TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 102


__ADS_3

Ku pejamkan mata ku menghiraukan Neftaza yang menyuruh ku untuk memakai alas tidur. Aku tertidur dengan merasakan kelelahan yang melekat di tubuh ku.


Aku bisa mendengar samar-samar bahwa Hasper dan Casper sedang membicarakan sesuatu yang sangat sulit untuk ku dengar dengan jelas. Aku ingin mendengar nya namun aku tidak bisa, aku ingin membuka mata ku namun aku sangat mengantuk.


Aku merasakan kedinginan di sekeliling tubuh ku yang membuat ku tersadar, padahal seingat ku aku menggunakan jubah.


Aku duduk menatap mereka bertiga yang tertidur di sampingku, ku arah kan pandangan mata ku ke arah perapian yang hanya meninggalkan asap.


Aku beranjak berdiri mencari kayu bakar di sekitar dengan bantuan senter yang ku punya, aku kembali dengan membawa setumpuk kayu bakar yang ku letakkan di pinggir perapian.


Ku ambil beberapa ranting pohon yang ku letakkan di atas perapian. Api kembali menyala membuat ku merasakan kehangatan kembali.


Aku menguap duduk di dekat perapian menatap api yang mulai membesar, sesekali pandangan mata ku menatap sekitar hutan yang tampak sangat gelap. Ini cukup menakutkan.


Tunggu, kenapa aku merasa seperti kehilangan sesuatu?


Aku beranjak berdiri memeriksa sekitar untuk mencari sesuatu yang membuat ku merasa kehilangan hal yang selalu kami bawa selama perjalanan kami.


Tapi aku tidak mengingat apapun yang membuat ku merasa kehilangan.


"Apa gue udah pikun? Tapi gak mungkin juga" Ungkap ku menatap sekitar.


"Berisik banget sih elu mah..." Ungkap Neftaza yang menggeliat tidur di samping Casper.


Aku mengabaikannya karena masih fokus mengingat sesuatu yang sangat sulit aku ingat.


Ku langkah kan kaki ku berjalan ke arah pohon sebagai tempat kami mengikat kuda.


Aku tersadar, aku tidak melihat kuda di tempat terakhir kami mengikat nya.


"Dimana kudanya?" Ungkap ku memutar tubuh ku mencari kuda kami yang hilang.


Ku arahkan pandangan mata ku ke sekitar, aku tidak melihat keberadaan empat kuda yang kami tunggangi dimana pun. Aku bergegas membangunkan Neftaza yang setengah sadar.


"Woi bangun..." Aku menggerakkan tubuh nya cukup cepat untuk membangunkan nya.


"Apaan sih..." Ia terbangun dengan mengucek matanya menggunakan tangan sebelah kiri.


"Kuda kita hilang, be*o... Cepet melek..." Teriakku di telinganya.


Ia terkejut sekaligus langsung berdiri menatap tempat terakhir kudanya di ikat.

__ADS_1


"Kemana kuda kita?" Ungkap nya ke kebingungan.


"Gue gak tau, gue bangun kudanya udah kagak ada..."


Ungkap ku menatapnya yang masih kebingungan melihat sekitar.


Kami berdua duduk terdiam melihat api yang sudah mulai padam di hadapan kami, sesekali aku meniup api itu agar tidak padam dengan menambahkan beberapa daun kering dan ranting.


"Kenapa kita sial banget sih..." Ungkapnya yang terlihat sangat kesal.


"Setiap kita punya kuda, kudanya pasti hilang..." Ungkap nya lagi seraya melempar sesuatu ke arah perapian


"Lo bener, dulu waktu di wilayah kaisar kuda kita hilang di makan makhluk-makhluk menjijikkan itu, sekarang... Gue gak tau siapa yang nyuri, tapi gue harap bukan makhluk-makhluk seperti itu deh..." Ungkap ku yang masih mengingat kejadian beberapa bulan yang lalu.


"Gue masih ngantuk..." Ungkap Neftaza yang beranjak berdiri kembali ke tempat tidurnya.


"Dasar kebo..." Ungkap ku mengejeknya yang sudah tertidur lelap.


"Btw, aku juga ngantuk..." Aku beranjak berdiri kembali ke tempat tidur ku dan mulai memejamkan mata ku.


_________


Terdengar hembusan angin kencang di sekeliling ku, ku rasakan udara pagi menusuk kulit ku dengan beberapa tetesan air yang mengenai tubuh ku.


Aku sedikit terkejut, sebenarnya ini sangat tidak nyaman untuk orang seperti ku. Aku berteduh mendekat ke pohon yang sudah terdapat Neftaza dan yang lainnya berdiri dengan masing-masing menggunakan sebuah payung.


"Kenapa gak bangunin gue dari tadi..." Ungkap ku merajuk menatap mereka bertiga seraya mengeluarkan satu buah payung berwarna merah.


"Lo susah di bangunin..." Ungkap Neftaza yang mengabaikan ku.


Sialan.


Aku bersandar di pohon dengan mata ku masih mencerna apa yang ku lihat sekarang.


"Bukannya itu kuda tadi kagak ada ya? Apa gue ngelindur..." Bisik ku bingung yang masih terdengar oleh mereka bertiga.


"Lo gak ngelindur tapi beneran, gue juga bingung kenapa kudanya udah ada di situ padahal kita tadi malam gak ngeliat tuh kuda kan?..." Ungkap Neftaza yang terdengar jujur.


Aku hanya terdiam mencerna semua yang ku alami.


"Mungkin kalian berdua bermimpi..." Ungkap Casper yang berbicara menatap kami berdua bergantian.

__ADS_1


"Entahlah... Kami tidak terlalu yakin jika kami hanya bermimpi." Ungkap ku mengingat kejadian tadi malam.


Cukup lama hujan pergi meninggalkan benua ini, sekarang aku bisa melihat matahari yang mulai bersinar terang menerangi semua hal yang berada di hadapan ku sekarang.


Ku arahkan pandangan mata ku ke arah Hasper yang sedang melihat pedangnya duduk di atas akar pohon dengan sebuah ikatan kain berada di samping nya. Tampak ia membuka ikatan kain itu yang berisi sebuah kotak berukuran kecil tampak ia mengeluarkan kalung dengan liontin permata berwarna hitam yang berbentuk bunga mawar mirip seperti permata yang terdapat di pedang nya.



Ku perhatikan ia yang sedang memperhatikan permata itu seperti sedang membandingkan keduanya.


Ku langkahkan kaki ku berjalan menghampirinya, tampak ia menoleh dan tersenyum kepada ku.


"Liontin yang sangat indah..." Ungkap ku menatap permata yang di genggamnya.


"Ini liontin milik ibunda, ia memberikan nya kepada ku sebelum ia meninggalkan kita Ela..." Ungkap nya yang terlihat sendu.


"Apa Gege selalu membawanya?" Ungkap ku penasaran, karena selama ini aku tidak melihatnya mengeluarkan kalung itu sebelum hari ini.


Ia hanya mengangguk.


Aku hanya terdiam memperhatikan nya yang masih terlihat sangat sedih, ia menghela nafas nya dan kembali memasukan liontin itu ke dalam kotak dan menyimpannya kembali di dalam saku milik nya.


"Lebih baik kita segera pergi..." Ungkap nya beranjak berdiri berjalan ke arah kuda nya.


Aku mengikuti nya seraya menatap Casper dan Neftaza serta Hazel yang sedang berbicara di bawah pohon. Kemudian Hazel menoleh ke arah ku dan memberitahu mereka berdua untuk segera pergi meninggalkan tempat ini.


Kami menunggangi kuda seraya bersiap diri untuk berpetualang lagi. Aku tidak memikirkan tentang kejadian tadi malam, mungkin bisa saja aku hanya bermimpi.


Hak... Hak... Hak....


Suara terdengar bersemangat dari kami berempat yang menunggangi kuda ke sisi barat. Sesekali aku memperhatikan sekitar, sekedar untuk melihat binatang-binatang yang berada di sana.


Semoga kami berhasil menemukan bunga mawar api hitam itu sebelum semuanya terlambat.


_


_


_


Jangan lupa like vote dan komen yah guys...

__ADS_1


❤❤❤


__ADS_2