
Dua puluh menit telah berlalu, kami tak menemukan sesuatu yang mencurigakan tapi tak juga melihat Hazel kembali. Kami berdua menjadi semakin gelisah.
Jika kami memutuskan untuk mendekat, maka itu akan semakin berbahaya untuk semua nya. Menunggu memang suatu hal yang sangat membingung kan.
"Kenapa kalian di sini?" Ungkap seseorang yang mengejutkan kami berdua.
"Hazel pergi ke sana." Balas ku, seraya menunjuk ke arah perkemahan pangeran Reverdine Bleferald.
"Astaga... Kenapa Hazel pergi begitu saja?" Ucap Gazelle ikut panik.
"Kenapa kalian tak mencegah nya?" Ucap nya lagi, aku dan Neftaza hanya menatap nya bingung. Kami memang mengkhawatirkan Hazel tapi ketika melihat cara Gazelle khawatir kami hanya bisa terdiam, kenapa dia seperti sahabat dekat Hazel daripada kami?
"Dia yang ingin pergi, kami mempercayainya." Balas Neftaza, ia duduk dengan tenang di tempat duduk nya.
"Baiklah... Baiklah... Aku percaya kepada nya..." Tukas Gazelle seraya ia merilekskan tubuh nya dengan menarik nafas sedalam-dalamnya kemudian ia mengeluarkan nya dengan perlahan.
Ia duduk di kursi yang lain yang berada di dekat kami, ia ikut menunggu Hazel tanpa mengucapkan sepatah kata apapun.
"Kenapa kau keluar?" Tanya ku, menoleh ke arah Gazelle. Ia menatap ke arah senapan yang ada di atas meja samping ku.
"Aku tak bisa tertidur, maka nya aku keluar putri..." Ucap nya mengalihkan pandangan nya ke arah ku.
"Bagaimana dengan latihan mu selama ini putri?" Tanya ku penasaran.
"Aku sudah menguasai beberapa dari yang di ajarkan kalian." Ucap nya tersenyum senang.
"Bagus lah putri... Kau harus menjada dirimu sendiri dengan baik." Ucap ku tanpa menatap nya, ia hanya berdehem pelan. Mungkin ia tersenyum.
Kami bertiga kembali terdiam, tak ingin mengucapkan apapun. Kami hanya ingin segera melihat Hazel dengan selamat, namun ia tak kembali setelah satu jam kami menunggu.
"Sudah hampir jam sepuluh malam." Ucap Neftaza pelan, aku menoleh menatap nya. Ia menatap sebuah jam tangan yang melekat di tangan kiri nya, ia terlihat sedikit gelisah namun ia juga terlihat menyembunyikan perasaan itu.
"*Zu..."
"Apa kau mendengar ku*?"
__ADS_1
Aku memanggil nya, tapi tak menerima jawaban apapun dari nya. Apakah dia pergi sejauh itu? Atau ada sesuatu yang terjadi pada nya?
"Nef... Lo ada komunikasi sama Ryu? Zu gak menjawab ku." Ucap ku, seraya menyentuh tangan kiri nya. Ia menoleh ke arah ku dengan mengernyit kan dahi nya.
Sedetik kemudian ia memejamkan mata, ia berbicara dengan Ryu. Ia membuka mata nya dan menatap ke arah ku dengan santai.
"Aku bisa memanggil nya." Ucap nya santai.
"Ada apa dengan Zu? Sampai dia gak bisa menjawab mu?" Ucap Neftaza.
"Entah lah.. Gue harap mereka baik-baik saja..." Jawab ku sedikit tenang.
"Siapa Zu dan Ryu putri? Aku tak pernah mendengar nya?." Tanya putri Gazelle, aku menoleh ke arah nya.
"Kau akan mengenal nya nanti..." Ucap Neftaza dingin.
"Baiklah..." Balas Gazelle tenang.
Sekali lagi kami menunggu selama tiga puluh menit, tapi Hazel belum kembali sampai saat ini. Aku hanya mendengar keheningan, tanpa keributan sesuatu yang berarti.
Saat ku arah kan pandangan mata ku menatap ke arah Gazelle, aku melihat nya yang terkantuk-kantuk, bahkan ia menahan nya.
"Baik lah putri, aku akan kembali ke kamar ku..." Ucap nya tersenyum, kemudian ia sedikit menunduk dan berjalan masuk ke dalam mansion.
"Putri yang manja..." Ucap Neftaza sinis.
Dia memang seperti itu, sikap nya berubah-ubah sesuai kondisi keadaan.
"Zu... Dimana kalian? Kenapa kau tak bisa mendengar ku?"
Lagi-lagi aku tak menerima balasan dari Zu, sebenarnya ada apa dengan nya? Apa yang terjadi? Tidak mungkin sesuatu terjadi kepada mereka bukan? Tenang lah, mungkin hanya perasaan ku yang sedikit berlebihan.
Kembali ku ambil teropong ku dan ku arah kan ke arah perkemahan mereka, setelah beberapa detik aku melihat sinar cahaya yang terbang ke arah ku dengan cepat dan saat itu pula keributan di perkemahan itu terjadi.
"Apa yang terjadi?" Ucap Neftaza bingung, kami berdua beranjak berdiri memperhatikan perkemahan mereka yang mulai berantakan dengan beberapa orang terlihat berteriak kesakitan.
__ADS_1
Cahaya yang ku yakini adalah Hazel mulai mendekat ke arah kami, aku sedikit terkejut ketika perkemahan itu terbakar dengan api yang sudah mulai membesar. Suara teriakan mereka sampai terdengar ke arah kami.
"Apa yang terjadi?" Teriak seseorang yang berlari dari arah belakang ku, aku menoleh ke arah nya. Ia adalah pangeran Darren dan pangeran Crystaldy yang sudah siap siaga membawa sebuah pedang di tangan kanan nya.
"Lihat lah kekacauan itu..." Ucap ku, aku menatap ke arah cahaya yang mulai meredup di atas rerumputan tak jauh dari kami.
Aku dan Neftaza segera berlari ke arah nya, aku melihat Hazel yang terluka parah dengan sayap nya sedikit patah.
"Apa yang terjadi dengan mu Hazel?" Teriak kami berdua serempak.
"Bawa aku ke dalam..." Ucap nya memohon.
Tangan Neftaza meraih tubuh nya yang terluka parah, aku melihat nya dengan sedikit menyesal. Seharus nya aku tak mengizinkan ia melakukan itu.
Ku tatap orang-orang yang ada di perkemahan itu, aku menatap satu orang yang melihat-lihat ke sekeliling arah. Laki-laki itu adalah pangeran Reverdine Bleferald.
"Apa yang Hazel lakukan Ella? Kenapa kau mengizinkan dia pergi ke perkemahan mereka?" Ucap pangeran Darren serius.
"Aku menyesal telah mengizinkan nya pergi pangeran..." Ucap ku menatap nya dengan kesal.
"Lupakan, lebih baik kalian melihat keadaan Hazel... Aku akan mengawasi mereka." Ucap pangeran Crystaldy melerai.
Aku melangkahkan kaki ku pergi tanpa menjawab ucapan Crystaldy, aku berjalan masuk ke dalam kamar Neftaza dengan pangeran Darren berada di belakang ku tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Sesampai nya di dalam kamar Neftaza, aku menatap ia mencari sesuatu dengan tergesa-gesa di dalam tas nya. Setelah ia menemukan apa yang ia cari, ia memberikan sesuatu kepada Hazel dan Hazel langsung meminum nya dengan cepat.
Tampak Hazel memejamkan mata kemudian tampak lah tubuh nya yang mulai bersinar kembali, luka-luka di tubuh nya mulai menghilang dengan sayap nya mulai membaik.
Setelah beberapa saat, akhir nya Hazel membuka mata menatap ke arah kami semua dengan ia mendudukkan tubuh nya dengan nyaman.
"Aku baik-baik saja... Aku sedikit ceroboh, ketika keluar dari tenda mereka..." Ucap nya merasa bersalah.
_
_
__ADS_1
_
❤️❤️❤️