


Mereka berhasil masuk ke dalam mobil. Haish untung saja...


Kami berdua melaju dengan kecepatan penuh, trol-trol itu sedikit melambat dari pergerakan mereka.


"Aku pusing.." Ucap pangeran Cristaldy seraya memegang kepalanya..


"Tahan sebentar...!" Ungkapku seraya melajukan mobilnya agar lebih cepat.


Akhirnya trol-trol itu berhenti, tidak bisa mengejar kami. Walau jalan Padang rumput sedikit bergelombang aku dan Neftaza masih bisa mengatasi nya walau dengan kecepatan penuh. Itu seperti menantang adrenalin kita sebagai pembalap mobil di malam hari. Haha...


Kami berhenti di pinggir sisi hutan. Mereka semua keluar memuntahkan makanan yang mereka makan hari ini.


Jangan lupa like, vote dan komen yah...

__ADS_1


❤️❤️❤️


__ADS_2