
Tempat ini masih terlihat sama dengan terakhir kali kami datang ke tempat ini, hanya saja semuanya tertimbun salju dan sangat dingin menusuk kulit.
Ku tatap dua elf penjaga gerbang yang menunduk ke arah pangeran Andrew seraya berjalan mereka membuka gerbang itu, perlahan aku menarik tali kekang kuda ku mengikuti mereka yang sudah masuk ke dalam.
Sesampai nya di halaman istana, aku melihat pangeran Deffin berdiri menatap kami semua dengan tersenyum. Tampak bibi Lena dan paman tabib berdiri di antara pelayan yang lain, mereka menyambut kedatangan kami dengan begitu hangat. Bagaimana bisa mereka sebegitu mudah nya berada di luar dalam keadaan dingin hanya ingin menyambut kami?
"Selamat datang kembali pangeran, putri Angela dan putri Neftaza..." Ucap pangeran Deffin saat Hasper dan Casper sudah turun dari kuda nya, mereka berjabat tangan dengan pangeran Deffin.
Turun aku dari kuda ku seraya berjalan aku menghampiri mereka dengan tersenyum.
"Pangeran, aku kedinginan... Bisakah kita mengobrol di dalam." Ucap Neftaza yang langsung to the point.
"Baiklah, maafkan aku yang tak perhatian dengan kalian." Ucap pangeran Deffin merasa bersalah, namun akhir nya kami semua masuk ke dalam istana.
"Minuman hangat nya putri..." Ucap bibi Lena yang membawa nampan dengan beberapa cangkir yang mengeluarkan uap panas.
"Terimakasih bibi..." Aku langsung meraih nya dan meminum nya.
"Istilah nya wedang jahe anget... Pas banget di minum dalam cuaca seperti ini..." Ucap ku tersenyum menatap ke arah bibi Lena.
"Enak bi... Terimakasih..." Tambah ku.
"Sama-sama putri..." Ucap nya seraya berbalik pergi meninggalkan ruangan ini.
Ku tatap Neftaza yang mengambil salah satu cangkir itu kemudian ia meminum nya dengan berhati-hati.
"Wahhh... Enak banget..." Ucap nya senang.
Kemudian Hasper dan Casper juga meminum minuman itu dengan puas.
"Karena pemberian mu waktu itu, kami bisa merasakan makanan dan minuman yang sangat berbeda putri... Terimakasih..." Ucap pangeran Deffin menundukkan kepala nya.
__ADS_1
"Sama-sama pangeran, itu semua hanya hal biasa di kerajaan kami..." Ucap ku seraya menatap aku ke arah pangeran Andrew yang baru saja masuk ke dalam ruangan.
"Cuaca nya begitu dingin, lebih baik kita semua istirahat, kita akan melanjutkan perbincangan besok pagi." Ucap pangeran Andrew yang berdiri menatap ke arah kami semua.
Ku tatap Hasper mengangguk dengan Casper yang sudah beranjak berdiri mengikuti Andrew yang berjalan keluar dari ruangan. Menatap Hasper ke arah ku seraya berdiri ia meminta ku untuk segera mengikuti nya. Berdiri aku seraya berjalan mendekat ke arah nya, kami berjalan menuju ke arah pintu.
Pandangan ku terhenti oleh kegiatan Neftaza yang sedang berbicara kepada pangeran Deffin, aku tak mendengar jelas perkataan mereka namun aku sedikit tau kemana arah pembicaraan mereka ketika raut wajah pangeran Deffin terlihat begitu senang.
"Nef..." Ucap Hasper terhenti, aku menghentikan nya. Aku menarik nya berjalan mengikuti Casper dan Andrew yang sudah berjalan agak jauh dari kami berdua.
"Ada apa? Kenapa kau menghentikan ku Ella?" Ucap Hasper yang terlihat kebingungan.
"Kau tak peka Gege, apa kau tak melihat raut wajah pangeran Deffin sedari awal? Bahkan aku tau jika dia menyukai Neftaza sejak dulu..." Jelas ku, ku tatap ia yang terlihat masih ragu.
"Pangeran Deffin menyukai Neftaza?" Ucap nya, berhenti berjalan ia mengejutkan ku. Aku mengangguk seraya tersenyum aku melihat reaksi nya yang sedikit berbeda dari biasa nya.
"Apa kau tak tahu? Adik mu begitu populer, siapapun akan jatuh cinta kepada nya termasuk pangeran Deffin." Ucap ku kembali tersenyum.
"Tentu saja... Banyak laki-laki yang menyukai ku, lihat saja pangeran Felis... Jika aku tak salah... Ha ha ha ...." Aku tertawa, memikirkan bagaimana pangeran Felis menatap ku hari itu. Aku tak memperhatikan raut wajah Hasper yang tiba-tiba berubah menjadi masam.
"Apa kau cemburu adik mu di sukai banyak orang? Harus nya Gege bangga dong, punya adik secantik kami..."
"Baiklah-baiklah... Kalian berdua memang populer. Lebih baik kita sekarang segera istirahat." Ucap nya seraya mengelus kepala ku. Ia meninggalkan ku sendirian mematung di sini, bukan itu jawaban yang ku harap kan. Apa kau benar-benar tak tahu jika aku menyayangi mu sebagai pasangan Hasper?
"Ahhh... Kenapa aku memikir kan hal itu lagi? Sadar Ella... Sadar..."
Ku langkah kan kaku berjalan dengan pandangan ku menatap ke arah bawah, mood ku benar-benar seperti matahari terbenam sekarang.
"Ella..." Panggil Hasper yang tiba-tiba memegang lengan kiri ku.
Aku menoleh menatap nya sedikit kebingungan.
__ADS_1
"Hemmm.... Apa kau menyukai pangeran Felis?" Tanya nya, menatap lekat ia ke arah ku.
"Ahhh.... Mungkin... Lagi pula pangeran Felis sangat tampan Gege..." Ucap ku seraya berlari aku menyusul Casper yang sudah berada di depan sebuah pintu kamar dengan pangeran Andrew yang berjalan ke arah ku.
"Selamat malam putri, semoga tidur mu nyenyak..." Ucap nya seraya pergi ia dengan sedikit tergesa-gesa.
"Terimakasih pangeran." Jawab ku, seraya berjalan aku ke arah Casper.
"Ini kamar mu, sedang kan itu kamar Neftaza... Tunggu, dimana Neftaza? Kenapa dia tidak ada di sini?" Ucap Casper yang terlihat gelagapan.
"Dia bersama dengan pangeran Deffin, sebentar lagi dia akan kembali." Jawab ku tersenyum.
"Baik lah, sekarang lebih baik kau segera istirahat Ella. Selamat malam..." Ucap Casper membuka pintu kamar nya, masuk ia ke dalam seraya kembali menutup pintu itu dengan perlahan.
Berjalan aku mendekati ke arah pintu kamar ku, menoleh pelan aku ke arah Hasper yang berjalan ke arah kamar nya kemudian ia masuk ke dalam kamar itu tanpa menyapa ku terlebih dahulu.
"Aku sedikit merasa canggung tadi... Maafkan aku..."
Ku buka pintu kamar ku itu seraya berjalan masuk aku ke dalam kamar, ku tutup pintu itu dengan perlahan seraya ku arah kan pandangan ku menatap ke seluruh kamar yang memiliki dekorasi sangat klasik.
"Baik lah, aku akan tidur lelap malam ini." Berjalan aku mendekat ke arah tempat tidur seraya ku baring kan tubuh ku di sana sembari ku gerakkan tangan ku mengelus-elus tempat tidur itu dengan nyaman.
Menatap aku ke arah langit-langit kamar yang terdapat sebuah lukisan yang sangat indah, itu lukisan yang sangat menenangkan. Ku pejamkan mata ku seraya tidur aku dengan selimut sudah membungkus tubuh ku dengan hangat.
"Selamat malam." Gumam ku pelan.
_
_
_
__ADS_1
❤️❤️❤️