
Ku arahkan pandangan mata ku ke sekeliling kamar, aku tidak menemukan keberadaan Casper dan Neftaza di manapun.
"Dimana mereka berdua?" Ungkap ku kepada Hasper yang menyerahkan teropong kepada ku.
"Mereka keluar mencari informasi..." Ungkap nya datar.
"Boleh kah aku keluar Gege?" Ungkap ku memohon kepada nya.
Ia hanya berjalan ke arah kursi tanpa menghiraukan ku. Ia mengeluarkan handphone milik nya dari balik saku nya.
Ia sedang menulis pesan kepada seseorang.
Kembali ku arah kan pandangan mata ku ke arah luar, aku bisa melihat Hasper dan Casper sedang berada di dalam kerumunan menggunakan pakaian serba hitam yang cukup mencolok.
Ku tatap mereka yang berjalan ke arah sebuah tempat yang lumayan sepi di dekat sebuah toko pakaian, tampak Casper membuka sesuatu. Sepertinya ia memegang kotak persegi panjang, oh ia memegang handphone nya.
Ia mengembalikan handphone nya ke dalam saku milik nya, kemudian mereka kembali berjalan ke arah sebuah jalan yang menuju ke restauran tempat pangeran Felis dan pangeran Airen berada.
Casper dan Neftaza berjalan masuk ke dalam restauran itu, dengan cepat aku bisa melihat mereka berdua di lantai dua duduk di dekat meja pangeran Felis dan pangeran Airen.
Sepertinya Casper dan Neftaza ingin memastikan keadaan dari mereka berdua, sebelum menunjukkan diri.
Saat ku arahkan pandangan mataku ke arah lain, aku bisa melihat seseorang yang mencurigakan di salah satu sebuah toko pakaian yang menjadi tempat Casper dan Neftaza berhenti tadi.
Aku memandanginya yang terlihat berjalan tergesa-gesa ke arah restauran yang sama dengan restauran yang di kunjungi mereka berempat.
Seseorang itu berjalan cepat, masuk ke dalam restauran dan terlihat berjalan ke arah pangeran Felis dan pangeran Airen berada. Kedua pangeran itu sepertinya telah mengenal nya, dengan cepat seseorang itu membuka cadar nya.
Pangeran Cristaldy? Sebenarnya apa yang terjadi? Ini cukup membingungkan.
Di lain sisi, aku melihat seseorang lagi menggunakan pakaian serba hitam berjalan dengan terburu-buru ke arah restauran itu.
Jangan-jangan itu pangeran Darren?
Aku menatap laki-laki itu yang berjalan masuk ke dalam restauran dan segera menghampiri mereka bertiga.
Sepertinya Neftaza dan Casper cocok jadi mata-mata? Karena gak di curigai oleh mereka berempat?
Yang benar saja, itu memang pangeran Darren Faxaga yang terlihat sangat berantakan. Benar, mereka berempat terlihat sangat berantakan sepertinya memang terjadi sesuatu dengan mereka semua.
__ADS_1
Aku menatap mereka berempat yang menatap sekitar, kemudian membicarakan sesuatu menggunakan bahasa isyarat.
Saat ku arahkan pandangan mata ku ke arah Neftaza, ia tampak kesal karena tak mendengar apapun dari mereka berempat.
Tanpa berpikir panjang lagi Neftaza memukul meja dan menghampiri mereka berempat yang terdiam mematung menatap Neftaza yang terlihat kesal di balik cadar nya.
Mereka berempat terdiam, kemudian tampak lah Casper yang melerai keadaan.
Cukup lama suasana menjadi aneh, tiba-tiba pangeran Cristaldy beranjak berdiri. Sepertinya ia mengetahui jika mereka berdua adalah orang yang ia kenal.
Namun siapa sangka? Pangeran Cristaldy malah mengeluarkan sebuah pedang dari pinggangnya.
"Hahahaha... Situasi apaan itu? Ini sungguh menghibur ku...."
"Apa yang kau tertawakan?" Ungkap Hasper yang menatap ku datar.
"Gak usah kepo..." ungkap ku mengabaikan nya.
Kembali ku fokuskan pandangan mata ku ke arah mereka, tampak Neftaza menangkis pedang Cristaldy dan memulai ocehan panjang nya.
Tiba-tiba pangeran Cristaldy tak sengaja terjatuh terduduk, jika orang lain tak mengerti permasalahan nya maka mereka akan mengira jika Neftaza sedang membuli nya.
Tiba-tiba pangeran Felis memeluk Casper dengan erat begitupun yang lain, beda lagi dengan Cristaldy yang hanya bisa berdiri melihat kemarahan Neftaza yang sudah memuncak.
Namun keadaan kembali normal, tak beberapa lama kemudian tampak Casper mengajak mereka semua untuk segera pergi dari sana karena tempat itu tidak lah aman.
Ku tatap mereka yang keluar bergantian agar tidak menimbulkan kecurigaan, dengan pangeran Felis dan pangeran Airen yang berjalan ke luar terlebih dahulu, di ikuti pangeran Cristaldy dan pangeran Darren. Yang terakhir adalah Casper dan Neftaza.
"Sepertinya mereka akan kemari Gege..." Ungkap ku menoleh menatap Hasper yang sedang fokus membaca buku.
"Aku akan menyiapkan sesuatu untuk mereka..."
Karena di ruang kamar ini cukup besar, aku akan menyiapkan sebuah tempat yang lebar untuk kedatangan mereka.
Aku mengeluarkan beberapa kursi lagi dan menyiapkan makanan yang banyak untuk mereka.
"Selesai..."
Aku menepuk-nepuk tangan ku melihat hasil karya ku di hadapan ku.
__ADS_1
Ku langkah kan kembali kaki ku berjalan ke arah jendela, aku melihat Casper dan Neftaza yang berjalan santai. Namun aku melihat seseorang mengikuti mereka berdua.
"Gege, lihat lah... Sepertinya mereka berdua dalam keadaan bahaya..." Ungkap ku memanggil Hasper yang masih sibuk membaca buku nya.
Dengan segera ia berjalan ke arah ku. Lagi-lagi ia merebut teropong ku dan melihat ke arah luar.
Aku mengambil handphone ku dan mencoba memberitahukan kepada Neftaza, saat ku arahkan pandangan mata ku ke arah mereka berdua tampak Neftaza menyuruh Casper untuk berhenti di sebuah toko pakaian.
Sepertinya ia sudah memeriksa pesan ku. Tampak seseorang yang mengikuti mereka berdua berjalan santai berada di kerumunan orang.
Cukup lama menunggu, tampak lah dua orang berpakaian aneh keluar dengan santai. Mereka berdua adalah Casper dan Neftaza yang memakai pakaian khas bangsawan kaya. Dan itu berhasil membuat orang yang mengikutinya tidak menyadari nya.
Terdengar seseorang mengetuk pintu kamar ku, aku berjalan ke arah pintu untuk melihat siapa mereka.
Ku arahkan pandangan mata ku ke arah kaca kecil yang berada di samping pintu, aku melihat pangeran Felis dan pangeran yang lain berada di luar pintu. Dengan segera aku membuka pintu nya dan menyuruh mereka untuk segera masuk.
Aku memastikan tidak ada siapapun yang melihat mereka, kemudian aku menutup pintu kamar dengan cepat.
"Bagaimana kabar mu putri Angela?" Ungkap pangeran Darren yang menatap ku tersenyum lega.
"Aku baik-baik saja pangeran..."
Balas ku tersenyum kepadanya.
Ku tatap ia yang berjalan masuk mengikuti yang lain, kembali ku arahkan pandangan mata ku ke arah jendela, aku melihat keadaan sekitar untuk memastikan sesuatu.
Jika seperti ini, aku seperti mata-mata deh... Keren juga, kerjaan nya cuma ngeliat doang, wkwk...
Tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka, tampaklah Casper dan Neftaza masuk dengan beberapa orang berada di belakang nya menggunakan pakaian khas bangsawan dengan memakai cadar yang menutupi sebagian wajah nya.
_
_
_
Jangan lupa like vote dan komen yah guys...
❤❤❤
__ADS_1