
(Sekarang aku akan fokus menceritakan dari sudut pandang Angela... Selamat membaca...!)
Satu minggu kemudian...
Sebuah suara ketukan pintu terdengar secara berulang-ulang memaksa kedua kelopak mataku untuk terbuka. Untuk pertama kalinya dalam hidup, aku merasakan kesal yang sangat amat membuatku terganggu.
Ku arahkan pandangan mataku ke sekeliling kamar, tampak Nefta tertidur dengan di samping nya Hazel tanpa merasakan gangguan yang di hasilkan oleh ketukan pintu itu. Aku beranjak turun dari ranjang untuk mengecek siapa yang mengganggu tidurku.
Terdengar suara pintu bergerak ketika aku membukanya. Tampak terlihat seorang pelayan membawakan sebuah surat undangan, aku mengambilnya. Itu adalah undangan dari kaisar untuk acara ulang tahun putera mahkota beberapa hari lagi.
Setelah aku memastikan bahwa pelayan itu meninggalkan kamarku.Aku berjalan kembali menuju ranjang yang terlihat nyaman, aku sangat lelah karena aktivitas kemarin. Aku perlu tidur sebentar lagi. Aku tak perduli jika aku melewatkan waktu sarapan, aku hanya membutuhkan tidur sekarang.
Aku terbangun, sepertinya aku sudah tertidur cukup lama. Ku arahkan pandanganku ke kanan aku melihat jam menunjukkan pukul sepuluh pagi. Ku alihkan pandangan ku ke arah kiri, aku tidak melihat Neftaza. Mungkin ia sudah terbangun lebih awal dariku.
Aku beranjak turun dari ranjang untuk merenggangkan tubuhku, aku menuju ke arah jendela dan melihat Neftaza sedang duduk manis di gazebo dekat taman dengan pakaian kasualnya. Cukup lama aku memandanginya kemudian aku menuju kamar mandi.
Sekitar lima belas menit aku berada di kamar mandi, aku keluar dengan handuk melilit di tubuhku. Aku mengeringkan rambutku dengan handuk kecil yang aku ambil dari lemari. Aku melihat sebuah makanan dan minuman di atas meja duduk, mungkin karena aku melewatkan sarapan para pelayan membawakan makanan ke kamar.
Aku memakai pakaian T-shirt putih dengan celana jeans tak lupa pula memakai sepatu snikers berwarna putih dan mulai memakan sarapan ku. Setelah itu aku berjalan keluar dari kamar menuju taman.
Kebiasaan hidup di istana ini berubah semenjak aku dan Neftaza yang mengatur nya, mereka sudah terbiasa dengan pakaian yang kami gunakan. Bahkan para pelayan dan pengawal memakai pakaian yang khusus kami desain untuk memudahkan mereka dalam bertugas.
Istana ini benar-benar sudah berubah drastis. Aku menikmati nya. Ini seperti hidup di dunia modern. Hanya saja kami tidak memiliki kendaraan seperti mobil karena jalan tidak mendukung dengan adanya semua benda itu.
Semua yang di lakukan di istana ini mempunyai privasi yang sangat ketat. Hanya orang-orang yang tinggal di dalam yang mengetahui apa yang terjadi di dalam istana. Jika kami keluar dari istana kami tetap menggunakan pakaian zaman ini. Agar mereka tidak memiliki kecurigaan dengan pihak istana.
__ADS_1
Dari lorong istana aku melihat Neftaza sedang bersantai dengan pangeran Casper.
"Angela... Kami sudah menunggu mu sedari tadi." Tukas pangeran Casper seraya melambaikan tangan kanan nya.
Ku langkahkan kakiku sedikit berlari menuju gazebo tempat mereka berada. Tampak juga kesatria pribadi milik pangeran Casper berdiri di dekat gazebo itu. Kesatria pribadiku? Haih, aku tidak suka memiliki bodyguard. Karena itu aku memohon kepada raja lebih tepatnya ayah untuk tidak menugaskan kesatria itu untuk selalu berada di samping ku begitu pun dengan kesatria milik Neftaza.
Ayah menuruti ku, tapi mereka tetap mengawasi kami dari kejauhan, itu tak masalah karena kami pun hanya meminta mereka melindungi kami jika kami berada di luar istana jika di dalam istana kami tetap bebas.
"Ah iyaa Gege,,, maafkan aku, aku sangat kelelahan karena latihan kemarin." Tukasku seraya duduk di gazebo itu.
"Apakah Gege sudah membaca tentang undangan dari kaisar?"
"Hemm,,, Gege sudah membacanya." Tukas nya sembari meminum teh yang ada di hadapannya.
"Ya, aku pun merasa jika ada tujuan lain sehingga kita di undang semua ke acara itu." Ucapku menyetujui pendapat Neftaza
"Dan ku rasa hanya pangeran dan para putri dari kerajaan besar yang di undang oleh mereka." Tukasku merasa ada yang janggal.
"Kalian tau jika kabar tentang kecerdasan kalian sudah tersebar dimana-mana, mungkin kabar itu sudah sampai ke telinga kaisar. Apakah kalian pernah berpikir jika putera mahkota sedang mencari seorang istri? Dan bisa jadi kalian lah tujuannya." Tukas pangeran Casper serius.
"Hemm,,, benar Gege. Jika itu memang alasannya kita harus hati-hati, bukan kah tidak ada yang tau bagaimana wajah kita karena kita selalu memakai cadar?' Ucap Neftaza melihat ke arah ku dan pangeran Casper.
"Ya, tidak ada siapapun yang tau kecuali orang-orang istana.." Seru pangeran Casper meyakinkan.
"Jika seperti itu, kita berpenampilan buruk rupa tapi tetap menggunakan cadar..!" Ucap Neftaza memberi ide.
__ADS_1
"Ya, kita akan berpenampilan buruk rupa agar putera mahkota tidak melirik kita." Tukasku menyetujui perkataan Neftaza.
"Kita akan berada di istana kekaisaran selama kurang lebih tiga hari, dan di acara itu kita akan pergi berburu juga. Kita harus meningkatkan kewaspadaan kita.." tukas pangeran Casper sembari turun dari gazebo.
Pangeran Casper meninggalkan kami ketika seorang kesatria menghampiri nya.
Saat aku tengah meminum teh, Neftaza berpamitan untuk kembali ke kamar karena ia sudah merasakan bosan berada di gazebo.
Tak butuh waktu lama untukku menghabiskan secangkir teh dan roti isi, aku beranjak turun dari gazebo untuk pergi ke arah barat istana. Aku berjalan secara perlahan dengan di sisi kanan kiri jalan yang ku lewati terdapat beberapa tiang lampu dan bunga mawar merah yang sudah bermekaran.
Aku melihat sepuluh kesatria yang kami latih sedang sibuk berlatih di halaman barat itu. Dari kejauhan mereka tampak seperti pasukan elite khusus dari kemiliteran. Dengan menggunakan seragam khas tentara.
Aku meninggalkan halaman barat menuju tempat pelatihan, aku melihat para kesatria milik ayah di sisi timur sedang berlatih menembak sedangkan para prajurit di sisi barat sedang berlatih beberapa Jurus bela diri salah satunya taekwondo, kungfu, karate dan yang lainnya.
Kerajaan Rosewaltz memiliki seribu pasukan khusus kemiliteran dengan kemampuan di atas rata-rata. Mereka sudah berlatih dengan jurus bela diri yang kami ajarkan selama berbulan-bulan. Yang ku tau jumlah prajurit kerajaan Rosewaltz hanya lima ribu tentara. Mungkin bisa lebih.
Kerajaan Rosewaltz memiliki sepuluh tank penembak, dan memiliki berbagai macam pistol. Semua itu adalah ide dari kami, karena itulah kabar kecerdasan putri kerajaan Rosewaltz yang sangat cerdas tersebar ke seluruh penjuru.
Tidak ada satupun orang di luar istana yang mengetahui wajah ku dan Neftaza bahkan para prajurit, hanya pasukan khusus dan jenderal yang mengetahui wajah asli kami. Jadi banyak yang berpikiran bahwa kami memiliki wajah buruk rupa yang memiliki kecerdasan luas biasa.
Kami cukup terkejut mendengar kabar itu, tapi kami mengabaikan nya.
Jangan lupa like vote dan komen yah...
❤️❤️❤️
__ADS_1