
"Lalu, apa rencana pangeran Reverdine selanjutnya?"
Kesatria Alert kembali diam, ia membuang pandangan nya dari ku. Sesuatu pasti terjadi jika ia mengatakan rencana pangeran kekaisaran tersebut.
"Katakan.!" Teriak Crystaldy yang tiba-tiba mengejutkan ku.
"Maafkan aku pangeran... Aku hanya mendengar jika mereka kembali ke kekaisaran ketika kebakaran di perkemahan itu terjadi." Jelasnya, badan nya tak berhenti gemetaran.
"Apa kau yakin? Tapi, aku melihat nya pergi ke arah Utara bukan kembali kekaisaran." Ucap ku menggertak nya.
"Kami memang ke arah Utara, tapi sehari setelah nya tiba-tiba pangeran Reverdine memutuskan untuk kembali kekaisaran karena suatu masalah, seperti yang kau katakan putri. Peperangan antara kekaisaran dengan kerajaan Alert, mungkin itu alasan nya." Jelas nya.
"Apa pangeran Reverdine benar-benar kembali? Bukan kah kaisar merupakan penyihir yang hebat? Apalagi dengan antek-antek nya itu..." Sambung Crystaldy yakin.
"Kaisar sedikit melemah, karena itu lah pangeran Reverdine di tugas kan untuk mencari saudara nya yang selalu di sembunyikan mereka itu, tapi karena keadaan mulai mendesak pangeran Reverdine harus kembali kekaisaran untuk membantu kaisar dalam peperangan besar antara kekaisaran dengan kerajaan Everlatz." Jelas nya panjang kali lebar.
"Bukan kah putra mahkota Alverdine cukup?" Ucap Esmeralda yang ikut gabung dalam percakapan ini.
"Beliau tidak bisa kembali sebelum waktu nya." Ucap nya, aku sedikit bingung apa yang ia maksud, kemana dia pergi? Kenapa enggak bisa balik sebelum saat nya?
"Apa maksud mu? Kemana dia pergi?" Ucap Crystaldy bingung.
"Aku hanya mendengar jika pangeran Alverdine mencari sesuatu untuk mengembalikan kekuatan kaisar..."
"Apa kau yakin?" Ucap ku, ia mengangguk.
"Sepertinya kau bukan hanya budak, kau tau banyak tentang masalah kekaisaran." Ucap ku curiga.
"Dulu aku adalah cucu dari Duke besar kekaisaran. Namun, karena aku mengikuti sayembara di kerajaan Everlatz, aku menjadi kesatria di sana." Jelas nya.
Ku langkah kan kaki ku mendekat ke arah nya, aku membantu nya berdiri dan mengajak nya untuk berjalan ke arah tempat duduk itu.
__ADS_1
"Hemmm... Maafkan kami telah membuat mu babak belur seperti ini, jika kau mengakui sejak tadi kami tidak melakukan hal itu. Tetap saja kamu yang bego... Eh maksud ku, kami minta maaf kesatria Alert... Ku harap kau mau memaafkan kami..." Ucap ku merayu nya.
"Apa yang kau lakukan putri?" Teriak Crystaldy, suara nya benar-benar mengejutkan ku.
"Benar, apa yang kau lakukan? Kita tidak salah, mereka lah yang salah..." Teriak Esmeralda mendekat ke arah ku.
"Woles guys, ini bukan masalah yang sebenarnya..." Ucap ku pelan, mereka berdua saling tatap dan kembali menatap ku. Aku mengangguk memberi isyarat kepada mereka berdua.
"Maafkan aku juga, tak seharusnya aku menghina mu kesatria Alert yang terhormat..." Ucap Esmeralda, seraya menundukkan tubuh nya hormat.
"Tidak putri, aku lah yang salah..." Ucap Alert yang membungkukkan tubuh nya.
"Nah, lalu apa yang akan kau lakukan sekarang? Bukan kah kau di tinggal oleh mereka?"
"Aku akan kembali ke kerajaan Everlatz putri..." Ucap nya beranjak berdiri.
"Hemmm, baiklah... Semoga jika kita berjumpa lagi, kau tak salah memihak kesatria Alert..." Ucap ku tersenyum, seraya aku beranjak berdiri berjalan ke arah kuda ku.
"Ayok..." Ucap ku, saat ku tatap Esmeralda dan Crystaldy yang masih terdiam menatap ku.
"Maafkan aku..." Ucap Crystaldy pelan, ia menunjukkan kalimat itu kepada kesatria Alert yang tersenyum.
"Tidak masalah pangeran..." Ucap nya.
Kuda kami bertiga kembali membelah hutan dengan cepat, sesekali aku melihat beberapa orang yang kami jumpai di tengah perjalanan dengan membawa barang-barang yang cukup banyak di gerobak kereta, seperti nya mereka adalah pedagang yang akan masuk ke sebuah desa yang tak jauh dari hutan ini.
Kuda yang di tunggangi Crystaldy berhenti di depan sebuah gerbang yang di selubungi oleh sebuah benteng tembok yang sangat luas dengan dua penjaga tampak berdiri dengan kokoh menghadap ke arah kami.
"Berhenti, ada keperluan apa kalian di kerajaan Zephyra?" Ucap salah satu kesatria yang mengangkat tombak nya ke arah Crystaldy.
"Kami hanya ingin singgah di kerajaan Zephyra untuk beberapa hari." Ucap Crystaldy seraya memberikan sebuah kantong yang berisi beberapa keping emas di dalam nya.
__ADS_1
Di buka nya kantong itu dengan segera, setelah nya ia menatap ke arah kami satu persatu dengan pandangan yang cukup intens. Kemudian ia kembali menoleh ke arah kesatria penjaga yang lain, lalu mengangguk ia perlahan kepada nya.
Berjalan mundur dua orang kesatria tadi sembari di ketuk nya pintu gerbang tersebut dengan beberapa ketukan yang sedikit berirama merdu, tak berselang lama pintu gerbang pun terbuka dengan lebar.
"Terima kasih." Ucap Crystaldy menatap kedua kesatria penjaga itu, membungkuk kedua nya dengan hormat.
Aku dan Esmeralda ikut melangkah kan kaki kuda kami mengikuti Crystaldy menyusuri jalan yang di lalu Crystaldy. Kuda yang kami tunggangi berjalan dengan perlahan, ku arahkan pandangan mata ku menatap ke sekitar ku.
Untuk pertama kali nya setelah beberapa bulan, aku melihat aktivitas setiap warga yang cukup sibuk di hadapan ku, dengan beberapa anak terlihat berlarian bermain dengan teman-temannya.
"Kejar aku... Kau sangat lemah..." Ucap seorang anak yang berlari menjauhi teman yang lain.
"Aku akan mengejar mu Eral..." Teriak teman nya yang mengejar anak laki-laki yang di panggil Eral tersebut.
"Kita akan menginap di sini..." Ucap Crystaldy, aku menatap ke arah sebuah bangunan yang cukup unik dengan desain yang tak kalah berbeda dengan tempat penginapan-penginapan sebelum nya.
Kuda yang ku tunggangi berjalan mendekati Crystaldy yang sedang mengikat kan kuda nya di sebelah pintu masuk penginapan itu. Turun aku dari kuda ku seraya mengarah kan tali kekang kuda yang ku genggam ke arah Crystaldy yang telah mengarah kan telapak tangan nya kepada ku.
Berbalik aku berjalan mendekati Esmeralda yang sudah turun dari kuda nya, aku berhenti ketika ia memberikan kuda nya kepada Crystaldy.
Crystaldy membalikkan tubuh nya seraya berjalan masuk ia ke dalam penginapan, ku langkah kan kaki ku mengikuti nya dengan Esmeralda berada di belakang ku. Berdiri aku di belakang Crystaldy ketika ia berbicara dengan seorang laki-laki yang terlihat sebaya nya.
Laki-laki itu memberikan sebuah kunci kepada Crystaldy seraya sebelah tangan nya bergerak menunjuk ke salah satu jalan yang menuju ke arah kamar tempat kami menginap.
Mengangguk Crystaldy seraya ia berbalik menoleh ke arah kami berdua, kami bertiga berjalan ke arah kamar yang berada tak jauh dari tempat kami berdiri sekarang.
_
_
_
__ADS_1
❤️❤️❤️