TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 41


__ADS_3

Aku sedang sibuk dengan pikiranku, tiba-tiba terdengar suara Zu memanggilku.


"My lord.."


"Zu, aku bisa mendengar suaramu sedikit jelas"


"My lord, kau hampir keluar dari alam itu, sehingga aku bisa berkomunikasi dengan mu begitupun Ryu dan putri Neftaza."


"Maksudmu? Kami hampir keluar dari alam makhluk-makhluk itu*?"


"Benar my lord. Kalian hanya perlu keluar dari laut menuju ke sisi pulau lainnya. Kalian akan benar-benar keluar dari alam makhluk-makhluk itu."


"Bukankah itu terlalu mudah Zu?"


"Tidak my lord, aku merasakan sihir mereka sedikit memudar sehingga mereka membuka pintu keluar dari laut. Bukankah itu akan sulit terpikirkan oleh akal manusia?"


"Kau benar Zu, aku pun tidak pernah terpikirkan jika jalan keluar nya begitu mudah."


"Tapi Zu, semenjak kami berada di hutan itu kami sama sekali tidak bertemu dengan seekor naga."


"Bukankah ini masih hari ke empat my lord, maka kalian hanya bertemu dengan makhluk-makhluk itu. Naga yang kau bicarakan berada di pusat kekuasaan nya, jika kalian berada di titik pusat itu maka kalian akan bertemu dengannya tanpa bisa pergi lagi dan jika kalian semua masih di hutan pada hari ke tujuh, maka kalian sendiri lah yang mengantar nyawa kepada naga itu"


"Maksudmu jika pada hari ketujuh kami masih berada di sana kami tidak bisa keluar dan malah mengantarkan nyawa sendiri untuk menjadi makanannya?"


"Benar my lord, jalan satu-satunya adalah menuju ke barat dan kau berhasil keluar dari sarang mereka walau kalian mengalami hal yang cukup berbahaya."


"Lalu dimana titik pusat kekuasaan naga itu?"


"Titik pusat itu berada di sisi selatan hutan my lord, dan di sana terlalu banyak makhluk-makhluk dari kecil hingga yang besar. Makhluk-makhluk yang menyerang kalian hanya bagian kecil dari mereka."


"Lebih baik, kalian cepat keluar dari laut itu my lord sebelum mereka mengejar kalian, mereka mengetahui jika ada mangsa mereka yang akan kabur, dan mereka sudah merasakan kehadiran ku."


"Aku akan pergi, semoga kalian beruntung my lord."


Aku segera menghampiri Neftaza yang sedang terdiam di ujung speed boat. Mungkin ia sedang berkomunikasi dengan Ryu.


Aku mengalihkan pandangan mataku ke arah sisi timur. Aku melihat sesuatu terbang ke arah kami. Aku mengambil teropong dari ruang dimensi ku.


Aku mulai melihat makhluk apa yang terbang mengarah ke arah kami.


DEG.

__ADS_1


"Neftaza,, cepat kita harus keluar dari alam ini." Teriakku ke arah Neftaza, ia menoleh ke arahku dengan pandangan yang terkejut. Ia mengerti kemudian masuk untuk mengemudikan Speed boat ini dengan cepat.


Semua tergesa-gesa masuk ke dalam.


"Apa yang kau lihat putri." Tanya pangeran Felis ke arahku.


Ku berikan teropong yang ku pegang kepadanya


"Lihatlah.." Ungkapku seraya menunjuk ke arah sisi timur.


"Makhluk apa itu? burung?" Ungkapnya terkejut kemudian memberikan teropong kepada yang lainnya.


Makhluk itu seperti burung dinosaurus di zaman purba. Aku lupa namanya. Ia memiliki paruh yang sangat kuat, kuku-kuku kaki yang sangat tajam. Bukan hanya makhluk itu, saat aku melihat ke bawah air aku melihat hiu-hiu yang sangat besar dengan gigi tajam ikut berenang ke arah kami.


"Itu sangat menakutkan." Ungkap Gazelle ketakutan.


"Lo tau burung dinosaurus yang ada di kartun Upin Ipin?" Ungkapku menatap Neftaza yang sedang fokus mengemudi kan speed boat.


"Ya gue tau." Ungkapnya masih fokus melihat ke arah depan.


"Jangan bilang, yang ngejar kita burung itu?" Ungkapnya seraya menoleh ke arahku.


"Haha Lo benar, memang burung itu bahkan hiu-hiu yang kita lihat di film barat juga ngejar kita."


"Jangan-jangan ada dinosaurus beneran." Ungkapnya lagi.


"Mungkin.." Ungkapku mengangkat bahuku.


Aku menoleh ke arah mereka yang sedang ketakutan melihat burung-burung dengan jumlah banyak sedang mengejar kami. Ukuran burung-burung itu sebesar manusia dewasa mungkin? Atau lebih besar?


"Dunia kalian memang mengerikan Gege.." Ungkapku menatap ke arah pangeran Hasper yang sedang berdiri melihat ke arah burung-burung itu. Aku mendekati nya.


Ia menoleh ke arahku dengan wajah serius.


"Kau benar Ela, dunia kami memang terlalu mengerikan untuk kami maupun kalian." Ungkapnya dengan raut wajah marah.


"Kau terlalu terlihat santai Ela." Ungkap pangeran Airen mendekat ke arahku.


"Lancang sekali kau memanggil adik ku dengan namanya." Ungkap pangeran Hasper marah. Teriakannya membuat mereka menoleh ke arahku.


"Tenanglah Gege, aku yang menyuruhnya" Ungkapku menenangkan pangeran Hasper.

__ADS_1


"Aku sudah menganggapnya sebagai temanku Gege...!" Ungkapku lagi.


"Maafkan aku jika aku sedikit lancang pangeran." Ungkap pangeran Airen merasa bersalah.


Pangeran Hasper masih marah dengan suatu hal yang sangat sepele.


"Tenang lah Gege,,, aku adalah adik kecil kalian, bahkan para pangeran lebih tua dariku dan Neftaza bukan? Aku merasa sangat risih jika mereka memanggil ku putri." Ungkapku lagi meleraikan amarah pangeran Hasper.


"Baiklah, Gege mengerti." Ungkapnya sedikit tenang.


"Maafkan aku pangeran Airen." Ungkap pangeran Hasper sedikit angkuh.


"Tidak apa-apa pangeran, seharusnya saya tetap memanggil nya putri bukan nama nya." Ungkap pangeran Airen sopan.


"Tidakkah kau dengar jika Ela meminta mu untuk memanggil namanya, kau harus menghormatinya." Ungkap pangeran Hasper tegas. Ia memang laki-laki yang pantas di nobatkan sebagai pangeran.


"Baiklah pangeran." Ungkap pangeran Airen tersenyum.


"Haish... Ini lagi situasi tegang, malah Lo buat Masalah Ela." Teriak Neftaza kesal yang sedang fokus mengemudi.


"Haha, sorry.." Teriakku ke arahnya.


Kami melupakan sesuatu. Kami kembali fokus dengan kenyataan yang menghampiri kami. Makhluk-makhluk itu mulai terbang mendekat membuat kami sedikit ketakutan.


Aku menghampiri Neftaza untuk membantunya mencari pintu keluar kekuasaan alam ini. Kami melihat-lihat ke arah pulau di depan kami. Aku melihat sebuah cahaya bersinar agak jauh dari speed boat kami.


"Itu pintu keluarnya Nef, cepatlah...!" Teriakku ke arahnya.


"Gue dari tadi juga udah kenceng nyetirnya, Lo diem aja deh.. Pantau makhluk-makhluk itu sebelum sampai ke speed boat kita." Ungkapnya kesal seraya fokus menambah kecepatan.


"Kalian, keluarkan pistol. Tembak mereka yang mulai mendekat." Ungkapku.


Para pangeran mulai keluar untuk menembak makhluk-makhluk itu sebelum mendekati speed boat kami.


Dor dor dor.. Suara berisik yang di keluarkan oleh pistol itu. Aku, Gazelle dan Esmeralda menembak ke arah hiu-hiu itu. Daging mereka terlalu tebal sehingga peluru yang mengenai mereka tidak membuat mereka mati. Bukan Angela jika aku menyerah begitu saja.


Kami menembak dengan membabi buta ke arah makhluk-makhluk itu, kami hanya berhasil membunuh beberapa makhluk itu.


"Neftaza, cepatlah. Mereka terlalu banyak." Teriakku seraya masih menembak ke arah hiu-hiu itu.


(Apakah mereka bisa keluar dari kejaran para makhluk-makhluk itu? Atau mereka akan mati mengenaskan di makan oleh hiu dan burung dinosaurus itu? )

__ADS_1


Jangan lupa like vote dan komen yah...


❤❤❤


__ADS_2