TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 61


__ADS_3

Ku rasakan tubuhku yang terbaring lemas dengan kepalaku yang sangat terasa pusing. Aku ingin membuka mataku namun aku kesulitan. Aku mendengar samar-samar seseorang berbicara di dekat ku.


Ku rasakan tubuh ku terangkat di gendongan seseorang, aku bisa merasakan nya namun aku tidak bisa melihatnya. Aku sudah sadar tapi aku tidak bisa membuka mataku. Aku terlalu lemah untuk menggerakkan tubuhku maupun melihat.


Mereka mau membawa ku kemana? Apa yang terjadi. Seakan-akan mereka membawa ku terbang dengan cepat karena ku rasakan semilir angin mengenai tubuhku yang penuh dengan luka. Sesekali ku rasakan perih yang menyerang tubuh ku.


Apa mereka adalah Elf? Akan sangat berbahaya jika mereka membawa kami. Tapi apa yang harus aku lakukan? Bahkan aku tidak bisa bergerak sama sekali. Sekarang aku hanya pasrah dengan apa yang akan terjadi kepada ku.


Tapi bagaimana dengan Hasper, Casper dan Neftaza... Apa yang terjadi dengan mereka? Ya Tuhan tolong aku.


Cukup lama ia membawa ku pergi, sampai ku rasakan ia berhenti di suatu tempat dan membawa ku dengan berjalan. Ku rasakan suasana dingin yang cukup membuat ku sedikit menggigil.


Ia perlahan meletakkan tubuh ku di atas sebuah tempat yang lumayan lembut mengenai kulit ku. Ku dengar ia meminta seseorang untuk membasuh tubuh ku yang penuh dengan keringat maupun darah.


Ku rasakan lagi seseorang membantu ku membersihkan tubuh, ia merawat ku dengan sangat telaten. Aku tidak mendengar suara orang yang membawa ku tadi, mungkin ia sudah pergi.


Beberapa saat kemudian perempuan itu selesai membersihkan tubuhku, kemudian terdengar seseorang masuk lalu mendekati ku. Ia mengobati lukaku. Ku rasakan perih yang amat sangat perih di bagian kepala ku. Entahlah obat apa yang ia gunakan... Aku hanya merasakan perih di awal kemudian semua nya menjadi baik-baik saja.


Kembali mereka pergi meninggalkan ku sendirian di sini, ingin sekali ku buka mata ku namun tubuh ku masih sangat lemas. Aku sangat mengkhawatirkan mereka. Huhhh... Aku sangat lemah.


Aku sedikit mendengar dengan samar-samar bahwa mereka mengatakan, seseorang yang berada di samping ku saat aku terluka mengalami luka yang cukup parah dia bahkan sangat sulit untuk hidup.


Apa yang ku dengar? Ya tuhan... Semoga mereka baik-baik saja. Ku rasakan seseorang sedang menyuapi ku, rasa yang sangat hambar tapi aku menelan nya juga.


Apa yang bisa ku lakukan? Aku hanya bisa merasakan dan mendengar. Membuka mata saja sangat susah. Aku seperti anak kecil yang tidak bisa apa-apa.


------------


Ku buka mata ku perlahan, ku alihkan pandangan mata ku ke sekitar tampak sebuah ruangan kamar yang cukup sederhana, dengan dinding-dinding kamar yang terbuat dari batu berwarna putih.


Ku denger langkah kaki dari luar pintu itu, aku cepat-cepat memejamkan mataku kembali. Ia adalah orang yang sama, orang yang selalu membantu ku. Ku buka mata ku sedikit untuk melihat ia sosok seperti apa.


Dan...


Ia adalah seorang manusia biasa, bukan seorang Elf...


"Uhhhhh...." Lenguh ku terbangun.


"Kau sudah bangun nona..." Ungkap perempuan itu.


Aku hanya pura-pura mengabaikan nya.


"Kamu siapa?" Ungkapku bertanya padanya.

__ADS_1


"Aku adalah pelayan yang merawat nona selama ini..." Ungkap nya menundukkan tubuh nya.


"Aku ada dimana?" Ungkapku seraya melihat sekitar.


"Nona berada di istana Elf..." Ungkapnya.


Dengan seketika aku menoleh ke arahnya, aku terkejut dan sangat terkejut...


"Istana Elf? Bagaimana bisa aku berada di sini?" Ungkapku sedikit takut.


"Tuan menemukan nona sedang terluka di wilayah para Orc..." Ungkapnya seraya memberikan ku sebuah air minum.


"Terimakasih..." Aku meminum air itu dan menghabiskan nya.


Ku serahkan kembali tempat minum yang sudah kosong kepadanya.


"Bagaimana dengan saudara-saudara ku yang lain?" Ungkap ku bergegas berdiri. Namun ia melarang ku dan menyuruh ku duduk kembali.


"Mereka baik-baik saja nona,,," Ungkapnya.


"Dimana mereka?" Ungkap ku tegas.


"Mereka di ruangan sebelah,,, namun mereka belum terbangun..." Ungkapnya sedikit sendu.


"Sudah berapa lama aku tidak terbangun?" Ungkap ku penasaran.


"Tiga hari?" Ungkap ku sedikit teriak.


Lama amat yak....


Ia hanya mengangguk.


"Saya permisi nona..." Ungkapnya seraya berbalik pergi meninggalkan ku sendirian.


Apa yang terjadi? Bukankah Elf dan manusia bermusuhan terus kenapa bibi tadi menjadi pelayan di sini? Bahkan mereka para Elf menolong ku.


Aku akan bertanya dengan bibi itu nanti, yang penting sekarang aku harus menemui mereka saudara ku.


Ku beranjak berdiri perlahan, ku paksakan tubuh ku untuk bergerak karena aku sudah tiga hari pingsan. Sangat kaku.


"Yeayyy... aku bisa."


Kembali ku langkahkan kaki ku keluar dari pintu untuk mencari mereka.

__ADS_1


Tampak di samping kamar ku terdapat tiga kamar yang terpisah, ku buka kamar pertama yang berada di depan kamar ku.


Ceklek...


Terdengar suara pintu terbuka. Ku dorong pintu itu ke dalam, tampak Hasper sedang pingsan berbaring di atas tempat tidur. Aku berjalan menghampirinya.


Lengan nya yang terluka di ikat dengan sebuah kain berwarna putih. Ku arahkan pandangan mataku ke wajah Hasper, terdapat luka-luka kecil karena goresan yang di akibatkan para Orc itu. Bibir nya sangat pucat. Ia belum sadar sampai saat ini. Mungkin ia mengalami luka dalam yang cukup parah, dan itu membuat nya tidak sadar kan diri selama tiga hari ini.


Ku sentuh tangan nya yang terasa sangat dingin.


"Lo bukan vampir kan bang?" Ungkapku tanpa sadar. Aku jadi kangen sama bang Andara.


Ku selimuti tubuh Hasper dengan selimut berwarna putih yang sudah berada di tubuhnya sebelum nya. Ku berbalik pergi keluar kamar untuk mencari Neftaza dan Casper...


Ku berjalan ke arah pintu samping dekat kamar Hasper, ku buka perlahan pintu itu. Tampak Neftaza berbaring di sana...


"Woi bangun..." Teriak ku membangunkan nya seraya menyenggol tangan nya.


Ia bukan wanita lemah, sebenarnya ia pasti sudah sadar semenjak tadi, tapi ia tidur lagi karena yang namanya kebo ya tetap jadi kebo.


"Ahh,,, sakit kampr*t..." Ungkap nya membuka mata nya.


"Yang sakit itu kaki Lo, bukan tangan Lo..." Ungkap ku sedikit kesal.


"Tapi kan tangan gue juga sakit karena terbentur bebatuan..." Ungkapnya mengalihkan pandangan.


"Ah lebay lu..." Ungkapku duduk di kursi yang ada di samping tempat tidur nya.


"Kapan Lo bangun?" Ungkapku tenang.


"Kemaren..." Ungkapnya santai.


"What... Kemaren?" Ungkapku sedikit terkejut.


"Yang sakit kan kaki gue bukan kepala gue, nah kalau Lo yang luka kepala pantes aja lama bangun nya. Sedang kan Hasper sama Casper mereka super parah... lebih wajar lagi kalau mereka bangun nya lama." Ungkapnya seraya menatap ku.


"Iya deh..." Ungkapku pasrah.


-


-


-

__ADS_1


Jangan lupa like vote dan komen yah...


❤❤❤


__ADS_2