TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 146


__ADS_3

"Tunggu... Baiklah, aku akan berkerjasama dengan kalian putri..." Ucap nya menatap kami bergantian.


Aneh, semudah itukah? Tidak... Ini salah, ini pasti jebakan...


Aku menatap Hasper yang menatap ku seperti memberi sebuah isyarat untuk ku berhati-hati. Suasana di sini menjadi sangat canggung ketika Fegis menyetujui tanpa melakukan sesuatu.


"Aku sudah menyetujui kerjasama itu, bisakah kau menghilangkan senjata itu dari pandangan mata ku?" Ungkap nya seraya mengangkat tangan kanan nya ke depan ku.


"Baiklah..." Ungkap ku tersenyum seraya meletakkan pistol ku di balik pakaian ku.


"Venan, bersihkan mayat itu dari pandangan ku..." Ungkap nya yang berbalik pergi ke arah sebuah kursi yang berada di samping kiri nya, ia duduk di sana dengan tubuh nya sedikit membungkuk, terlihat tangan kanan nya memegang kepala nya seraya menggeleng-gelengkan kepala nya.


Ini benar-benar terasa aneh untuk ku...


Ku arahkan pandangan mata ku menatap ke sekeliling ruangan yang sudah hancur berantakan, noda darah merah menghiasi ruangan ini dengan beberapa pengikut nya yang sudah tak bernyawa tergeletak secara acak di lantai.


Aku menatap Casper yang berdiri di antara Hasper dan Felis, aku beranjak berjalan menghampiri nya. Aku menatap mata mereka yang terlihat seperti tak percaya tentang apa yang terjadi, seperti nya mereka merasakan hal yang sama seperti ku.


Ku tatap Hasper yang bergerak menghampiri Fegis dengan pedang yang bercucuran darah masih berada di genggaman tangan nya berdiri tepat di hadapan Fegis.


"Apa kau yakin akan berkerjasama dengan kami tuan Fegis?" Ungkap nya kurang yakin.


Fegis hanya menatap Hasper dengan aneh, walau kami tak bisa melihat raut wajah nya tapi kami bisa mengetahui tubuh nya yang terlihat seperti mengalami sesuatu yang buruk.


Ah, aku melupakan itu... Kami menghancurkan singgasana kebesaran nya, bagaimana tidak ia akan baik-baik saja?


"Ikuti aku..." Ucap Fegis yang beranjak berdiri berjalan ke arah pintu keluar.


Kami berempat saling pandang dan mengikuti nya tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.


Ku langkahkan kaki perlahan menatap ke sekitar ruangan yang terlihat lumayan nyaman yang penuh dengan hiasan furniture klasik.


"Lumayan..." Ungkap ku tersenyum tanpa sadar.


"Apa yang kau ucap kan?" Ungkap Felis yang berada di samping kiri ku dengan tatapan tajam nya.


"Bukan apa-apa..." Ungkap ku mengalihkan pandangan mata ku dari nya.


Ku tatap Fegis yang berada di depan pintu besar yang memiliki warna gelap, ia membuka pintu itu dan menoleh ke arah kami.


"Masuklah..." Ungkap nya seraya kembali berjalan masuk ke dalam ruangan yang ada di balik pintu besar itu.


Ku alihkan pandangan mata ku menatap Hasper dan Felis yang melangkah kan kaki nya masuk ke dalam ruangan itu tanpa merasa ragu sedikit pun.

__ADS_1


"Apa tidak masalah Gege?" Ungkap ku seraya menarik tangan kiri Casper yang mulai melangkahkan kaki nya berjalan masuk ke ruangan itu.


Ia menoleh ke arah ku mengernyitkan dahi nya.


"Berhati-hatilah..." Ungkap nya seraya memegang tangan ku.


Aku melangkahkan kaki mengikuti mereka, namun aku tiba-tiba mendengar suara Zu melarang ku untuk masuk.


"*My lord, kalian di jebak oleh nya... Jangan masuk ke dalam ruangan itu..."


"Apa maksud mu...?"


"Di dalam terdapat serbuk bunga malam yang bisa membuat kalian pingsan beberapa waktu, jika kalian menghirup nya*..."


"Kurang ajar..."


Dengan cepat aku menarik tangan Casper untuk segera berhenti. Aku membisikan apa yang ku ketahui kepada nya.


Raut wajah nya berubah kemerahan, ia sangat marah dan hampir memukul pintu ruangan itu.


"Aku tak akan memaafkan mu Fegis..." Ucap nya penuh penekanan.


"Apa yang harus kita lakukan Gege? Mereka berdua sudah masuk ke dalam..." Ucap ku khawatir.


Aneh, kenapa Fegis juga masuk ke sana walau dia berusaha menjebak kami? Apa yang ia rencanakan sebenarnya.


Tanpa berpikir panjang aku melangkahkan kaki ku masuk ke dalam ruangan, pandangan mata ku menatap ke seluruh ruangan itu namun aku terkejut saat mereka baik-baik saja berada di ruangan itu.


"Apa yang membuat mu sangat lama berada di luar Ela?" Ungkap Hasper yang menatap ku bingung.


Casper yang berdiri tak jauh dari ku hanya memandang ku dengan tatapan datar, ia memberi isyarat untuk aku tetap tenang.


"Duduk lah putri..." Ungkap Fegis menyuruh ku duduk di sebuah kursi yang berada di samping Hasper.


Aku berjalan perlahan mendekati nya, aku duduk dengan pandangan mata ku masih melihat sekitar dengan waspada.


"Aku menyetujui akan berkerjasama dengan kalian, tapi aku memiliki syarat..." Ungkap Fegis serius.


"Aku tertarik dengan senjata yang kau miliki, apa kau bisa memperlihatkan senjata itu kepada ku?" Ungkap nya lagi.


"Senjata?" Ungkap Casper.


Ada udang di balik batu nih...

__ADS_1


"Iya, senjata yang putri gunakan untuk menembus singgasana ku..." Ungkap nya lagi.


"Bukan kah itu alasan yang begitu mudah untuk kau menyetujui kesepakatan kita?" Ungkap Hasper mengintimidasi Fegis.


"Ya kau tau benar, kami adalah perompak selama kami menjalani kehidupan itu aku tak pernah melihat senjata yang lebih cepat dari panah sebelumnya. Namun aku tertarik dengan senjata yang kau gunakan..." Ungkap nya yang seolah seperti seorang bos besar yang sedang bernegosiasi dengan seorang bawahan nya.


"Baiklah..." Ucap ku seraya mengeluarkan pistol ku dari balik pakaian ku.


Namun, Hasper tiba-tiba mengehentikan ku. Ia terlihat tak ingin mengambil resiko untuk mengeluarkan pistol itu.


Aku mengedipkan mata ku memberikan isyarat kepada nya.


"Tak masalah..." Bisik ku pelan.


Aku meletakkan pistol itu di atas meja yang berada di tengah-tengah kami, dengan pergerakan perlahan Fegis mengambil pistol itu. Ia membolak-balik kan pistol itu seperti mengamati apa yang menjadi bahan utama dalam penciptaan pistol itu.


"Apa kalian yang menciptakan senjata ini?" Ungkap nya tanpa menatap kami.


"Itu hanya senjata kecil, kami mempunyai senjata yang lebih hebat. Bahkan kami memiliki satu benda kecil yang bisa membuat rumah mu hancur berkeping-keping..." Ungkap ku menyombongkan apa yang ku miliki.


"Benarkah? Bisakah kau tunjukkan benda itu kepada ku?" Ucap nya percaya diri.


Apa kau mau membodohi ku Fegis? Kau akan membunuh kami jika kau mengetahui semua nya...


"Tak semudah itu kami memberikan benda berharga untuk orang seperti mu..." Ucap Felis tegas.


"Apa maksud mu?" Ucap Fegis beranjak berdiri, membentak Felis.


"Apa kau kira kami bodoh?" Ucap Casper yang menodongkan sebuah pistol ke arah nya.


"Kurang ajar..." Ucap Fegis seraya menarik pelatuk pistol yang ia pegang ke arah Casper.


Kami semua terkejut.


_


_


_


Jangan lupa like vote dan komen yah guys...


❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2