TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 37


__ADS_3

"Kau terluka putri." Ungkap pangeran Cristaldy sembari memperhatikan tangan Neftaza.


Aku menoleh ke arah nya begitupun yang lain.


"Aku baik-baik saja." Ungkapnya seraya memegang tangan sebelah kanannya. Ya, tangan sebelah kanan Neftaza yang terluka.


"Lebih baik kita masuk ke dalam gua, para pangeran juga terluka cukup banyak." Ungkapku memperhatikan goresan-goresan yang mengeluarkan darah di tubuh para pangeran.


Langkah kami tampak seirama memasuki gua untuk mengobati mereka yang terluka. Aku mengambil kotak P3K di dalam ruang dimensi ku.


"Aku akan mengobati Neftaza dulu, kau Gazelle dan Esmeralda perhatikan caraku mengobati luka Neftaza." Ungkapku seraya mengambil obat untuk luka tak lupa pula dengan perban serta gunting.


Aku mengobati Neftaza dengan perlahan.


"Pelan-pelan gobl*k, perih nih.." Ungkapnya meringis kesakitan.


"Gue udah pelan, gak usah manja bisa kali." Ungkapku kesal karena di perhatikan oleh mereka.


Pandangan mereka melihat ke arah kami, ada yang tersenyum karena kelakuan Neftaza yang kekanak-kanakan dan ada juga yang merasa ngeri melihat luka Neftaza yang cukup serius.


"Nah dah kelar..." Ungkapku seraya membersihkan sisa-sisa perban.


"Bagaimana? Kalian paham bukan?" Ungkapku melihat Gazelle dan Esmeralda sedang mengobati luka pangeran Airen, Cristaldy dan Darren.


Mereka hanya mengangguk dan melanjutkan mengobati para pangeran.


Aku menghampiri pangeran Hasper, pangeran Casper dan pangeran Felis.


"Apa kalian terluka?" Ungkapku seraya mendekat.


"Hanya luka kecil, tak masalah." Ungkap pangeran Felis.


"Setidaknya di obati." Ungkapku seraya mengambil perban dan obat.


"Kemarilah.." Panggilku ke mereka. Akhirnya mereka menurut untuk di obati.


"Walau luka kalian kecil, tetap harus di obati agar tidak membuat luka semakin lebar atau menimbulkan bekas." Ungkapku selesai mengobati mereka.


"Kau sangat cerewet putri Angela." Tukas pangeran Felis tersenyum.


"Hanya terkadang.." Ungkapku melihat ke arahnya ikut tersenyum.


"Jangan sampai terkena air." Teriakku ke mereka.


Kami beristirahat sejenak untuk menghilangkan rasa lelah karena selesai menghadapi makhluk-makhluk menjijikkan itu.


Ku arahkan pandangan mataku ke arah Neftaza, ia sedang terduduk letih seraya meluruskan kakinya ke depan. Ia mengambil sebuah tas di dinding yang ia simpan tadi. Sepertinya ia sedang melihat kondisi Hazel yang kehilangan energinya.

__ADS_1


Aku beranjak dari tempat ku duduk untuk menghampiri nya.


"Gimana keadaan Hazel?"


"Dia masih merasa lemas." Ungkapnya memperhatikan tubuh Hazel yang terlihat pucat.


"Apa Hazel tertidur lagi?"


"Dia kehilangan banyak energi, dia gak sanggup untuk bangun." Ungkapnya sedikit sendu melihat ke arahku.


"Gue pun gak tau kabar Ryu gimana." Ungkapnya lagi.


"Mungkin kita masih terlalu jauh dengan pinggir hutan, makanya kita gak bisa berkomunikasi dengan mereka."


"Ini udah hari ke tiga kan? Kita cuma punya waktu empat hari lagi sebelum semuanya terlambat." Ungkapnya.


"Lo tenang aja, kita pasti bisa keluar dari sini. Semangat dong, Lo cuma dapet luka cakaran aja kok, bukan gigitan. Coba deh Lo bayangin kalau sampai Lo kehilangan tangan Lo karena di gigit makhluk itu. Keg mana? Gue gak bisa bayangin. Ngeri banget deh"


"Ah jangan dong, doa Lo buruk banget dah ahh..." Ungkapnya kesal.


"Nah makanya Lo hati-hati harus waspada sama keadaan sekitar, biar kagak luka lagi. Kan sayang perawatan Lo selama ini kalau banyak luka.. Hahaha..." Tawaku pecah melihat ekspresi Neftaza yang cemberut.


"Iya, gue bakal hati-hati setelah ini." Ungkap nya menatap tajam ke arah depan.


"Nah gitu dong..."


Dia tersenyum ke arahku seraya memelukku, dia memang perempuan bar bar yang manja.


"Nj*r , jadi kemarin Lo kagak sayang sama gue?" Ungkapku cemberut.


"Haha, kagak... Wek.." Dia menjulurkan lidahnya mengejekku. Memang kampr*t nih anak. Ia berlari ke arah luar gua, dan bruk...


"Wahahaha.. Kapok... Aduh sakit perut gue ngelihat kodok jatuh.. Hahaha...."


"Sakit nj*r lo malah ketawa." Ungkapnya kesal.


"Gimana gue kagak ketawa, Lo jatuhnya lucu macem kodok nyosor tanah hahaha... " Ternyata bukan aku saja yang tertawa tapi mereka juga tertawa melihat tingkah konyol Neftaza.


Pangeran Felis menghampiri Neftaza kemudian membantu Neftaza untuk bangun.


"Awas Lo ya.." Ungkap Neftaza seraya menepuk-nepuk tangannya yang kotor karena terjatuh.


"Terimakasih pangeran." Ungkapnya tersenyum ke arah pangeran Felis dan di jawab dengan anggukan.


"Dasar,,, Lo sama gue macem musuh sedangkan sama pangeran Felis... Beda banget sumpah." Ungkapku kesal melihat Neftaza. Hanya bercanda wkwk..


"Bodo amat... Wek..!"

__ADS_1


"Gege, lihat Nefta jahat sama Ela.." Ungkapku manja menghampiri pangeran Hasper.


"Kalian mirip tikus sama kucing." Ungkap pangeran Casper mengejek kami.


"Ih,, kesal gue tuh lihat abang-abang gue gak belain gue.."


"Hahahaa..." Mereka semua tertawa melihat tingkah konyolku yang sangat absurd.


------------


Keadaan menjadi hening. Ku tarik nafasku dalam-dalam, ku hembuskan kembali secara perlahan.


"Lo kenapa?" ungkap Neftaza.


"Gue cuma nafas." jawabku singkat.


"Nj*r...." ungkapnya kesal.


Ku arahkan pandangan mataku ke sekeliling, tampak para pangeran sedang bersiap-siap untuk beranjak pergi dari gua. Tampak pangeran Hasper berjalan keluar gua kemudian menoleh ke belakang.


"Ikuti aku.." Tukasnya.


Suara derap langkah kami mengiringi perjalanan kami. Tiga hari sudah kami berada di hutan ini, kami semakin cemas dengan waktu yang tersisa empat hari lagi. Aku dan mereka berusaha keras untuk menyelamatkan diri kami dari makhluk-makhluk menjijikkan itu.


Zu? Aku tak bisa berkomunikasi dengannya begitupun Neftaza dengan Ryu. Mungkin ayahku dan yang lainnya sangat mengkhawatirkan kami. Apalagi ketika kami mendapat undangan bahwa kami hanya tiga hari berada di istana kekaisaran namun kami sudah pergi selama empat hari bukan?


Apakah kami sudah di anggap mati oleh mereka? Entahlah.. Ku harap mereka baik-baik saja. Ku harap ayah tidak sakit karena mengkhawatirkan kami berempat.


Terdengar suara ranting terpijak dari arah belakangku, berbalik aku untuk melihat apa yang menjadi penyebab suara itu..


Aku terkejut, aku melihat segerombolan makhluk-makhluk kecil sedang berlari ke arah kami.


"WTF...!"


"Lari..." Ungkapku seraya berlari menjauhi makhluk-makhluk itu begitupun yang lain. Kami terus berlari dan berlari, kami harus menghindari makhluk-makhluk itu untuk sekarang. Karena sangat tidak memungkinkan jika kami harus melawan mereka.


"Lihat, ada bebatuan besar di sana kita harus bersembunyi..." Teriak pangeran Airen sembari menunjuk ke arah bebatuan besar pinggir jurang.


Kami semua bersembunyi di sana.


"Hati-hati.." Ungkap pangeran Casper.


Kami menjaga nafas kami agar tidak terdengar oleh makhluk-makhluk itu. Sepertinya penciuman mereka tidak setajam yang ku pikirkan. Makhluk-makhluk itu terus mencari kami di sekitar bebatuan tempat kami bersembunyi. Jantungku berdegup kencang. Huh...


Aku mengambil batu kecil untuk ku lemparkan ke arah Utara hutan.. Terdengar suara derap langkah kaki yang sangat banyak mengikuti suara yang di hasilkan batu itu.


"Hah,,, Untunglah mereka mudah terkecoh..." Ungkapku menghela nafas kasar.

__ADS_1


Jangan lupa like, vote dan komen yah...


❤️❤️❤️


__ADS_2