TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 130


__ADS_3

Seseorang yang mendekap ku memberikan isyarat untuk aku terdiam, ia melepaskan dekapan nya. Aku menoleh menatap nya dengan tatapan kesal karena ternyata dia adalah Neftaza yang juga bersembunyi di sini.


"Apa kau salah informasi Zu?"


"Tidak, my lord..."


Aku menatap nya yang sedang fokus menatap seseorang yang masuk ke dalam rumah itu dengan pergerakan tubuh yang terlihat sangat gelisah.


Aku bisa mendengar dari tempat ku bersembunyi bahwa seseorang yang masuk ke dalam rumah itu berbicara sesuatu kepada seseorang yang berada di sana.


"Apa kau menemukan sesuatu?" Ucap seorang laki-laki dengan suara berat.


"Tidak kek..." Ucap laki-laki yang ku yakini adalah laki-laki yang masuk ke dalam rumah itu.


"Tapi aku mendengar di kerajaan Rosewaltz kita bisa hidup dengan nyaman dan bahagia..." Ucap laki-laki itu lagi.


Aku hanya menatap Neftaza yang juga menatap ku seraya mengernyit kan dahi nya.


"Lalu, bagaimana kita akan keluar dari sini? Apa kau lupa, kita adalah buronan kerajaan..." Ucap kakek itu yang terdengar sangat marah.


Apa yang mereka lakukan, sampai menjadi buronan kerajaan?


"Aku akan mencari cara untuk keluar dari kerajaan ini kek..." Ucap laki-laki itu dengan penuh tekat.


Aku tak mendengar lagi pembicaraan mereka, suasana kembali sepi dan tenang.


Sekarang aku tau alasan mereka tinggal di hutan yang sangat jauh dari pusat kota ataupun pedesaan. Karena kehidupan mereka terancam yang mengharuskan mereka untuk tinggal di sini.


"Dimana yang lain?" Ucap Neftaza yang membuat ku menyadari sesuatu.


"Ahhh... Aku meninggalkan mereka di tempat kita jatuh..." Ucap ku menatap nya takut.


"Apa Lo beg* El? Astaga..." Ucap nya kesal seraya beranjak berdiri meninggal kan ku sendiri di sini. Ia berjalan ke arah tempat dimana mereka berada.


Apa aku harus menunggu mereka? Baiklah...


Kembali ku tatap rumah itu yang sangat sepi seperti tak terdengar aktivitas apapun dari dalam. Aku berjalan ke depan seraya memutuskan untuk menemui mereka, tanpa lupa pula aku menggunakan cadar.


Tok... Tok... Tok...


Aku mengetuk pintu dengan cukup keras seraya ku perhatikan daerah sekitar yang membuat ku sedikit merasa ketakutan.


"Siapa?" Ucap laki-laki itu berada di balik pintu.


"Ah... Maaf tuan, aku tersesat..." Ucap ku dengan suara ketakutan.


Aku tak salah kan? Aku memang tersesat dan ketakutan.


Dengan ragu laki-laki itu membuka pintu dan tampaklah seorang laki-laki yang sangat tampan berada di hadapan ku.

__ADS_1


OMG, kenapa aku selalu menemukan pria-pria tampan di dunia ini? Ah...


"Dev, silahkan nona itu untuk masuk..." Terdengar suara kakek dari dalam.


Tanpa bicara, laki-laki itu menarik ku seraya menutup pintu dengan cepat. Seperti nya ia sedang ketakutan.


Aku terkesiap ketika melihat kakek yang terdengar sangat kuat suara nya ternyata sedang jatuh sakit, berbaring di atas sebuah tempat tidur yang berada di ruangan depan.


Perasaan, tadi aku gak lihat ada orang deh di ruangan ini!!! Apa kakek itu pindah ke tempat itu?


"Maaf nona... Bagaimana anda bisa tersesat sejauh ini?" Ucap kakek itu menatap ku tersenyum.


Sepertinya mereka orang baik...


"Aku di kejar oleh sekumpulan orang jahat kakek, sehingga aku bisa sampai di sini..." Ucap ku sedih.


"Tapi, aku tidak sendirian... Aku hanya berpisah dari saudara ku..." Ucap ku lagi.


Apa ini sebuah drama?


"Apa kau berkata jujur nona?" Ucap laki-laki itu yang menatap ku dengan tatapan tajam nya.


"Kau tak perlu begitu kasar kepada nona ini..." Ucap kakek itu dengan sabar.


"Apa kau hanya berdiri tanpa ingin duduk nona?" Ucap laki-laki itu menatap ku penuh curiga.


Dasar sialan nih orang...


"Kau bisa beristirahat di sini nona..." Ucap kakek itu tersenyum.


"Terimakasih kek..."


Ku tatap kakek itu yang beranjak turun di bantu oleh laki-laki itu dengan pelan masuk ke dalam kamar yang berada di balik dinding ruangan ini.


Beberapa detik kemudian laki-laki itu keluar dari kamar seraya duduk di tempat nya tadi menatap ku dengan lekat.


"Apa kau benar-benar tersesat nona? Kau tidak membohongi kami bukan?" Ucap nya penuh curiga.


Apa dia sebegitu takut nya?


"Aku tidak berbohong pada mu..." Ucap ku meyakin kan nya.


"Nama ku Ela, aku dari kerajaan Rosewaltz..."


Ia terkejut ketika mendengar kalau aku dari kerajaan yang ingin mereka datangi.


"Kerajaan Rosewaltz? Apa yang kau lakukan di kerajaan Neverlanz sampai tersesat seperti ini?" Ucap nya masih menyimpan rasa curiga yang tinggi.


"Aku hanya pergi berlibur namun keadaan nya menjadi seperti ini..."

__ADS_1


"Kau hanya tersesat bukan?" Ucap nya lagi.


Aku mengangguk.


"Saudara-saudara ku akan segera menemukan ku, tenang lah... Aku tak membohongi mu..."


Ia hanya terdiam menatap ku dengan datar.


Aku hanya duduk termenung melihat jarum jam yang baru menunjukkan pukul sebelas malam, namun mereka belum menemukan ku juga. Aku sedikit mencemaskan mereka sekarang.


Sebenarnya mereka ada dimana sih? Gak mungkin mereka dalam bahaya kan?


Aku menunggu dengan perasaan gelisah, sesekali aku beranjak berdiri melihat ke luar jendela mencari keberadaan mereka di dekat rumah ini, namun aku sama sekali tak melihat nya.


"Mereka pasti akan menemukan mu nona..." Ucap laki-laki itu sopan.


What? Ada apa dengan nya?


Aku hanya tersenyum menoleh menatap nya.


"Nama ku Adevan nona..." Ucap nya tersenyum ramah pada ku.


"Adevan? Kau bisa memanggil ku Ela tuan Adevan..."


Kembali ku tatap keluar jendela, aku bisa melihat dari kejauhan terdapat beberapa obor api yang mulai terlihat berjalan ke arah ku. Dengan samar-samar aku bisa melihat Hasper yang memegang salah satu obor di tangan kanan nya.


Dengan cepat, aku membuka pintu dan menunggu mereka yang sudah sampai di depan rumah ini.


"Itu mereka..." Ucapku menoleh ke arah nya.


"Baguslah..." Ucap nya beranjak berdiri berjalan ke arah ku.


Ku tatap raut wajah mereka semua yang terlihat sedang marah kepada ku.


"Apa kau gila Ela? Kau meninggalkan kami tanpa bicara..." Ucap Hasper memarahi ku.


"Ahhh... Jangan marah dong... Kakek sedang tidur..." Ucap ku memberikan isyarat.


Laki-laki yang di panggil Dev oleh kakek tadi menyuruh kami untuk duduk di teras rumah, kemudian ia memanggil kakek dan duduk bersama dengan kami di sini.


Jika ku perhatikan, laki-laki itu sangat lah baik hanya saja tatapan nya terlihat sangat menakutkan. Mungkin kah ia hanya waspada? Ya tentu saja... Mereka adalah buronan bukan?


_


_


_


Jangan lupa like vote dan komen yah guys...

__ADS_1


❤❤❤


__ADS_2