
Neftaza POV ---
"Hazel, bukan kah aku sangat hebat?" Seruku membanggakan diri di depan Hazel karena berhasil menangkap seekor kelinci berwarna hitam dengan sebuah panah.
"Kau memang perempuan yang suka pamer.!" Jawabnya cetus.
"Haishh.. kau tidak bisa melihatku bahagia sebentar...!" jawab ku kesal mengalihkan pandangan ke arah samping.
Namun aku melihat seorang kesatria terburu-buru menghampiri kami, ia terlihat sangat panik dari raut wajah yang penuh dengan keringat itu.
Hazel bersembunyi di balik punggungku. Karena sekarang aku tidak memakai gaun.
"Putri,,,.!" Ucapnya tersengal-sengal dari jarak lumayan jauh.
"Hormat saya yang mulia putri, saya memiliki kabar buruk bahwa putri Angela hilang ketika sedang berburu..!" Ucap nya ketika sudah berada di depanku.
Aku terkejut guys, kenapa tuh anak bisa hilang? Heran deh.
"Hilang?" Terdengar pangeran Casper berbicara seraya menghampiri kami dari tempat ia berburu.
"Benar, yang mulia pangeran. Putri terpisah dengan pangeran Hasper ketika mereka sedang berburu" Ucap kesatria itu sedikit menunduk.
Karena kami mengkhawatirkan Angela, kami pun menyudahi kegiatan berburu ini untuk mencari Angela. Kami pergi ke arah timur tempat mereka berburu. Jarak menuju ke sana cukup jauh dengan berjalan kaki.
'Haish,, itu anak kemana sih, ngilang segala,, nyusahin banget sumpah' benak ku.
Astaga, sahabat hilang malah pikiranku gak manusiawi banget. Maaf guys hehe...
Kami berlari menghampiri pangeran Hasper yang sedang cemas mengkhawatirkan Angela yang hilang sekitar satu jam yang lalu.
"Gege,, apa yang terjadi?" Tanya pangeran Casper sesampainya kami di hutan tempat berburu pangeran Hasper dan Angela.
"Aku kehilangan Ela, kami tanpa sengaja terpisah karena mengejar buruan..!" Ucap pangeran Hasper cemas.
"Tenang saja Gege,,, Nefta yakin kalau Ela baik-baik saja secara dia adalah perempuan kuat..!" Ucapku menghibur mereka semua agar mereka tidak terlalu mencemaskan Angela.
Hemm,,, tapi memang benar kan jika Angela tuh cewek barbar yang kuat... ah gak salah.
"Semoga saja ia baik-baik saja.."
Kami mulai berpencar mencari keberadaan Angela yang hilang tanpa jejak. Pada saat itu aku melihat seekor kelinci putih yang sangat cantik. Terlihat berkilauan di mataku. Iya kelinci itu memang memiliki sebuah cahaya di tubuhnya. Mata ku tidak salah lihat kan?
Aku mengikutinya tanpa sadar. Ini seperti aku terhipnotis oleh kecantikan yang di miliki oleh kelinci itu.
Aku terus mengikuti nya, aku semakin menjauh dari mereka dan aku semakin masuk ke dalam hutan. Aku melihat kelinci itu berhenti di depan sebuah gua yang sangat besar. Ia melihatku kemudian ia masuk ke dalam gua tersebut, aku tetap mengikuti nya.
'Wah gua ini sangat luas..'
__ADS_1
"Hazel keluarlah..!" Ucapku memanggil Hazel yang seperti nya tertidur di tempat meletakkan anak panah.
"Ada apa..!" Ia terbang keluar dengan tangan masih mengucek matanya yang baru terbangun dari tidurnya.
"Kami sedang mencemaskan Angela, kau malah tidur enak-enak ya.." Aku kesal melihatnya tidur nyaman di tempat anak panah itu.
"Haish.. kau berisik sekali...!" Cetusnya.
Namun ia sedikit terkejut ketika ia melihat dengan jelas.
"Nefta, aku merasakan sebuah sihir yang sangat kuat di gua ini..!" Ucap nya membuat ku bingung. Sihir? Dia lagi ngelindur apa gimana sih.
"Sihir? Kau serius?" tanya ku tak percaya.
Ia hanya mendengus kesal karena ketidak percayaan ku terhadap nya.
"Lihatlah, ada dua lorong yang memiliki aura berbeda...!" Ucap nya lagi ketika ia melihat sebuah lorong.
Aku mendekati nya dan merasakan suasana yang sedikit aneh. Gimana gak aneh coba? Lorong di sebelah kiri memiliki aura yang sangat dingin sedangkan di sebelah kanan memiliki aura yang sangat panas. Ada apa sebenarnya? Aku penasaran.
'My Lord'
Aku mendengar suara yang menggema di telinga ku.
"Apakah kau mendengar nya Zel?" tanyaku melihat ke arah Hazel yang sedang meneliti gua ini.
"Bukan itu maksud ku...!" Ia hanya bingung mendengar pernyataan ku. Terlihat dari raut wajahnya bahwa ia tidak mendengar apapun.
Aku mencari asal suara itu.
'My Lord'
Aku mendengar nya, suara itu berasal dari arah lorong sebelah kiri yang memiliki aura sangat dingin.
"Hazel,,, ikuti aku..!" Hazel hanya menurut Kemudian menghampiri ku ia duduk di atas pundak ku. Dengan percaya diri aku memasuki lorong itu.
"Ini sangat dingin Nefta...!" Aku melihat tubuhnya bergetar kedinginan. Aku merasa kan keanehan, walau aura di sini sangat dingin tapi aku tetap merasa hangat.
"Kita menghampiri sebuah sihir yang sangat kuat, namun sihir itu tidak memiliki aura yang negatif..!" Ucapnya menggigil.
"Jadi menurut mu, sihir itu tidak membahayakan?" tanyaku meyakinkan.
"Hemm...!" Ia hanya mengangguk tanpa berbicara karena ia kesulitan berbicara dengan kondisi yang kedinginan.
Kami menelusuri lorong, terlihat di ujung lorong ini terdapat cahaya putih dengan kumpulan bebatuan es.
Sesampainya di ujung lorong, aku melihat salju turun.
__ADS_1
"Bukan kah ini salju? Tapi di luar gua sedang musim panas.. Haish..." Aku bingung, tapi aku mengabaikan nya. Bodo amat dah. Aku mengalihkan perhatian ke seluruh ruangan.
"Wah,,, ini bahkan bukan sekedar ruangan tapi seperti dunia lain dengan salju turun memenuhi tempat aneh ini.." Aku berbicara tanpa ada yang menjawab.
Aku berjalan-jalan kecil menelusuri tempat ini. Semua pepohonan membeku. Di sini yang terlihat hanyalah salju. Seperti Padang salju tanpa kehidupan.
"Kita semakin mendekati sihir itu.." Terdengar Hazel berbicara pelan.
Kemudian aku menuju tepi danau yang sekarang berubah menjadi es. Sangking terpesona nya dengan keadaan di sini tanpa sadar aku berjalan ke tengah danau dan terpeleset. Es ini sangat licin.
Tanpa sengaja tangan ku tergores oleh anak panah yang ku bawa tadi. Darah ku menetes di es ini. Tak berapa lama terdengar suara krek.. Es ini seperti mau mencair. Aku bergegas keluar dari danau menuju tepi danau.
"Ada apa ?" Tanya Hazel terkejut karena aku berlari dengan tergesa-gesa.
"Aku mendengar suara di danau es itu mungkin akan mencair..!"
"Benarkah?" Ucapnya kurang percaya.
Ini sudah lima menit tapi tidak terjadi apa-apa. Tiba-tiba krek.. krek... krekk... Seekor naga keluar dari danau es itu. Aku sangat terkejut... Sungguh.
Ia memiliki manik mata berwarna putih kebiruan dengan sisik-sisik berwarna senada seperti es. Apakah itu naga es? Aku masih terkagum dengan adanya naga itu.
Naga itu sangat cantik, OMG. Muncul lah sebuah kertas di hadapanku dengan tulisan "Naga es sudah menjalin kontrak darah dengan mu, sekarang kau adalah pemiliknya"
Aku mengerti sekarang, ini memang seperti yang ada di novel-novel fantasy. Bukan mimpi. Astaga, ini mengagumkan.
"My Lord''
Aku mendengar nya. Ternyata ia adalah suara yang memanggil ku tadi.
"Kau sudah tau bukan siapa aku?" Tanyaku memastikan.
"Anda adalah putri Neftaza Zenquille putri kedua kerajaan Rosewaltz My Lord'
Sesuai yang di harapkan.
"Namamu sekarang adalah Ryu..!"
"Perkataan mu adalah perkataan mutlak untuk ku my Lord"
Aku mengerti satu hal bahwa kami bisa berkomunikasi melalui pikiran. Tidak butuh waktu lama untuk kami menjadi akrab.
Jangan lupa like vote dan komen yah...
❤❤❤
__ADS_1