
Matahari sudah hampir terbenam di arah barat, mereka berjalan pulang ke istana karena waktu berpiknik mereka sudah selesai. Perjalanan mereka menuju istana di dampingi dengan keindahan sunset matahari terbenam. Menjadikan suasana sore yang sangat mengagumkan berwarna jingga di sebelah barat.
Ini adalah hari yang cukup melelahkan untuk mereka.
"Aku sangat lelah,,, tapi aku juga bahagia dengan kegiatan piknik kita...!" Ucap Neftaza.
"Ini adalah pengalaman pertama Gege bersama kalian keluar dari istana untuk berpiknik..!" jawab pangeran Casper.
"Benarkah?" Tanya Neftaza kurang percaya.
"Iya, bahkan Gege dulu tidak punya waktu untuk bermain seperti ini.. Gege cukup puas merasakan kebersamaan bersama kalian walau hanya satu hari keluar..!" Ucap pangeran Casper lagi.
"Syukurlah Gege.. Tapi Nefta berjanji bahwa kita akan sering-sering keluar bersama untuk menikmati keindahan kerajaan kita..!" Ucap Neftaza lagi.
Pangeran Casper hanya mengangguk. Angela dan pangeran Hasper hanya mendengar kan pembicaraan mereka pun ikut memahami situasi yang ada.
Angela berpikir dengan ucapan Neftaza tentang peri itu. Ia ingin sekali bertanya, tapi apa sekarang bukan waktu yang tepat karena ada kedua pangeran? Ia sangat penasaran, dan akhirnya ia pun bertanya.
"Nefta...!" Angela memanggil Neftaza, kemudian Neftaza menoleh ke arahnya..
"Bisakah kau ceritakan kejadian tadi saat kau berada di hutan?" Tanya Angela dan di angguki oleh Neftaza.
"Kejadian apa?" Tanya pangeran Hasper yang penasaran.
"Hemm,,, apakah kalian percaya tentang adanya peri?" Tanya Neftaza kepada mereka bertiga.
"Peri?" Ucap pangeran Hasper.
"Entahlah,,, Gege pernah membaca tentang peri di sebuah buku di perpustakaan, tapi Gege tidak tau kebenaran ada atau tiadanya peri itu!" Jawab pangeran Casper.
Angela hanya terdiam menunggu cerita selanjutnya.
"Aku pergi ke hutan itu tadi karena aku melihat cahaya, aku penasaran lalu pergi mengikuti cahaya itu. Dan setelah aku mengikuti nya ternyata cahaya itu keluar dari tubuh seorang peri yang terluka..!" Jawab Neftaza.
Mereka bertiga saling bertatapan, apa benar yang di katakan Neftaza, kemudian mereka menunggu cerita selanjutnya.
"Hazel keluarlah..!" Ucap Neftaza.
Kemudian keluarlah sesosok peri yang sangat mungil, seperti kupu-kupu. Ia berhenti di pundak Neftaza.
"Ini... ini peri?" Mereka bertiga terkejut melihat sesosok peri kecil seperti kupu-kupu.
__ADS_1
"Bukankah itu kupu-kupu?" Tanya pangeran Casper.
"Ini peri Gege,, bukan kupu-kupu!" Ucap Neftaza meyakinkan.
"Ia sedang terluka...!" Ucap Neftaza lagi.
"Dari buku yang Gege baca peri itu memiliki kekuatan untuk menyembuhkan, tapi kenapa dia membutuhkan bantuan mu Nefta?" Tanya pangeran Casper.
"Ia kehilangan inti sihirnya, sehingga sihir dia melemah. Sihir yang ia miliki hanya mampu membantu nya untuk terbang tidak untuk menyembuhkan luka nya..!" Jawab Neftaza.
Sesosok yang di bahas oleh mereka hanya duduk malas mendengar kan ocehan yang tidak ada habisnya.
"Kemana inti sihir itu?" Tanya pangeran Hasper.
Kemudian Neftaza menjelaskan sama persis apa yang ia dengar dari Hazel kepada mereka bertiga.
"Jadi mereka di serang oleh sekumpulan manusia yang memiliki sihir?" seru Angela.
"Dan manusia itu adalah suruhan dari seorang Kaisar?" Sambung pangeran Casper.
"Iya Gege,, benar... Kaisar sedang memperkuat pasukannya, bukan kah ini sangat bahaya untuk kerajaan lain termasuk kita?" Ucap Neftaza khawatir.
"Hemm,,, jadi kita tidak punya waktu untuk bersantai sekarang...!" seru pangeran Casper.
Mereka membicarakan strategi untuk melawan kaisar. Setelahnya...
"Bukankah kita membutuhkan sekutu yang sangat banyak untuk menghancurkan kaisar...!" Hazel yang berbicara sekarang.
Mereka bertiga terkejut dengan suara Hazel yang berbicara. Kemudian mereka memahami situasi nya dan kembali ke keadaan normal.
"Benar,,, kita membutuhkan sekutu yang sangat banyak untuk melawan kaisar...!" Ucap mereka bersamaan.
"Hemm,,, namaku Angela Zenquille, kau bisa memanggil ku Ela..!" Ucap Angela memperkenalkan diri kepada Hazel.
"Aku pangeran Casper Zenquille.. kau bisa memanggilku Casper..!" ucap pangeran Casper.
"Aku pangeran Hasper Zenquille, terserah mau kau panggil siapa...!" Ucap pangeran Hasper sedikit dingin.
"Aku adalah pangeran peri dari hutan Florence bagian barat, namaku Hazel Weberly kalian bisa memanggilku Hazel...!" Ucap peri Hazel ramah kepada mereka bertiga.
"Bukankah hutan Florence sangat jauh, dan kau cukup hebat datang kemari dengan tubuh terluka...!" Seru pangeran Casper terkejut
__ADS_1
"Ya, itu sangat jauh... Dan kau sanggup menahan rasa sakit mu?" Seru Angela lagi. Ia mengetahui jika hutan itu sangat jauh karena ia pernah melihat sebuah peta tentang benua ini.
"Aku hanya ingin bertahan hidup, aku bahkan tidak sadar jika hutan tempat ku tinggal sangat jauh dari kerajaan ini..!" Ucapnya sendu sembari menundukkan kepalanya.
"Tapi syukurlah kau masih hidup dan sekarang kau memiliki kami, kau tidak akan kesepian lagi...!" Seru Neftaza tersenyum kepada Hazel.
"Hemm terimakasih...!" Ucapnya tersenyum bahagia.
----------
Matahari sudah membenamkan dirinya di arah barat di gantikan dengan kegelapan yang menemani perjalanan mereka menuju ke istana. Hanya sedikit penerangan yang bisa mereka gunakan untuk melihat yaitu cahaya rembulan yang bersinar di langit dengan bintang-bintang mengelilingi nya.
Mereka berada di dalam kereta kuda selama kurang lebih 5 jam.
Dari kejauhan tampak sebuah gerbang istana dengan dua penjaga berada di sisi kanan kirinya. Akhirnya mereka sampai di kerajaan. Mereka memasuki kerajaan Rosewaltz di sambut dengan penerangan yang sangat terang.
"Akhirnya...!" Lega Neftaza.
"Cahaya apa itu? sangat terang...!" ucap Hazel sembari terbang ke arah jendela agar lebih dekat untuk melihat cahaya.
"Itu adalah cahaya lampu, kami yang membuat nya...!" Seru Neftaza.
"Keangkuhan kalian ada gunanya juga..!" jawab Hazel. Dan itu membuat mereka berempat merasa tersinggung dengan ucapan Hazel.
"Apa kau bilang!!" Bentak pangeran Hasper.
"Apa kau tuli, ucapan ku saja tidak bisa kau dengar dengan jelas...!" Ucap Hazel tak kalah keras dari suara pangeran Hasper.
"Kau...!" Pangeran Hasper ingin melempar Hazel keluar jendela kereta namun di tahan oleh pangeran Casper. Akhirnya pangeran Hasper melepaskan Hazel kembali.
"Kau hampir membunuh ku...!" Teriak Hazel tersengal-sengal kemudian pergi bersembunyi di balik gaun Neftaza.
Angela dan Neftaza hanya merasa bingung dengan sikap keduanya yang sama-sama seorang pangeran yang angkuh. Mereka hanya bisa menggelengkan kepala.
Kereta berhenti. Mereka turun dari kereta kuda itu secara bergantian. Langkah kaki mereka tampak seirama menuju kamar masing-masing. Mereka sangat kelelahan.
Angela dan Neftaza berbaring di kasur empuk mereka tanpa melepaskan alas kaki mereka. Angela mengambil sebuah remote untuk menyalakan AC karena merasa kedinginan.
Terlihat Hazel keluar dari tempat persembunyiannya untuk melihat-lihat isi kamar.
Ia terkagum dengan dekorasi kamar kedua putri kerajaan Rosewaltz itu. Banyak benda-benda asing yang tidak ia ketahui sama sekali. Bahkan sekarang suasana di sini lumayan hangat pikirnya. Kamar yang sangat nyaman.
__ADS_1
Jangan lupa like vote dan komen yah...
❤❤❤