
"Bang... Apa ada tempat lapang di sekitar sini?" Ucap ku menatap bang Andara, ia masih berbicara sesuatu dengan Neftaza.
"Ada sih, beberapa kilo aja jarak nya dari sini..." Jawab nya, menoleh ke arah ku.
"Bang, gue pengen tinggal di mansion..." Ucap ku, dengan pandangan mata ku menatap Neftaza sekilas.
"Caranya?" Tanya bang Andara, wajah nya penuh raut pertanyaan.
"Gampang..." Jawab Neftaza antusias, ia tersenyum senang.
"Kita akan tinggal di sana untuk beberapa waktu, dan Abang boleh bawa beberapa orang kepercayaan Abang." Ucap ku menatap nya.
"Abang gak ngerti maksud kalian. Tapi ok lah..." Ucap nya lagi.
"Abang akan atur semuanya..." Ucap nya lagi.
Kami berdua mengangguk. Tiba-tiba seseorang datang mendekati bang Andara, laki-laki itu membisik kan sesuatu di telinga kanan nya.
"Kalian pergilah kembali, kita akan pergi besok..." Ucap nya beranjak berdiri meninggalkan kami berdua.
"Kami akan pulang ke penginapan bang..." Ucap ku tergesa-gesa.
Ia berhenti sejenak, kemudian menoleh ke arah kami berdua.
"Baiklah, hati-hati..." Ucap nya tersenyum, seraya kembali ia berjalan dengan laki-laki yang membisikkan sesuatu tadi berjalan di belakang nya dengan penuh wibawa.
"Lo mau ngeluarin mansion di tempat itu?" Ucap Neftaza menatap ku lekat.
"Yah... Gue kangen juga sama kehidupan di dunia modern sih, makanya gue ada rencana ngeluarin mansion di sana... Hitung-hitung buat tempat persembunyian kita..." Ucap ku mengangguk.
"Ok lah..."
__________
Tatapan ku tak sengaja menatap seseorang yang melihat ku dengan tatapan aneh, perempuan itu seperti menganggap ku sebagai musuh nya yang pernah membunuh sesuatu yang penting dari nya.
Aku terkejut tatkala perempuan itu membuang pandangan nya dari ku, ia berjalan masuk ke dalam jalan yang cukup kecil dari jalan yang lain. Untuk beberapa saat aku melihat nya, sampai ia menghilang tanpa jejak.
"Siapa perempuan itu?" Gumam ku pelan, aku menepuk pundak Neftaza yang berjalan di depan ku. Ia berhenti sembari menoleh ke arah ku, tampak wajah nya mengkerut ingin tahu.
"Perempuan tadi menatap kita dengan sinis Nef..." Ucap ku menatap tempat terakhir perempuan itu berada.
"Masa sih? Gue tadi cuma ngelihat sekilas... Dan gak ngelihat mata nya juga..." Ucap Neftaza, seraya ia menatap ke arah tempat perempuan itu tadi.
__ADS_1
"Mungkin memang orang nya keg gitu kali..." Ucap ku, berpura-pura mengabaikan hal itu tapi pada nyata nya aku masih memikirkan hal itu.
Kami berdua kembali melanjutkan perjalanan ke arah penginapan. Dari kejauhan aku bisa melihat seseorang yang sangat ku kenal sedang berdiri di depan gerbang penginapan, ia terlihat sedang berbicara dengan seseorang yang lain.
"Gege..." Panggil ku...
Kedua laki-laki itu menatap kami dengan tatapan tersenyum, tubuh nya bergerak mengikuti pandangan mata nya dengan salah satu dari mereka berbicara sesuatu.
"Kalian terlambat pulang..." Ucap salah satu laki-laki itu, siapa lagi kalau bukan Casper.
"Maafkan kami..." Ucap ku tersenyum.
"Bagaimana? Apa kalian benar?" Ucap Hasper tenang.
Kami berdua mengangguk.
"Ayo kembali ke kamar..." Ucap Neftaza seraya menarik tangan Casper ke arah penginapan.
Mereka berdua berjalan mendahului kami berdua, punggung kedua nya terlihat sangat akrab bahkan orang-orang yang berada di sepanjang perjalanan menuju ke kamar penginapan menatap mereka penuh dengan tatapan yang beragam.
Aku dan Hasper hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah laku keduanya. Itu sangat menarik.
"Gege..." Panggil ku, seraya aku menoleh menatap ke arah nya, ia menoleh ke arah ku dengan sekilas sebelum kembali fokus berjalan menaiki tangga ke arah kamar.
"Aku ingin membangun sebuah rumah tak jauh dari sini besok, kita akan pergi ke sana untuk sementara. Tidak masalah bukan?" Ucap ku berharap ia menyetujui maksud ku.
"Membangun rumah? Apa kau tidak terlalu repot Ella?" Ucap nya menatap ku dengan tatapan yang cukup aneh.
"Repot? Tidak... Kan aku yang ingin, lagian itu memang keinginan ku untuk mempunyai sebuah rumah, bahkan aku berpikir rumah itu akan menjadi tempat perlindungan sementara untuk kita semua..." Ucap ku tersenyum menatap nya, seraya ku pegang lengan kiri nya dengan agresif.
"Baiklah... Apa kau menemukan tempat yang tepat untuk itu?" Ucap nya mengangguk.
"Tenang... Semua beres..." Ucap ku semakin mengeratkan pelukan ku ke tangan kiri nya.
"Ella... Kau manja..!" Ucap nya melepas tangan ku dari nya.
"Ahhh Gege... Kenapa kau harus malu?" Ucap ku merengek.
Raut wajah nya tampak memerah, sepertinya ia sedikit malu. Karena aku pun juga tau bagaimana di sini semua nya bersikap formal, kecuali di rumah bordil bukan?
"Ahhh... Iya-iya aku hanya bercanda..." Ucap ku melepas seraya ku angkat kedua tangan ku ke atas.
Sesampainya kami berempat di depan pintu kamar penginapan, tampak Neftaza mengetuk sebanyak tiga kali ke arah pintu itu. Kemudian terlihat lah seorang pangeran tampan membuka pintu itu dengan senyuman yang cukup hangat, ah dia memang sangat tampan.
__ADS_1
"Haii... Pangeran..." Ucap Neftaza tersenyum tenang.
Crystaldy tersenyum dan mengangguk, kemudian ia membuka pintu itu lebar-lebar seraya menyuruh kami untuk segera masuk ke dalam. Tatkala kami semua sudah berada di dalam, aku menoleh ke arah nya yang sedang menutup pintu dengan hati-hati.
"Kenapa kalian tak pulang semalaman? Kami benar-benar khawatir..." Ucap seseorang yang mengejutkan pandangan ku.
"Kami kan sudah mengirim pesan..." Ucap Neftaza santai, ia beranjak berjalan ke arah tempat tidur. Ia duduk dengan menatap kami semua dari sana.
"Iya sih..." Ucap nya lagi.
"Apa kau sibuk bermain gadget mu putri Gazelle?" Ucap ku seraya berjalan ke arah nya dengan senyuman smirk.
Ia terdiam menatap ku dengan tatapan yang begitu imut.
"Apa kau bermain mobile legend? Lain kali kita mabar ok..." Ucap ku tersenyum.
"Haha baiklah..." Ucap nya, ia tertawa dengan cukup senang.
Jika di ingat-ingat aku sudah lama tidak memainkan itu, tidak ada waktu dan tidak punya waktu.
"Besok kita akan pergi dari sini..." Ucap Hasper, semua orang menatap nya dengan tatapan penuh tanya.
"Kemana kita akan pergi?" Tanya pangeran Felis dengan tatapan yang lainnya menyetujui pertanyaan itu.
"Rahasia..." Ucap ku membuat mereka semua menatap ku dengan terkejut.
"Kalian kebiasaan membuat kami semua penasaran..." Ucap Esmeralda sedikit cemberut.
"Ahhh... Darimana saja suara mu sampai baru ngomong sekarang putri Esmeralda?" Ucap ku mengganggu nya.
"Ada sesuatu yang mengganggu nya..." Jawab Gazelle tersenyum cerah ke arah Esmeralda.
"Putri Gazelle yang menganggu nya bukan?" Ucap seseorang yang membuat ku menoleh ke arah nya, ia adalah pangeran Darren yang sedang duduk di salah satu kursi menatap ke arah Gazelle.
"Ahhh pangeran..." Kesal Gazelle.
Kami semua tertawa dengan bahagia, mendengar perdebatan yang tak ada akhirnya.
_
_
_
__ADS_1
❤️❤️❤️