
Terdengar kicauan burung bernyanyi samar-samar di telingaku. Aku mendengar keributan Neftaza yang menggedor-gedor pintu ku dengan kuat.
"Mengganggu saja..." Aku turun dari atas tempat tidur untuk membuka pintu yang terkunci.
Tumben,,, dia bangun cepat.
"Lo lama banget sih bukanya, gue sampai capek teriak-teriak..." Ungkapnya berjalan masuk ke dalam kamar.
"Namanya gue lagi mimpi, Lo memang pengganggu..." Ungkapku menutup pintu dan menyusulnya.
"Lo cepet banget bangunnya, ada apa?" Ungkapku tanpa menatapnya, aku masih mengikat rambutku yang berantakan.
"Gue mau cerita sama Lo..." Ungkapnya duduk di atas tempat tidurku sembari memakan sandwich.
"Hemmm..."
Dia menghabiskan makanannya dalam waktu cepat dan mulai menatapku serius. Aku duduk di kursi untuk mendengarkan nya.
"Ternyata bangsa elf yang menculik kekasih pangeran Deffin adalah anak dari adik ayah pangeran Deffin. Namanya Alendra Pradafi Mereka memiliki dendam kepada keluarga pangeran Deffin karena sebelum ayah Deffin memiliki tahta sebagai raja, mereka mengalami perebutan kekuasaan." Ungkap Neftaza serius.
"Hanya karena perebutan kekuasaan? Gak epic banget." Ungkapku menyepelekan hal itu.
"Bukan hanya itu Bambang... Ternyata Alendra juga menyukai kekasih pangeran Deffin, namanya siapa? Gue lupa..." Ungkapnya berpikir bingung.
"ERVADA AMARIS."
"Oh ya,,, Ervada... Zaman sekarang udah ada ya laki-laki ngerebutin cewek, pantas aja di dunia kita juga begitu..." Ungkap Neftaza kesal.
Kenapa dia malah ngomongin itu sih? Heran deh.. Udah serius dengerin juga.
"Lanjut ke topik..."
"Sorry, gue terbawa suasana..." Ungkapnya tersenyum meringis.
"Hmm..."
"Lo tau kalau keluarga mereka terpecah dari udah lama gitu kan? Terus walau adik ayah pangeran Deffin sedikit merelakan tahta, namun hubungan dua keluarga ini mulai memanas lagi karena masalah Ervada."
Aku hanya mendengarkan nya dengan serius.
"Lebih detail dong..." Ungkapku.
"Gue gak tau bener ceritanya gimana sampai mereka ngalamin cinta segitiga, tapi di sini ada sedikit hal janggal gak sih menurut Lo?" Ucapnya menunggu jawaban ku.
"Maksud Lo?" Ungkap ku bingung.
__ADS_1
"Gini loh,,,, Para bangsa elf, gak perduli itu pangeran atau siapapun pasti memiliki kekuatan yang luar biasa kan? Terus kenapa keluarga menteri semudah itu kehilangan Ervada? Coba Lo pikirin?" Ungkapnya membuat ku tersadar, memang ada sedikit janggal dari permasalahan ini.
"Padahal Ervada adalah anak satu-satunya pasti penjagaan nya sangat ketat bukan?" Ungkapnya seraya meminum air.
Aku memikirkan semua pemikiran Neftaza, sepertinya kami harus mencari inti dari permasalahan ini.
"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang? Kita belum tau pangeran Deffin akan mengizinkan kita untuk membantu nya atau tidak..."
"Iya sih... Di lihat dari keadaan kita mah, pasti mereka mikirnya kita bisa apa?" Ungkapnya dengan raut wajah sedikit marah.
"Apa lebih baik kita bantuin nya diam-diam?!" Ungkapku asal bicara.
"Bener juga kata Lo sih... Mending kita diem-diem, mana tau kita bisa nemuin sesuatu yang gak sesuai sama dugaan kita. Semacam rahasia gitu...." Neftaza tersenyum misterius.
"Ok deal..."
"Bye the way, gimana sama Hasper dan Casper? Apa kita bakal berbagi rencana sama mereka?" Ungkap Neftaza sedikit ragu.
"Pastinya lah, kalau kagak kita bakal mati di marahin mereka berdua, Lo tau mereka sangat... sangat menakutkan ketika marah..." Ungkapku seraya membayangkan ekspresi wajah mereka.
Sampai sulit membayangkan aku tuh.
"Hahaha.... Gue tau..." Ungkapnya.
-----------------
Ku tatap diriku di pantulan cermin yang ada di hadapan ku, aku akan melakukan nya sekarang. Aku ingin tahu kebenaran dari balik semua permasalahan mereka.
Keributan demi keributan yang selama ini terdengar membuatku sedikit risih untuk segera menyelesaikan nya. Mereka terlalu sibuk untuk mencari calon istri pangeran Deffin.
Ku langkahkan kaki ku keluar dari kamar, tak lupa pula aku menyembunyikan semua benda yang ku gunakan ke dalam ruang dimensi ku.
Aku menatap kenop pintu seraya memutarnya, tampak di luar mereka sudah berdiri di depan pintu masing-masing.
Setelah aku dan Neftaza berbicara tadi pagi, kami langsung membicarakan rencana yang akan kami lakukan malam ini kepada Hasper dan Casper. Mereka menyetujui nya.
"Apa kalian sudah siap?!" Ungkapku memperhatikan mereka satu persatu yang terlihat seperti badan intelijen negara.
Keren. Hanya imajinasi ku. Terlalu berharap...
Mereka semua mengangguk. Sebelum kami menjalankan rencana, kami melihat situasi terlebih dahulu.
Aku berjalan ke arah pinggir pagar, tampak para elf mondar mandir ke sana kemari, berlari dan berlari.
Kami berjalan ke arah ujung lorong tempat ini, kami berhenti di pertigaan lorong yang menuju ke tempat-tempat yang berbeda namun tetap menuju ke pintu luar.
__ADS_1
"Aku dan Neftaza akan pergi ke arah timur tempat ruangan utama... Sedangkan Gege pergi ke arah barat ok..." Ungkapku seraya berjalan ke arah timur di ikuti Neftaza.
"Jangan lupa, kembali ke kamar sebelum terjadi sesuatu ok Gege..." Ucap Neftaza sedikit keras.
"Ok..." Terdengar samar-samar dari Casper.
Kami melangkah dengan perlahan agar mereka tidak curiga kepada kami, sesekali kami bertemu dengan para kesatria tapi kami masih bisa menanganinya dengan berpura-pura kalau kami hanya sedang berjalan-jalan.
"Kita cocok deh kalau jadi FBI, wkwk..." Canda Neftaza...
Aku hanya fokus memperhatikan setiap ruangan yang berada di lorong sebelah timur. Tepat di saat kami ingin belok ke arah kanan, kami mendengar seseorang berbicara tentang penggeseran pemimpin bangsa Elf.
Aku dan Neftaza sangat terkejut, kami berhenti dan bersembunyi di balik patung besar yang berdiri di sudut lorong.
Mereka berhenti tak jauh dari tempat kami bersembunyi.
"Ya, rencana kita akan berhasil..." Ungkap seseorang yang memiliki suara berat.
"Kau mempunyai putri yang sangat cerdas..." Ungkap seseorang lainnya.
"Mereka begitu bodoh bisa di permainkan oleh putriku yang sangat cantik itu..." Ungkap orang itu seraya tertawa.
Aku sangat penasaran dengan rupa wajah mereka. Aku dan Neftaza mulai mengintip dari belakang patung untuk melihat bagaimana rupa wajahnya.
Kami hanya tau jika salah satu dari mereka adalah menteri Hagrit, Ayah dari Ervada.
Aku dan Neftaza bisa melihat dengan jelas siapa kedua paman itu, mereka adalah Elf yang sangat jahat...
"Apa alasan kau melakukan ini Hagrit?!" Ungkap paman yang memiliki tubuh lebih ramping daripada menteri Hagrit.
"Aku..."
Ungkapnya terputus karena seseorang menghampiri mereka.
"Pangeran Deffin ingin kita menemui nya..." Ucap orang itu.
Mereka pergi begitu saja membuat ku dan Neftaza merasa sedikit kesal karena tidak mengetahui alasan pastinya.
"Lo dengar bukan? Berarti tebakan kita memang benar..." Ungkap Neftaza yang menatapku dengan lekat.
-
-
-
__ADS_1
Jangan lupa like vote dan komen yah...
❤❤❤