TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 143


__ADS_3

Matahari sudah terbit sejak tadi, aku berjalan menatap ke arah Hasper yang sedang duduk di sudut kamar, ia sedang berbicara dengan Hazel yang duduk di atas sebuah meja yang ada di samping nya.


"Apa yang harus kita lakukan? Bukan kah mereka menginginkan sesuatu yang sangat berharga bagi mu?" Terdengar Hazel berbicara dengan nada yang sedikit serius.


Apa maksudnya?


"Apa kau menyembunyikan sesuatu dari ku Gege?" Ucap ku berdiri di hadapan nya, ia mengalihkan pandangan mata nya dari ku.


Hazel yang melihat ku menutup mulut nya dengan takut, ia membungkam mulutnya dengan bersembunyi di balik lengan kiri Hasper.


Ini pasti hal yang sangat serius...


"Baiklah, seperti nya Gege belum bisa memberitahukan alasan nya kepada ku..." Ungkap ku seraya berbalik pergi.


Namun saat pandangan mata ku menatap sekitar, mereka semua menatap ku dengan diam. Tatapan mata nya seperti mengatakan ada sesuatu yang membuat ku seharus nya tidak mengetahui nya tapi aku memang harus tau hal apa yang membuat mereka diam tanpa menjelaskan apapun.


Aku menatap ke arah Neftaza yang mengedikkan bahu nya ketika tatapan kami bertemu.


"Ada apa dengan kalian?" Ungkap ku menatap mereka bergantian.


Mereka menggeleng dengan bersamaan. Saat mata ku menatap ke arah Casper, ia tak menatap ku namun ia sedang sibuk melakukan sesuatu untuk tak bertatapan mata dengan ku.


Sialan...


Aku beranjak berjalan ke arah tempat duduk ku yang berada di samping Neftaza. Aku terduduk dengan rasa kesal yang sangat menjengkelkan ku.


"Zu... Apa kau mendengar ku? Sebenarnya apa yang mereka sembunyikan dari ku?"


"My lord, alasan kenapa mereka semua terdiam adalah kau my lord..."


"Maksud mu?"


"Seseorang yang di temui Hasper adalah tangan kanan pemimpin perompak, salah satu syarat nya untuk menyetujui masalah pemberontakan yaitu Hasper harus menyerah kan adik nya kepada pemimpin perompak my lord..."


"Jadi maksud mu, aku?"


"Benar my lord..."


"Sialan... Kau naga ku bukan? Apa yang kau lakukan jika aku menyetujui persyaratan itu?"


"Aku akan membuat mereka hancur berkeping-keping jika mereka mengganggu mu my lord, kau tau kau adalah tuan ku yang seharusnya keselamatan mu adalah tanggung jawab ku..."


"Benarkah? Kau memang yang terbaik. Aku mempercayai mu..."


"Apa aku harus menghancurkan mereka my lord?"


"Hemm... Tunggu dulu, aku akan menyetujui persyaratan mereka. Jika mereka benar-benar melakukan hal-hal yang kurang ajar kau bisa menghancurkan mereka Zu..."

__ADS_1


"Baiklah my lord. Perintah mu adalah mutlak untuk ku...."


Apakah ia benar-benar mengkhawatirkan ku? Apa dia begitu bodoh, tak mengetahui siapa diri ku? Ia tau bukan jika aku memiliki Zu?


Pandangan mata ku menatap mereka semua yang terdiam tak seperti biasa nya. Mereka masih saja belum mengatakan persyaratan yang di ajukan pemimpin perompak kepada Hasper. Apa aku harus menjawab tanpa di tanya?


Haishhh....


"Nef..." Panggil ku mengejutkan semua orang.


"Kalian aneh, seperti aku sengaja mengejutkan kalian..."


Neftaza hanya menoleh menatap ku dengan tatapan penasaran.


"Ada apa? Lo udah tau kan alasan kami diam?" Ucap nya menatap ku malas.


Aku beranjak berdiri seraya menatap mereka semua.


"Hemm... It's ok, aku menyetujui persyaratan mereka..."


"Apa kau bodoh?" Ucap Hasper yang berjalan ke arah ku dengan tergesa-gesa.


"Apapun yang terjadi aku tak akan menyerah kan diri mu kepada mereka..." Ucap nya lagi.


"Haishhh... Lupakan kekhawatiran Gege ok... Apa Gege lupa siapa yang selalu menyelamat kan kita?" Ucap ku tersenyum menatap nya.


"Apa kau yakin?" Ungkap nya yang tiba-tiba berjalan lebih mendekat.


"Apa maksud mu pangeran? Apa kau akan menyerahkan Ela kepada pemimpin sialan itu?" Ucap Airen marah, begitupun yang lain.


"Kau bisa tanyakan kepada nya..." Ucap Neftaza yang memainkan gadgetnya.


Astaga, ini situasi darurat tapi sempat-sempatnya dia main gadget.


Mereka semua menatap ku dengan penuh pertanyaan, aku kembali duduk di kursi ku seraya menarik nafas sedalam-dalamnya. Sepertinya aku harus mengenalkan Zu kepada mereka.


"Zu, kau mempercayai ku bukan? Apa kau tidak masalah jika mereka mengetahui keberadaan mu dan Ryu?"


"Tidak masalah my lord, mereka adalah teman mu, aku mempercayai mu..."


"Terimakasih Zu..."


Aku menatap Felis yang menatap ku dengan tatapan yang sangat menyeramkan.


"Apa yang kau rencanakan? Apa maksud mu kau ingin menyerahkan diri mu kepada mereka?" Ucap nya terus terang.


"Apa kau bodoh Ela, laki-laki sialan itu adalah pemimpin perompak. Kemungkinan besar mereka hanya memperalat mu, kau akan di jadikan salah satu gundik nya..." Ucap Gazelle marah.

__ADS_1


"Astaga... Sebelum mereka melakukan itu, bukan kah kalian ada? Terutama Hazel, bukan kah kau bisa membunuh nya hanya dengan gumpalan serbuk asap racun mu?" Ucap ku menatap Hazel yang sedang duduk di atas pundak Casper.


"Apa kalian tidak mengingat sama sekali, aku mempunyai teman yang selalu membantu kita... Apa kalian melupakan itu?" Mereka hanya terdiam.


"Ya aku tau... Kami semua tau jika kau memiliki teman yang membantu kita, bukan kah itu Hazel?" Ucap Esmeralda yang menatap Hazel.


"Hazel memang teman ku, ia memang membantu kita tapi di saat kita mengalami kesulitan yang sangat besar... Apa kalian mengingat jurang itu? Apakah kalian tak pernah berpikir bagaimana Hazel melakukan itu? Dia adalah peri kecil yang kekuatan nya melemah... Bagaimana bisa dia membantu kita dengan kekuatan itu?"


"Aku mempunyai teman yang sangat luar biasa, bahkan Neftaza mempunyai teman yang sama seperti ku..." Ucap ku seraya menatap Neftaza yang menatap ku dengan tatapan kesal nya.


"Apakah aku harus memberitahukan keberadaan Ryu kepada mereka? Bukan kah Zu sudah cukup?" Ucap nya menatap ku, kemudian ia menatap mereka bergantian.


"Sebenarnya apa yang kalian berdua bicarakan?" Ungkap Darren bingung.


"Benar, apa kalian berdua ingin mengatakan sesuatu? Maka cepatlah katakan..." Ucap Cristaldy kesal.


"Hufthhh... Mereka teman mu bukan? Sangat menyebalkan..." Ucap Neftaza kesal.


"Kalian percaya naga?" Ungkap ku serius.


"Naga? Mereka hanya ada dalam legenda..." Jawab Gazelle mengerutkan dahi nya.


"Astaga, apa kalian lupa kita hampir mati ketika berada di alam milik naga kaisar..." Ucap Neftaza sedikit berteriak.


"Maaf. Aku melupakan itu..." Ucap Gazelle menunduk.


"Bagaimana bisa kau melupakan hal yang membuat nyawa mu hampir hilang Gazelle?" Teriak Neftaza kesal.


Kenapa mereka malah berantem sih? Kayak nya Rianda lagi PMS deh...


"Lebih baik kalian semua diam..." Teriak Hazel kesal.


"Bukan saat nya untuk berdebat Neftaza, ini bukan waktu nya kau marah..." Ucap nya lagi.


Mereka semua terdiam, mendengar teriakan Hazel yang terngiang-ngiang di telinga mereka.


_


_


_


Yuhuuu...


Jangan lupa like vote dan komen yah...


❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2