
Terdengar suara ringikan kuda yang di tunggangi Hasper. Ia menunggangi kuda hitam itu dengan cepat ke arah sisi matahari terbenam. Ku tatap ia yang sedang fokus menatap sekitar dengan memakai pakaian jubah berwarna hitam pekat yang menutupi seluruh tubuh nya dengan pedang berada di bagian pinggang nya. Sesekali aku melihat nya menoleh ke belakang. Ku tarik tali kuda ku dengan cepat mengikuti Hasper dan yang lain.
Kami sudah menempuh perjalanan selama kurang lebih empat jam, sekarang kami beristirahat di bawah pohon besar yang memiliki beberapa sarang burung di bagian dahan paling bawah. Kami sudah berada di dekat dimana pintu masuk ke benua Rivendell itu berada.
Aku duduk bersandar di dahan pohon besar yang tumbang dengan sebuah air minum berada di genggaman tangan ku. Ku tatap Neftaza yang berdiri seraya mengeluarkan beberapa bungkusan makanan ringan yang ia berikan kepada Hasper maupun Casper.
Kembali berjalan ia mendekat ke arah ku, duduk ia bersandar di dekat ku dengan membawa bungkusan itu. Ia membuka nya dan mulai mengambil satu persatu makanan itu, ia memakan nya dengan santai sembari menatap keadaan sekitar tanpa henti. Suara kunyahan nya terdengar sangat kuat, ia benar-benar mengganggu ku.
Ku tatap Hazel yang terbang ke atas dahan pohon, tak beberapa lama kemudian ia turun menghadap ke arah kami berdua.
"Apa yang kau lihat?" Tanya Neftaza yang masih mengunyah makanan nya.
"Hemmm sesuatu..." Jawab Hazel dengan raut wajah yang tak bisa di tebak dengan mudah.
"Aku tebak itu pohon?"
"Kau begitu pintar hari ini Ella..." Jawab Hazel tersenyum seraya melirik ia ke arah Neftaza.
"Yaakkkk... Aku tak berpikir kau menemukan apapun selain itu." Teriak Neftaza kesal.
"Ha ha ha .... Jelas-jelas kami sedang bercanda."
"Tunggu, kau bilang hari ini? Hanya hari ini?" Teriak ku kembali mengingat ucapan nya tadi.
"Ku tarik ucapan ku, bahkan kau tak pintar sama sekali Ella ha ha ha..." Ia terbang menjauh dari hadapan ku, ingin sekali ku geprek kepala nya tapi sayang dia sungguh berguna.
"Baik lah, lupakan dia... Bagaimana keadaan Ryu? Lalu gimana Lo bisa berkomunikasi lagi dengan nya?"
"Hemmm... Dia baik-baik aja sekarang... Dia belum cerita sedetail banget gitu, dia cuma ngasih tahu aku kalau sihir hitam, hemmm... Sihir kegelapan yang menyerang nya tuh kuat banget, sampai dia terkurung di tempat yang gak bisa buat kami berkomunikasi..."
__ADS_1
"Nah Zu juga gitu tapi aku harus ngebantuin dia buat keluar dari kotak yang tersegel gitu, dan gue nemuin dia di air terjun waktu itu... Yang Lo pada nyariin gue..."
"Hemmm... Hampir mirip, tapi mungkin aja yang nyerang mereka berdua beda orang walau sama-sama punya sihir kegelapan."
"Bisa jadi sih, dan kalau di pikir-pikir lagi berarti orang itu sangat kuat dong, sampai bisa ngurung naga kita sampai sesusah itu Zu dan Ryu keluar."
"Nah, coba tebak siapa penyihir itu?"
"Pangeran Alverdine? Atau pangeran Reverdine?"
"Bukannya pangeran Alverdine punya tugas dari kaisar? Gak mungkin kalau dia mah. Dan kalau pangeran Reverdine belum tau juga, soalnya kan sebelum dia balik ke kaisaran bisa jadi dia ngehampirin bang Andara dulu."
"Hemmm... Kemungkinan lima puluh persen lah..."
"Apa yang kalian berdua bicarakan?" Tukas Casper yang berjalan ke arah kami berdua dengan tangan kanan nya mengambil bungkusan yang berada di dekat Neftaza.
"Kami hanya membahas tentang Ryu dan Zu Gege, kita harus segera pergi kan... Kira-kira kita akan sampai di benua Rivendell petang nanti..." Jawab Neftaza seraya beranjak berdiri ia berjalan ke arah kuda nya.
Tatapan ku teralihkan oleh seseorang yang menunggangi kuda tak jauh dari tempat kami berada, setelah berhasil mendekat laki-laki itu turun dan berjalan mendekat, senyuman hangat terpampang di wajah nya. Menunduk laki-laki itu memberi hormat kepada kami semua.
"Sudah lama tidak bertemu pangeran... Putri Angela dan putri Neftaza... Bagaimana kabar kalian berdua?" Ucap nya, menatap ia ke arah kami berdua dengan senyuman.
"Jika melihat perempuan sikap mu begitu berbeda pangeran Andrew Cleofanza yang terhormat." Ucap Casper yang berdiri tepat di dekat pangeran Andrew si bangsa Elf.
"Ha ha ha... Kau akan tau kesenangan itu pangeran Casper..." Ucap nya, kedua nya saling berjabat tangan.
"Pangeran kau terlihat lebih tua dari terakhir kita bertemu..." Ucap pangeran Andrew yang berjalan mendekat ke arah Hasper. Tatapan Hasper tiba-tiba menjadi begitu dingin dan ia tersenyum smirk.
"Kau mengejek ku pangeran?"
__ADS_1
"Ha ha ha... Aku hanya bercanda pangeran... Bagaimana kabar mu? Kau sama sekali tak berubah seperti yang lain... Mereka semakin cantik." Ucap nya seraya menjabat tangan Hasper namun tatapan nya menatap ke arah ku dan Neftaza bergantian.
"Hentikan tatapan mu itu pangeran, kau sangat menggoda kami..." Ucap ku tersenyum menatap ke arah nya seraya ku tatap Neftaza yang duduk tanpa menghiraukan candaan pangeran Andrew.
"Dia hanya bercanda, ucapan laki-laki selalu bullshit..." jawab Neftaza menatap ke arah pangeran Andrew dengan senyuman tak percaya.
"Kau benar Nefta, kau benar-benar pintar menilai laki-laki seperti itu..." Sambung Casper yang menyetujui ucapqn Neftaza, ia berjalan mendekati kuda nya. Kemudian ia menunggangi kuda nya dalam sekejap mata.
"Sudah lah, lebih baik kita segera pergi sebelum hari semakin petang..." Ucap ku mengakhiri pembahasan itu.
Kami berlima memutuskan untuk segera berangkat dengan mereka bertiga berada di paling depan dengan aku dan Neftaza berada di bagian belakang menatap ke sekitar dengan waspada.
"Bagaimana keadaan di Rivendell?" Ucap Hasper, ia menatap ke arah kanan tepat dimana pangeran Andrew berada.
"Keadaan di sana sedikit mengkhawatirkan... Banyak penyihir dari benua kalian mengunjungi benua kami... Sama seperti kalian mereka mencari bunga mawar api hitam itu." Jelas pangeran Andrew dengan raut wajah khawatir.
"Apakah itu yang membuat mu datang menghampiri kami?" Ucap Casper.
"Benar... Pangeran Deffin sedang sibuk mengurusi hal itu, dia lah yang menyuruh ku untuk segera mencari kalian... Aku datang setelah putri Neftaza memberitahu ku jika kalian akan datang beberapa hari lalu."
"Hemmm... Apakah para penyihir itu benar-benar merisaukan kalian? Apa yang mereka lakukan?" Tanya ku penasaran.
"Mereka mengira kami lah yang menyembunyikan bunga itu, padahal kami sendiri tidak tahu dimana tepat nya keberadaan bunga mawar api hitam itu berada..." Jelas nya lagi seraya menoleh ia ke arah ku.
_
_
_
__ADS_1
❤️❤️❤️