TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 126


__ADS_3

Menatap aku sekitar, aku bisa melihat dengan jelas di depan ku terdapat sebuah desa yang tak cukup layak di tinggali.


Aku bisa melihat tumpukan sampah yang berada di depan gerbang desa itu. Terdengar suara lalat yang terbang mendengung mengelilingi sampah-sampah itu.


Aku memakai cadar untuk menghilangkan bau yang menyengat hidung ku, namun itu tak bisa menghilangkan bau nya yang masih terhirup cukup menyengat.


Aku menoleh ke arah Gazelle yang terbatuk karena menahan nafas.


"Apakah ini benar-benar desa di kerajaan Neverlanz? Sangat buruk..." Ucap Gazelle yang memasang cadar nya dengan cepat.


"Diam lah..." Ucap Neftaza yang menatap tajam ke arah Gazelle.


Kami melewati sampah-sampah itu masuk ke dalam sebuah desa yang terdiri dari beberapa rumah yang terlihat sangat kumuh. Aku bisa melihat orang-orang berpakaian kumuh berada di depan rumah mereka sedang menatap kami dengan tatapan tak mengenakan.


"Kita hanya melewati desa ini, jaga sikap kalian..." Ucap Felis yang menatap sekitar dengan serius.


Kuda kami melangkah dengan perlahan melewati desa ini, yah bisa di bilang ini bukan lah desa melainkan tempat limbah sampah.


"Ku rasa semua sampah itu dari pihak kerajaan..." Ucap Esmeralda pelan namun masih bisa terdengar oleh ku.


Cukup lama kami menunggangi kuda dengan pelan, akhir nya kami berada di ujung desa.


"Huhh... Akhirnya aku bisa bernafas dengan lega... Bukan kah itu sangat bau?" Ucap Gazelle seraya membuka cadar nya.


"Kau benar, aku menahan bau nya mati-matian... Sedang kan mereka? Menutup hidung pun tidak..." Ucap Esmeralda yang mengipas-ngipaskan tangan kanan nya ke arah hidung nya.


"Apa kalian seberisik itu? Bagaimana jika salah satu dari mereka mendengar nya, kita akan mendapat masalah..." Ucap Cristaldy menatap mereka berdua.


Kami kembali menunggangi kuda dengan perlahan ke arah hutan, aku masih tak habis pikir kenapa mereka membuang limbah sampah di sebuah desa di tengah hutan? Mereka benar-benar sangat kejam.


Ku tatap Hazel yang tiba-tiba keluar terbang di hadapan kami semua.


"Dengar kan aku, kita dalam bahaya..." Ucap nya panik.


"Apa maksud mu?" Ucap Casper bingung.


"Di depan sana, tidak maksud ku di kerajaan ini penuh dengan roh jahat yang menyamar menjadi manusia..." Ucap nya yang terbang tak tentu arah.


"Hazel, berhenti...." Ucap ku.


Ia terbang dengan tenang di hadapan ku.


"Apa yang kau rasakan?"

__ADS_1


"Aku bisa merasakan sihir hitam seratus meter di depan kita, seperti nya mereka sedang berjalan ke arah desa itu..." Ucap nya menatap ku panik.


"Lalu, apa yang harus kita lakukan?" Ucap Neftaza menatap Hazel lekat.


"Kita harus bersembunyi..." Ucap Casper yang tiba-tiba menunggangi kuda nya ke arah sebuah jalan yang mengarah ke arah kanan.


Kami semua mengikuti nya dengan cepat.


Tiba-tiba terdengar suara Zu dari pikiran ku.


"My lord, aku bisa melindungi kalian dari mereka sekarang... Kalian hanya perlu diam di belakang sebuah pohon yang tak jauh dari hadapan kalian... Ku harap kalian bisa cepat menjauh dari sana..."


Kami berhenti di belakang sebuah pohon yang di maksud oleh Zu. Aku beranjak turun seraya mengikat kuda ku di salah satu pohon kecil yang berada di belakang ku.


Aku bersembunyi seraya menatap sekumpulan orang-orang berada di jalan yang seharusnya kami lewati sedang berjalan ke arah desa tadi.


Sekumpulan orang itu terlihat seperti pemuda-pemuda normal biasa nya, namun siapa sangka jika salah satu dari mereka adalah roh jahat yang menyamar.


"My lord, sekarang kalian harus pergi dari sana..."


"Kita harus pergi dari sini..." Ucap ku cepat menatap mereka semua seraya berjalan menghampiri kuda ku.


Ku tatap Hasper bersama kuda nya berada di depan dengan Felis di samping nya, mereka memacu kuda dengan cukup cepat ke arah barat hutan.


"My lord, kalian akan terbebas dari kejaran para roh itu ketika kalian bisa keluar dari wilayah kerajaan itu..."


"Benarkah?"


"Namun ingat lah my lord, kalian harus segera pergi dari sana sebelum salah satu dari mereka menyadari tentang keberadaan kalian."


"Baiklah Zu..."


"Berhati-hatilah my lord..."


Semakin lama kuda kami berlari, semakin dalam pula hutan yang kami lewati. Sinar mentari mulai menghilang tergantikan oleh kegelapan yang menyelimuti seluruh hutan dengan lekat nya.


Sinar bulan yang menembus dedaunan sedikit membantu ku untuk melihat dalam kegelapan, aku bisa melihat mata Casper yang bercahaya karena terkena sinar bulan yang tak sengaja mengenai nya.


Ku tatap ia yang mengedipkan mata berkali-kali membuat ku cukup mencemaskan nya begitupun yang lain.


"Ada apa dengan mu?" Ucap Hasper yang menepuk pundak Casper dengan khawatir.


"Mata ku terasa sangat pedih..." Ucap nya seraya mengucek kedua mata nya dengan tangan nya.

__ADS_1


"Jangan lakukan itu, biarkan sebentar..." Ucap Felis yang mendekati Casper perlahan.


"Ini sangat pedih..." Ucap Casper sedikit berteriak.


Air mata keluar dari kedua kelopak mata nya yang terpejam dengan cukup banyak, sebenarnya apa yang terjadi dengan kedua mata nya? Bukan kah hanya terkena cahaya bulan?


"Casper, apa ada sesuatu yang mengenai mata mu?" Ucap Hazel yang terlihat terbang di depan Casper.


"Tidak, aku hanya melihat cahaya bulan kemudian kedua mata ku menjadi perih seperti ini..." Ucap Casper menahan pedih.


"Tunggu, cahaya bulan? Apa kau tau, aku pernah mendengar dari orang tua ku dulu... Ketika manusia tanpa sengaja menatap bulan dan merasakan pedih yang luar biasa, maka berarti manusia tersebut adalah manusia yang sungguh beruntung..." Ucap Hazel membuat kami semua terdiam tak mengerti.


"Apa maksud mu Hazel?" Ucap Neftaza bingung.


"Maka manusia itu akan bisa melihat dalam kegelapan..." Ucap Hazel yang tak bisa ku lihat raut wajah nya.


"Kau tidak asal bicara bukan?" Ucap ku ragu.


"Lihat saja nanti, pedih nya akan berlangsung beberapa menit saja..." Ucap nya terbang kembali ke dalam tas yang di bawa Casper.


Aku bisa melihat mata Casper yang mulai terbuka dengan kedua mata nya yang berwarna silver bersinar terkena cahaya bulan.


Sangat indah...


"Gege, kau tau mata mu begitu indah ketika terkena cahaya bulan..." Ucap Neftaza tersenyum.


"Benar..." Sambung Gazelle.


"Apa kau bisa melihat Gege?" Ucap ku khawatir.


Ia mengedipkan mata nya berkali-kali melihat sekitar dengan panik.


"Aneh, ku rasa apa yang di ucap kan Hazel adalah kebenaran..." Ucap Casper yang terlihat tersenyum menatap ke sekitar.


"Apa kau bisa melihat dalam kegelapan?" Ucap Hasper tak percaya.


_


_


_


Jangan lupa like vote dan komen yah guys...

__ADS_1


❤️❤️❤️


__ADS_2