TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 80


__ADS_3

Seseorang yang masuk itu adalah pangeran Deffin dengan kesatria pribadinya. Mereka masuk dengan tergesa-gesa, jika di lihat dari raut wajah pangeran Deffin ia sedang mengalami sebuah kebimbangan.


Tampak pangeran Deffin duduk di sebuah kursi yang memiliki ukiran-ukiran indah berwarna emas terang. Dengan kesatria pribadinya berdiri di samping nya dengan membawa sebuah pedang yang ia kenakan di pinggang nya.


"Apa yang harus aku lakukan? Apa aku harus mempercayai adik ku, pangeran Andrew? Tapi aku sangat mempercayai menteri Hagrit, itu sangat tidak mungkin jika ia berkhianat..." Ungkap pangeran Deffin berbicara kepada kesatria pribadinya.


"Pangeran hanya perlu yakin dengan hati pangeran, tapi saya juga berharap jika pangeran bisa mencari buktinya terlebih dahulu sebelum pangeran menyesal." Ungkap kesatria pribadi nya yang berdiri tegap menghadap arah yang sama dengan pangeran Deffin.


"Tapi selama ini, aku tidak melihat sesuatu yang di katakan pangeran Andrew, apakah ia berbohong? Tapi itu sangat tidak mungkin, aku sangat mengenal siapa adik ku.." Ucap pangeran Deffin frustasi.


Kedua gadis itu, Angela dan Neftaza hanya saling pandang mendengar ucapan pangeran Deffin yang sedang mengalami kebimbangan.


Keduanya mengangguk dan muncul di hadapan pangeran Deffin. Mereka terkejut, dengan segera kesatria pribadi miliknya mengangkat pedangnya di hadapan Angela dan Neftaza.


"Untung leher gue gak ke potong..." Ungkap Neftaza seraya memegang lehernya.


"Apa yang kalian lakukan di sini?" Ungkap pangeran Deffin marah.


"Jangan galak-galak pangeran, kami membawa bukti bahwa ucapan pangeran Andrew adalah kebenaran..." Ungkap Neftaza tenang.


"Kami memiliki bukti, lihatlah ini pangeran..." Ungkap Angela seraya menyerahkan handphone nya yang berisi rekaman tentang pembicaraan menteri Hagrit dan rekannya.


Pangeran Deffin menerimanya dan menonton dengan serius video tersebut, tampak raut wajahnya memerah, ia sangat marah.


"Kurang ajar..." Ungkapnya hampir membanting handphone Angela.


Untung saja Angela gercep (gerak cepat) dan berhasil menyelamatkan handphone nya.


"Huh... untung saja..." Ungkap Angela lega seraya mengelus dadanya.


"Makanya jadi pangeran harus lebih waspada..." Ungkap Neftaza mengejeknya.


Tampak pangeran Deffin melihat Neftaza dengan tatapan marah, manik matanya berubah berwarna merah karena ia sangat kecewa dengan menteri Hagrit yang selama ini dia percaya telah mengkhianati nya.


"Ehh... eh... aku hanya bercanda pangeran..." Ungkap Neftaza gemetaran karena takut dengan tatapan pangeran Deffin.


"Tenang pangeran..." Ungkap kesatria pribadinya menenangkan kemarahan Pangeran Deffin.


"Seseorang yang anda cintai bukanlah seseorang yang mencintai anda dengan tulus bahkan ia melakukan hal yang sama terhadap pangeran Alendra..." Ungkap Angela seraya menyerahkan kembali handphone nya, dia mencari video dimana ia melihat Ervada berkeliaran di istana pangeran Alendra.


Kemarahan pangeran Deffin sudah memuncak, sangat sulit untuk di kontrolnya. Kemudian Angela dan Neftaza ada ide untuk memberikan nya sebuah ice cream rasa cokelat.

__ADS_1


Neftaza memberikan ice cream itu kepada pangeran Deffin. Awalnya pangeran Deffin membuang ice cream itu tapi Neftaza kembali mengeluarkan ice cream lain dari ruang dimensinya.


Neftaza memaksakan ice cream itu ke dalam mulut pangeran Deffin, jadi sekarang muka pangeran Deffin sangat belepotan.


"Astaga Nefta..." Ungkap Angela sedikit takut.


"Gue punya sepupu kok bar-bar banget sih..." Benak Angela.


"Kalian..." Teriak pangeran Deffin keras, namun manik matanya kembali berubah menjadi hitam pekat.


"Ah syukurlah..." Ungkap Angela lega seraya mengelus dadanya.


Tampak raut wajah pangeran Deffin kembali normal, ia menjilat ice cream yang ada di sekitar bibirnya dan merasakan rasanya. Dengan tiba-tiba dia mengambil ice cream yang ada di tangan Neftaza, ia melum*tnya dengan perlahan tapi pasti.


Angela dan Neftaza hanya tersenyum bahwa mereka merasa kalau pangeran Deffin lupa menjaga image nya... Dia benar-benar lupa.


Sedangkan kesatria pribadinya hanya melihat nya melongo, ia hanya bisa membenak di dalam hatinya... Pangeran yang selama ini ia jaga masih memiliki sikap seperti ini? sangat luar biasa. Itulah yang ia pikirkan.


Cukup lama pangeran Deffin menghabiskan ice creamnya dan tersadar akan sikap nya yang tidak mencerminkan seorang pangeran bangsa elf. Dia seorang Elf penyuka ice cream rasa cokelat... (Bakal jadi legenda nih wkwk...)


"Maafkan aku..." Ungkapnya malu.


"Tidak apa-apa pangeran..." Ungkap Angela tersenyum.


Sedari tadi ada seseorang yang bersembunyi di sudut ruangan mendengarkan apa yang di katakan pangeran Deffin. Tampak dari raut wajahnya ia merasa lega karena pernyataan pangeran Deffin yang membuatnya senang.


"Tidak masalah pangeran... Sekarang kita sudah mengetahui kebenaran nya..." Ungkap seseorang yang tiba-tiba keluar dari persembunyian nya. Ia adalah pangeran Andrew.


Pangeran Deffin hanya bisa menatapnya penuh perasaan bersalah, ia hanya bisa menatap nya tanpa bisa berkata apa-apa selain kata maaf.


"Maafkan aku, adikku..." Ungkapnya menatap sendu kepada pangeran Andrew.


"Aku sudah memaafkan mu sejak lama pangeran..." Ungkap pangeran Andrew tersenyum hangat.


Mereka berdua berpelukan setelah sekian lama mengalami pertengkaran.


"Terimakasih kalian sudah membantuku..." Ungkap pangeran Andrew kepada Angela dan Neftaza.


"Itu adalah sebuah kehormatan bagi kami untuk membantu kalian pangeran..." Ungkap Angela dan Neftaza berbarengan.


Pangeran Andrew dan pangeran Deffin tersenyum melihat senyum tulus dari mereka berdua.

__ADS_1


"Sekali lagi terimakasih..." Ungkap pangeran Deffin.


Angela dan Neftaza sudah berhasil memberitahukan tentang pengkhianatan menteri Hagrit, selebihnya para elf yang bersangkutan yang akan menyelesaikan permasalahan itu.


Angela dan Neftaza kembali ke kamar untuk bertemu dengan Hasper dan Casper, mereka akan memberitahukan kabar baik kepada Hasper dan Casper bahwa mereka telah berhasil.


Ceklek....


Suara pintu terbuka, tampak Hasper dan Casper berdiri menunggu kedatangan kedua adiknya.


"Bagaimana? Kalian berhasil bukan?!" Ungkap Hasper menghampiri mereka berdua.


"Maafkan kami Gege..." Ungkap Angela akting.


Tampak raut wajah Hasper dan Casper tiba-tiba kehilangan semangat nya, karena Angela dan Neftaza melihat raut wajah Hasper dan Casper yang terlihat lucu, mereka tidak bisa menahan tawanya. Akhirnya mereka berdua tertawa terbahak-bahak membuat Hasper dan Casper kebingungan.


"Kami berhasil Gege... Kita berhasil..." Ucap Angela tersenyum.


"Maafkan kami,,, kami hanya bercanda..." Sambung Neftaza.


Raut wajah Hasper dan Casper berubah menjadi lebih kesal karena mereka merasa di bohongi oleh kedua adiknya. Mereka beranjak berbalik duduk di kursi karena kesal.


"Apaan sih... Gege kayak anak kecil, gemesin..." Ungkap Neftaza menetralkan suasana yang canggung.


"Iya-iya kami salah... Maafkan kami, jangan marah..." Ungkap Angela menghampiri mereka.


Tiba-tiba...


"Wahahaha..." Hasper dan Casper tertawa terbahak-bahak karena berhasil mengerjai kedua adiknya dengan sukses.


"****, gue di boongin." Benak Neftaza


"Sialan, gue tertipu*." Benak Angela.


Mereka tersenyum bahagia karena semua rencana telah berhasil tanpa ada kendala sedikit pun.


-


-


Jangan lupa like vote dan komen yah guys...

__ADS_1


Selamat membaca guys...


See you 😍😍❤❤❤


__ADS_2