TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 24


__ADS_3

Kami keluar dari gua tersebut kembali ke perkemahan. Karena aku merasa Angela sudah berada di sana.


Kami terbang di udara. Ah bukan aku tapi Ryu, aku hanya menunggangi nya. Ini baru pertama kalinya aku terbang tanpa pengaman apapun. Jika di dunia modern aku pernah melihat orang-orang melakukan terjun payung. Dan sekarang aku merasakan apa yang di rasakan oleh mereka.


Aku mencoba merentangkan kedua tanganku, ku rasakan semilir angin yang menembus pori-pori kulitku, sangat menyejukkan kemudian aku berteriak sangat keras I am happy...!!! Wow...!!!


Kami menelusuri hutan ini, tampak pepohonan yang menjulang tinggi ke atas dengan dedaunan yang berwarna hijau menambah keindahan hutan yang kami lewati ini. Suasana siang hari yang sangat cerah, awan-awan berwarna putih kebiruan dan aku bisa melihat laut yang sangat luas membentang benua ini. Haha,,, aku tertawa seperti orang gila. Upss...


Tempat perkemahan dari gua tempat ku menemukan Ryu ternyata cukup jauh.


Aku menyuruh Ryu berhenti di dekat pohon besar, itu pohon beringin yang sangat lebat.


"Ryu turunlah di antara pohon-pohon itu." Ryu hanya menuruti perintahku dan kami pun turun di dekat pohon beringin.


Hazel? Ia hanya duduk di pundak ku menikmati indahnya pemandangan yang terbentang luas di hadapan kami.


"Ryu menghilang lah, ikuti aku dengan hati-hati..!"


Kemudian Ryu menghilang dalam sekejap mata tapi aku masih melihat nya dengan jelas ia mengikuti dari belakang.


Tempat perkemahan kami berada di pinggir hutan, sehingga aku tidak kesulitan untuk menyuruh Ryu mengikuti ku karena tempat kami berjalan sekarang ini adalah Padang rumput yang sangat luas.


Kami berjalan menuju ke arah perkemahan, dari sini aku bisa melihat bahwa Angela sedang duduk di depan tenda dan pangeran Hasper sedang mondar mandir seperti sedang mengkhawatirkan sesuatu? Ah pastinya sedang mengkhawatirkan ku wkwk...


Tunggu, tapi aku tidak melihat pangeran Casper, dimana dia? Atau masih mencari ku di hutan?


Aku mendengar Hazel mengucapkan sesuatu.


"Pangeran Casper berada di bawah pohon besar itu..!" Aku mengalihkan perhatian ku ke arah pohon besar dekat perkemahan. Aku melihat pangeran Casper duduk sembari menusuk nusukan sebuah ranting di tanah. Ia terlihat sedang galau.. Haha..


Sedangkan sebagian kesatria tak tampak dari kejauhan mungkin mereka mencari ku di hutan. Astaga mereka memang sangat lucu...


"Lama-lama kau mati karena sering tertawa.." Aku langsung merasa kesal dengan ucapan Hazel, dia membuatku kehilangan mood baik.


Aku sengaja berjalan pelan agar bisa melihat raut wajah mereka yang lucu itu, hemm...


Aku mengendap-endap seperti pencuri ke arah belakang tenda dan...


"Dorr...!" Mereka semua terkejut.


Hahaha... aku tertawa sampai terpingkal-pingkal.


"Lo ngagetin gue buj**g.." Ucap Neftaza seraya memegang dada nya.

__ADS_1


"Jangan serius-serius amat dong.." ucapku menahan tawa.


"Lo pergi kemana? kami di sini mencemaskan mu Nefta..!" Seru Angela kesal.


"Gue nyariin lo.. Malah Lo udah balik duluan..!" ucapku ketus.


"Gege mencemaskan mu Nefta..!" Terdengar suara seorang pria dari belakang. Aku menoleh dan dia adalah pangeran Casper.


"Maaf Gege,,, aku baik-baik saja...!" Ucapku meyakin kan mereka.


"Lain kali jangan pergi sendirian..!" Ketus pangeran Hasper. Kami hanya mengangguk.


Ah, aku sedikit terkejut dengan aura dingin pangeran Hasper. Dia memang sulit di tebak.


Off-----


Mereka memasuki tenda masing-masing untuk menghilangkan rasa lelah yang menyerang tubuh mereka. Mereka akan bermalam di hutan itu dan melanjutkan perjalanan pulang keesokan harinya.


"Gue nemuin sesuatu yang sangat luar biasa.." Ucap Neftaza senang seperti mendapatkan jackpot besar.


"Hemmm..." Angela dan Hazel hanya berdehem males.


"Tunggu,,, aku juga merasakan sihir dari tubuh Angela.." Seru Hazel tiba-tiba.


"Kau memang cerdas Zel..!" Ucap Angela berseringai...


"Apa? Lo nemuin naga?" Ucap Neftaza to the point dan Angela terkejut dengan pertanyaan Neftaza yang tepat.


"Lah... Lo kok tau gue nemuin naga?" ucapnya.


"Dia menjalin kontrak dengan naga es..!" Jawab Hazel seraya memakan buah apel miliknya.


"Naga es? Nah gue nemuin naga api? apa ini cuma kebetulan?"


"Entahlah... tapi sepertinya iya...!" Ucap Neftaza sedikit ragu.


Mereka melanjutkan mengobrol dan langsung tertidur dengan nyenyak.


Di luar tenda, suasana sangat gelap di hutan itu hanya ada perapian di dekat tenda mereka. Namun mereka bisa menikmati keindahan malam dengan melihat bintang-bintang di langit yang bersinar terang.


Zu dan Ryu beristirahat di tempat yang berbeda, sebenarnya mereka saling mengetahui. Tapi akan sangat sulit jika naga api dan naga es bersatu karena elemen mereka berbeda. Tapi entahlah ku harap mereka bisa akur.


--------

__ADS_1


Matahari sudah menampakkan diri dengan senyumannya, suasana pagi cukup dingin karena dua jam sebelum matahari terbit hujan turun rintik-rintik membahasi hutan itu.


"Wah, dingin banget.. Gue gak tahan!" Ucap seorang perempuan bermanik purple menggigil.


Ia keluar dari tenda menuju tempat perapian. Tampak yang lainnya sedang duduk mengelilingi api itu.


"Selamat pagi putri..!" Ucap para kesatria.


Ia hanya mengangguk seraya duduk di pinggir perapian.


"Lo gak kedinginan apa?" Tanyanya setelah ia melihat ke kanan.


"Lo gak inget, kalau naga ku adalah naga api?" Ucap nya santai...


"Beruntung banget Lo El..!" Ucap Neftaza merasa iri.


Skipp!!!


Zu dan Ryu sudah mampu mengeluarkan sihirnya sehingga mereka bisa kembali ke tempat asalnya. Mereka akan keluar jika Angela dan Neftaza memanggil.


Angela pov---


Kami mulai mengemasi barang-barang kami untuk melanjutkan perjalanan menuju istana. Jarak hutan ini ke istana butuh waktu seharian karena hutan ini terletak di pinggir perbatasan kerajaan Rosewaltz dengan kerajaan Dafflera.


Aku menaiki kereta kuda dengan di bantu oleh pangeran Hasper. Hanya aku, Neftaza dan Hazel yang berada di satu kereta kuda yang sama dengan para kesatria menaiki kuda masing-masing di sebelah kanan dan kiri dan ada juga yang berada di belakang.


Pangeran Hasper dan pangeran Casper menaiki kuda di barisan paling depan.


Kami melewati sebuah pantai dengan pasir putih yang sangat luas. Kami berhenti sejenak untuk menikmati segarnya air laut sebelum melanjutkan perjalanan.


Hanya satu jam kami bermain di pantai itu. Waktu yang sangat singkat menurut ku... Namun kami tidak punya banyak waktu lagi sebelum matahari terbenam. Kami merasa kelelahan Karena butuh seharian untuk sampai ke istana.


Huh,, Akhirnya. Aku melihat pusat kota kerajaan Rosewaltz setelah menempuh perjalanan panjang.


Sesampainya di istana, kami bergegas masuk ke dalam kamar kemudian membersihkan diri karena hari sudah malam. Kami pun tertidur tanpa makan malam. Karena rasa lapar di kalahkan dengan rasa kantuk yang tak berujung hilang.


"Selamat malam..!"


(Catatan: Tulisan yang bergaris miring menandakan bahwa mereka berbicara melalui pikiran. Terimakasih...)


Jangan lupa like vote dan komen yah...


Jika kalian memiliki saran, aku bisa mencobanya!!!

__ADS_1


❤️❤️❤️


__ADS_2