TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 105


__ADS_3

Mereka berhasil melepaskan tali yang mengikat kedua tangan nya, namun saat mereka berusaha untuk membuka ikatan tali yang membuat mereka tergantung, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang sangat berat berjalan ke arah kami.


Semua peralatan tampak bergoyang dengan binatang-binatang yang terkurung mengeluarkan suara yang sangat berisik.


Kami berempat sangat ketakutan dengan apa yang akan muncul di balik sebuah pintu besar di sudut ruangan di hadapan kami. Tampak Hasper dan Casper terdiam tidak melanjutkan kegiatannya untuk melihat siapa yang akan datang. Sepertinya mereka akan berpura-pura untuk tetap pingsan.


Krieettt....


Suara pintu terbuka dengan berat, tampak lah sesosok tinggi besar yang membawa beberapa binatang besar seperti banteng dan yang lainnya yang terlihat sangat kecil di telapak tangan nya.


Astaga, aku tidak salah lihat bukan? Itu adalah raksasa. Raksasa yang sangat menjijikan.


Tampak raksasa itu memasukkan tangkapannya ke dalam kurungan yang menjadi tempat kurungan kami sebelumnya.


Raksasa itu berbalik pergi, namun tiba-tiba raksasa itu berhenti karena memikirkan sesuatu.


"Please, jangan sadar..." Ungkap Neftaza memohon.


Kami berdua sangat ketakutan karena jika raksasa itu tersadar bahwa kami tidak berada di dalam kurungan maka ia akan mencari kami kemanapun kami berada.


Ia berhenti seraya mengendus-endus sesuatu, dan berbalik berjalan ke arah lemari tempat kami bersembunyi, apa yang ia endus? Dan apa yang ia cari?


Astaga, aku lupa kalau raksasa memiliki penciuman yang tajam, mereka bisa mencium bau manusia.


Aku dan Neftaza cepat-cepat mengambil parfum dari ruang dimensi dan menyemprotkan parfum ke seluruh tubuh dengan jenis parfum yang tidak menyengat.


Aku memberanikan diri menatap raksasa itu dari celah-celah alat yang sangat besar sebagai tempat perlindungan kami, tampak raksasa masih mengendus-endus di dekat lemari dengan tatapannya menatap sekitar ruangan.


Namun beberapa saat kemudian ia berhenti dan berbalik menatap air rebusannya.


Apapun tolong selamatkan mereka berdua.


Tampak ia melepaskan ikatan tali Hasper dan Casper, terlihat mereka berdua sangat ketakutan karena mereka berdua akan di rebus di air yang mendidih.


Jantung ku dan Neftaza berdetak dengan kencang karena melihat nasib mereka yang sangat sial, aku harus menyelamatkan nya namun apa yang bisa aku lakukan.

__ADS_1


Detik demi detik raksasa itu mengangkat Hasper dan Casper untuk melihatnya lebih dekat sebelum memasukkan mereka berdua ke dalam kuali.


"Hwekkk..."


Kami berdua seakan-akan ingin memuntahkan semua makanan yang kami telan karena melihat Hasper dan Casper di jilat oleh raksasa itu.


Karena perasaan mual itu,vNeftaza tak sengaja membuat pergerakan membuat raksasa itu menoleh ke arah kami.


Kami berdua sangat ketakutan dan memejamkan mata berdoa agar raksasa itu tak menyadari sesuatu.


Aku tidak mendengar apapun sehingga aku memberanikan diri untuk melihat mereka, namun aku sangat terkejut karena aku bisa melihat mata raksasa itu berada tepat di belakang gelas sebagai tempat persembunyian ku.


Keringat dingin bercucuran di tubuh ku begitupun Neftaza yang sudah terlihat sangat gemetaran. Aku memberi isyarat kepada nya untuk tidak bergerak sedikit pun.


Cukup lama kami menahan diri untuk tidak mengeluarkan suara nafas sedikit pun, aku kembali melihat raksasa itu yang berjalan berbalik keluar dari ruangan ini.


"Huhhh...." Aku dan Neftaza bisa bernafas dengan lega.


Aku dan Neftaza segera keluar dari tempat persembunyian dan turun dari lemari besar dengan sedikit kesusahan karena jarak dari satu tempat ke tempat lain sangat jauh. Bahkan kami seperti semut kecil yang mencoba kabur dari sarang gajah.


Aku dan Neftaza memerlukan waktu sedikit lama untuk sampai ke lantai dasar. Sesampainya di lantai aku menemukan sebuah tas yang sangat mirip dengan tas milik Neftaza, aku menghampirinya seraya mencoba memeriksa apa yang ada di dalam.


Aku mengeluarkan sebuah peri laki-laki yang tergulai lemah tak sadarkan diri di atas telapak tangan ku.


"Hazel..." Ungkap ku membangunkan nya yang pingsan.


Hazel bergerak membuka matanya terbangun duduk seraya memegangi kepala nya yang terlihat sedikit kesakitan.


"Aishh... raksasa sialan." Ungkapnya kesal seraya masih memegangi kepalanya.


"Kau baik-baik saja?"


"Lebih baik kita cepat pergi dari sini." Ungkapnya terbang ke atas.


Ku arahkan pandangan mata ku ke arah Hasper dan Casper yang berada di penyangga meja, mereka turun dengan cepat.

__ADS_1


Kami bergegas mencari jalan keluar dari ruangan ini, saat kami mencoba membuka pintu besar itu, sedikit pun pintunya tidak bergerak.


Aku menatap Hazel yang terbang melakukan sesuatu pada tali yang mengikat kurungan para binatang, tampak ia melepaskan binatang-binatang itu keluar dari kurungan.


Kembali ku arahkan pandangan mata ku ke arah Neftaza yang memanggil Hazel untuk membuka pintu nya, namun kami sedikit terlambat karena terdengar suara langkah kaki raksasa itu kembali.


Dengan cepat Hazel masuk ke dalam tas yang di bawa oleh Neftaza, kami berempat bersembunyi di dinding dekat pintu agar ketika raksasa itu membuka pintu kami akan segera keluar.


Satu... Dua... Tiga...


Krieettt... Pintu terbuka, dengan cepat kami berlari keluar dan bersembunyi di belakang bebatuan yang cukup besar di samping ruangan tempat raksasa masuk.


Kami tidak bisa berlari ke sembarang arah karena kami takut jika kami berada di tempat yang memiliki banyak raksasa di luar sana, itu akan sangat lebih membahayakan nyawa kami.


Terdengar suara raksasa itu berteriak marah melihat semua calon makanan nya berhamburan dimana-mana apalagi ketika melihat Hasper dan Casper menghilang. Dengan tergesa-gesa, raksasa itu keluar mencari kami dengan mengendus-endus bau tubuh kami.


Untung saja Hasper dan Casper sudah menggunakan parfum yang di berikan oleh Neftaza saat aku berbicara dengan Hazel. Langkah kaki raksasa itu terdengar sangat kuat melangkah keluar dari rumah nya yang tampak sangat menjijikan.


Aku dan yang lainnya mencoba keluar dari persembunyian untuk mengikuti raksasa itu yang berjalan keluar dari lorong, ternyata kami berada di sebuah gua yang sangat besar.


Tampak raksasa itu keluar dari mulut gua mencari makanannya yang menghilang, kami bergegas berlari untuk keluar dari gua tanpa mengurangi kewaspadaan kami.


Sesampainya di mulut gua, kami bisa melihat sebuah hutan yang setiap pohon nya menjulang sangat tinggi ke atas.


"Cepat bergerak..." Ungkap Hasper yang berlari mengendap-endap terlebih dahulu ke dalam hutan sebelah selatan, karena kami tadi melihat raksasa itu berlari ke arah barat hutan.


Aku melangkah kan kaki dengan cepat mengikuti mereka yang juga berlari dengan cepat ke arah selatan tanpa menghiraukan apapun yang berada di belakang.


_


_


_


Jangan lupa like vote dan komen yah guys...

__ADS_1


❤❤❤


__ADS_2