
Aku memastikan tempat dimana Hasper dan Neftaza berada, ketika aku melihat ke bawah aku melihat Hasper dan Neftaza yang sedang berada di pintu sebuah gua yang cukup besar.
"Gege, pastikan tempat itu aman... Aku melihat Gege Casper di kejar oleh makhluk menjijikan..." Ungkap ku berteriak kepada mereka berdua.
Mereka berdua mengangguk.
Kembali ku arahkan pandangan mata ku ke arah Casper yang hampir sampai di tempat ku berdiri.
Aku mengeluarkan panah ku dan mulai membidik sekawanan makhluk yang mengejar Casper.
Wushhh... Wushhh... Wushhh...
"Sialan..." Anak panah ku meleset karena pergerakan mereka sangat gesit.
"Gege cepat lah..."
Teriak ku sekencang-kencang.
"Cepat turun..." Ungkapnya berteriak.
"Berhati-hati lah..."
Aku berjalan turun dengan perlahan ke arah depan gua di tempat Neftaza dan Hasper berdiri tadi.
Terdengar suara gemuruh langkah kaki mulai mendekat dengan munculnya Casper di atas ku. Ia berhasil turun dengan selamat dengan bantuan sihir Hazel.
"Syukurlah..." Ungkap Casper yang ngos-ngosan berdiri di samping ku.
"Lebih baik kita segera bersembunyi..." Ungkap Hazel yang tak kalah lelah nya dengan Casper.
Hazel terbang ke arah ku dan duduk di pundak kanan ku dengan suara nafas nya yang terdengar tak beraturan.
Aku menatap makhluk-makhluk menjijikan itu berada di atas kami dengan air liur yang berceceran dimana-mana berusaha untuk turun menggapai kami. Namun mereka kesulitan karena memiliki tubuh yang tak beraturan dengan memiliki kaki seperti seekor anj*ng.
"Makhluk itu mirip dengan makhluk yang memakan kuda kita di alam naga kaisar..." Ungkap Casper yang sudah mulai bernafas dengan tenang.
Ku langkah kan kaki ku menuruni bebatuan yang cukup terjal ke dalam sebuah gua yang cukup besar. Aku tidak bisa melihat keberadaan Hasper maupun Neftaza di hadapan ku.
"Neftaza... Gege Hasper dimana kalian?" Ucap ku yang terdengar menggema.
"Tunggu... Ini sangat tidak wajar..." Ungkap Casper yang menghalangi ku untuk berhenti.
"Jangan bersuara..." Ungkap Hazel yang berbicara serius di atas pundak ku.
Casper mengajak ku untuk berjalan kembali ke depan gua, aku mengikuti nya tanpa mengeluarkan kata sedikit pun.
Saat ku arahkan pandangan mata ku ke arah dalam gua, aku melihat Neftaza dan Hasper berjalan mengendap-endap tanpa mengeluarkan suara sedikit pun.
Tubuh mereka terlihat sedikit gemetaran berbarengan dengan suara desisan seperti suara desis seekor ular besar.
Jangan bilang ini sarang ular?
__ADS_1
Baru saja aku berpikir tentang ular, aku melihat puluhan oh tidak itu ratusan anak ular berada di depan Hasper dan Neftaza.
Aku terkejut, bahkan aku sangat terkejut melihat ular sebanyak itu.
"Apa yang harus kita lakukan?" Ungkap ku gemetar.
"Jangan bergerak..." Ungkap nya yang tak bergerak sedikit pun.
Apa yang harus ku lakukan, jika kami berlari ke arah atas sama saja kami mati mengenaskan di makan makhluk-makhluk menjijikkan itu, jika kami melompat ke bawah kami akan mati juga karena terbentur bebatuan.
Ini seperti buah simalakama, hidup segan mati tak mau.
"Aku bisa menghalau mereka, namun aku hanya punya waktu lima menit..." Ungkap Hazel serius.
"Pikirkan cara untuk pergi dari tempat ini..." Ungkap Casper yang sedang berfikir keras.
"Apa lebih baik kita melompat ke laut?" Ungkap ku tanpa pikir panjang.
"Lakukan sesuatu..." Teriak Neftaza ketakutan.
"Tunggu bentar..."
Aku menatap Casper yang sedang melihat situasi laut yang tidak terlalu tenang namun cukup aman jika kami harus melompat.
"Seharusnya itu adalah cara terbaik untuk sekarang..." Ungkap nya mengangguk menatap ku.
"Baiklah... Jika kalian sudah menemukan cara untuk kabur... Aku akan mulai sekarang..." Ungkap Hazel yang terdengar serius.
Neftaza dan Hasper berlari ke arah kami dengan cepat.
"Kita hanya punya waktu lima menit..."
"Melompat? Gak, itu bahaya banget..." Ungkap Neftaza takut.
" Lo mau kemana? Tuh lihat atas Lo, ada anj*ng lapar... Kalau Lo mau naik silahkan..."
Ia hanya menatap ketakutan.
"Ok... Aku ikut lompat..." Ungkapnya menghembuskan nafas kasar.
Kami berempat berpegangan tangan untuk segera melompat ke air laut, sedang kan Hazel kembali terbang menunggu kami.
Satu dua tiga ...
Aku memejamkan mata ku merasakan tubuh ku yang melayang jatuh ke dalam air.
Byurrr...
Sekarang tubuh ku kembali basah kuyup, dengan cepat aku naik untuk mengambil nafas sebanyak-banyak nya.
Kami berenang ke arah kanan tebing karena tak jauh dari tempat kami terdapat sebuah pantai berjarak lima puluh meter.
__ADS_1
Aku kuat...
Aku berenang dengan cepat memfokuskan pandangan ku ke arah pantai itu, aku harus segera menggapai nya.
Hosh... Hosh... Hoshh...
Nafas ku tersengal-sengal karena kaki ku belum menginjak pasir. Aku kembali berenang untuk menapakkan kaki ku di atas pasir namun sekali lagi ini masih terlalu jauh, mungkin sekitar dua meter dari permukaan tanah.
Aku berenang kembali dengan semangat, akhirnya aku bisa menampakkan kaki ku di atas pasir, aku berjalan dengan terengah-engah ke pinggir pantai.
Aku membaring kan tubuh ku di atas pasir putih dengan suara nafas ku yang tak beraturan sama sekali. Jantung ku berdetak dengan cepat karena berenang.
"Hahhh... Aku berhasil..." Nafas ku masih belum terdengar normal.
Aku duduk menatap Neftaza yang di bantu berjalan di dalam air oleh Hasper dan Casper, tampak ia sedikit terluka di bagian lutut nya.
Aku beranjak berdiri menunggu mereka bertiga.
"Kaki ku terbentur batu..." Ungkap Neftaza yang lemah.
Aku membantunya untuk duduk seraya ku sisihkan celananya ke atas, lututnya hanya tergores sedikit, ini tak terlalu berbahaya.
"Kita harus ganti pakaian..." Ungkap ku menatap mereka semua.
__________
Aku menatap Neftaza yang terbaring di atas alas tidur dengan Hazel yang terbang di atas dadanya. Aku bisa melihat tubuh nya kembali normal, karena kami semua sudah berganti pakaian dan beristirahat.
Sekarang kami sedang beristirahat di bawah pohon yang cukup besar, dengan di samping pohon terdapat pohon kelapa yang sangat panjang tak terlalu tinggi.
Aku menatap Casper yang berjalan ke arah ku dengan membawa satu buah kelapa. Ia memberikan buah kelapa kepada ku.
"Terimakasih Gege..." Ungkap ku menatap nya tersenyum seraya meminum air kelapa.
"Apa yang di lakukan Gege Hasper?" Ucap ku bertanya kepada Casper yang duduk di samping ku.
"Dia hanya memeriksa buku itu..." Ungkap Casper yang sedang meminum air kelapa.
"Apa ada pergerakan dari pemilik sihir hitam itu Gege?" Ungkap ku menatap Casper serius.
"Sepertinya ada, jika benar posisinya mendekati kita..." Ungkap Casper berwajah serius.
Mendekati kita? Apa mereka mengetahui tentang keberadaan kita? Mungkin kah buku itu tidak hanya satu? Entahlah...
_
_
_
Jangan lupa like vote dan komen yah guys...
__ADS_1
❤❤❤