TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 16


__ADS_3

Aku melihat raut wajah ayah dan pangeran sedikit khawatir karena ucapan kami.


"Tapi sayang... itu sangatlah sulit. Jika kaisar memiliki iblis dan kita hanya memiliki sebuah peralatan perang kita akan kalah mutlak walaupun kita memiliki sekutu yang banyak.." Ucap ayah tegas.


"Benar yang di katakan ayah... Angela, Neftaza.." Ucap pangeran Casper.


"Hemm... bukankah iblis-iblis itu di segel oleh sihir... Pasti masih ada sisa sihir-sihir itu..." Ucap Neftaza serius.


"Entahlah... ayah tidak mendengar lagi adanya sihir. Yang ayah dengar dari kakek kalian jika sihir itu hilang karena menyegel iblis-iblis itu.." Ucap ayah sembari jari tangannya mengetuk-ngetuk pelan di meja.


"Hemm... ayah, apa kaisar terdahulu memiliki naga?" Tanyaku penasaran.


"Naga?" Ucapnya mengernyitkan dahi. Bingung.


"Iya ayah,,, kami pernah membaca buku yang di berikan oleh Gege jika dahulu di benua ini memiliki Naga..!" Ucap Neftaza.


"Di buku itu terdapat cerita bahwa ada penguasa yang memiliki Naga. Mungkin kaisar memiliki naga ayah...!" Ucapku menimpali perkataan Neftaza.


"Entahlah... ayah belum pernah mendengar jika kaisar terdahulu atau kaisar yang sekarang memiliki seekor naga..." Ucap ayah sembari pandangan nya tertuju ke arah depan.


"Jika kemungkinan naga itu ada dan di miliki kaisar kita tidak ada apa-apa nya dengan mereka.." Ucap pangeran Casper sendu.


"Jangan menyerah ayah, Gege... kami akan memikirkan cara untuk melawan mereka..." Ucap Neftaza menyemangati ayah dan Gege.


"Jika di lihat dari situasi sekarang, kita masih memiliki cukup waktu untuk memikirkan cara menghancurkan kaisar kejam itu." Ucapku berdiri sembari memukul meja tanpa sengaja. Itu membuat mereka sangat terkejut.


"Haiah... " Ucap ayah terkejut sembari memegang dada sebelah kiri begitupun pangeran Casper sampai terjungkal ke belakang memegangi pantatnya yang sakit. (Pangeran Hasper hanya terkejut biasa tanpa bereaksi yang berlebihan seperti pangeran Casper yang terjungkal ke belakang).


Di saat bersamaan Neftaza mengumpat kelepasan.


"Ba*i Lo nyet. Kaget gue dah ah. Kira-kira dong kalau ngegeprak meja, kalau gue mati gimana...!" Teriak Neftaza tanpa sadar sambil memegang dada nya. Dan itu membuat mereka tambah terkejut dengan ucapan Neftaza. Neftaza cukup lama menyadari ucapan itu, kemudian suasana menjadi hening. Ya, Neftaza menyadari ucapan nya itu. Ia hanya terdiam sembari tangannya menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali.


"Hehehe... maaf ayah, Gege...!" Ucapku sembari duduk kembali.


"Kau mengagetkan ku Angela...!" Ucap pangeran Casper sedikit berteriak sembari berdiri membenarkan pakaian nya yang kotor lalu duduk kembali.

__ADS_1


"Neftaza, apa yang kamu ucapkan tadi?" Tanya ayah marah.


"Hahaha,,, enggak ayah itu hanya candaan saja yang sering kami lakukan jika kami hanya berdua.." Ucap Neftaza berkeringat dingin. Kemudian ia mencubit-cubit pinggangku dengan jarinya.


"Haha,,, iya ayah,,, itu hanya candaan kami saja...!" Jawabku terkikuk.


"Ohh,,, kalian sungguh aneh..." Jawab ayah mengabaikan.


Hehehehe...


Kami berdua hanya tertawa canggung. Ayah dan pangeran melihat kami seperti bukan manusia normal saja. Huhh...


"Kami berjanji akan memperkuat militer kerajaan kita ayah, jadi ayah jangan terlalu banyak berpikir untuk kemajuan kerajaan kita, biar kami saja yang mengurus masalah itu, ayah cukup menjaga kesehatan ayah saja agar tidak sakit." Ucapku memecahkan keheningan yang cukup mencekam ruangan ini.


"Iya sayang,,, ayah akan menjaga kesehatan ayah dan ayah percaya dengan kalian putri dan pangeran kerajaan Rosewaltz yang mengagumkan ini." Ucap ayah sembari tersenyum bangga kepada kami berempat.


Kami berempat tersenyum hangat melihat ayah mengucapkan hal tulus itu. Kemudian kami pergi dari ruang makan untuk melakukan aktivitas masing-masing.


--------------


"Gara-gara Lo gue kelepasan tadi, untung aja ayah kagak curiga sama gue..!" Ucap salah satu perempuan itu.


"Hahaha,,, gua kagak sengaja... Lo jangan marah dong Nef...!" Ucap perempuan lainnya. Ya, mereka adalah Angela dan Neftaza.


"Sumpah,, gue ngeri ngelihat ekspresi mereka tadi, untung gak di hukum gantung gue mah..!" Ucap Neftaza kesal.


"Hahaha... udah deh... udah lewat juga, dan Lo kan gak kenapa-kenapa. Lain kali Lo hati-hati dong biar kagak keceplosan lagi.." Ucap Angela tertawa sembari membuli Neftaza yang tampak kesal karena hal tadi.


Neftaza hanya cemberut tanpa ingin menjawab ucapan Angela. Dia sungguh sangat kesal.


Mereka berdua menikmati keindahan kerajaan ini sembari meminum teh manis.


"Perjuangan kita sebentar lagi bakal di mulai Nef.. Gue khawatir kalau kita gak bisa ngelindungi kerajaan ini...!" Ucap Angela sendu.


"Lo jangan pesimis gitu dong,,, harus semangat, gue yakin kita bakal menang... Mungkin butuh beberapa tahun untuk melawan mereka, tapi itu gak masalah buat kita kan? bukankah kita dari kecil udah di latih sama kakek agar kita menjadi perempuan yang kuat, maka dari itu ini kesempatan untuk kita membuktikan bahwa perempuan tidak selalu lemah...!" Ucap Neftaza dengan penuh keyakinan.

__ADS_1


"Ya, gue gak bakal menyerah.. gue masih punya Lo dan yang lainnya... Kita harus nyelamatin kerajaan ini dan yang lainnya demi kedamaian dunia ini...!" Ucap Angela tak kalah semangat.


"Nah gitu dong,,, jangan pantang menyerah ok..!" Ucap Neftaza tersenyum.


Mereka mengobrol di selingi canda tawa yang membuat siapapun penghuni istana ini menjadi tersenyum melihat keceriaan kedua putri yang sangat menawan itu.


Terlihat dari kejauhan pangeran Casper dan kesatria pribadinya berjalan ke arah gazebo tempat Anef (Angela dan Neftaza) sedang menikmati teh nya.


"Huh,,, kalian enak-enak di sini sedangkan kami para laki-laki di sibukkan dengan urusan kerajaan." Ucap pangeran Casper kesal.


Annef terkejut dengan kedatangan pangeran Casper.


"Ah Gege... Itu kan tugas para laki-laki, perempuan mah santai... hahahaha....!" Tawa renyah Annef. (Sekarang kita panggil Annef yah, biar gak kepanjangan).


"Gege ingin ice cream...!" Ucap pangeran Casper sembari memasang raut wajah imut.


'ice cream?' benak kesatria Lexif penasaran, sebab ini pertama kalinya ia mendengar kata tersebut.


"Ah Gege... manja banget dah ah..." Ucap Neftaza geram.


"Hahahaha... mana Gege mau ice cream !" tawa pangeran Casper.


Dengan terpaksa Neftaza mengambil empat buah ice cream dari ruang dimensinya dan memberikan nya kepada mereka satu persatu.


Kesatria Lexif terkejut dengan datangnya ice cream tersebut karena berada di tangan sang putri secara tiba-tiba tapi kemudian pangeran Casper menjelaskan dari mana datang nya dan ice cream itu makanan apa. Akhirnya kesatria Lexif mengetahui rahasia putri Annef.


'Ini sangat enak' benak kesatria Lexif.


"Bagaimana? Sangat enak bukan?" Tanya pangeran Casper.


"Iya, pangeran ini sangat menyegarkan. Sangat cocok memakan ice cream di waktu panas seperti ini..!" Ucap kesatria Lexif.


Mereka menikmati keindahan istana ini sambil memakan ice cream yang sangat menyegarkan tenggorokan.


Jangan lupa like vote dan komen yah...

__ADS_1


❤❤❤


__ADS_2