TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 135


__ADS_3

Aku menatap ke arah kaki kiri ku yang terlihat darah segar berada di celana ku yang sedikit terkoyak, seperti nya aku terluka saat berlari ke rumah itu untuk menyelamatkan Neftaza.


"Apa kau merasakan sesuatu?" Ucap Casper, aku menoleh menatap nya.


"Hanya tergores..." Ucap ku kembali berjalan dengan normal.


Ini perih...


Suara air yang mengalir kembali terdengar semakin keras dan keras, aku bisa melihat jamur tumbuh dengan subur di sekitar kami berada.


Langkah kaki kami berhenti di atas sebuah batu yang sedikit berlumut dengan di hadapan kami sebuah air terjun yang cukup tinggi, dengan langkah cepat kami semua masuk ke dalam genangan air dan langsung membersihkan tubuh kami.


Ku basuh tubuh ku yang terkena percikan darah mereka yang mulai mengering di pakaian ku, sesekali aku memeriksa kaki kiri ku yang tergores sesuatu sehingga membuat nya mengeluarkan darah dengan cukup banyak.


Kami harus mengganti pakaian...


Aku menatap ke sekitar untuk mencari tempat yang tepat untung mendirikan sebuah tenda yang besar untuk tempat kami berganti pakaian.


"Di sana..."


Ku langkahkan kaki ku berjalan ke arah seberang dari tempat ku berada, aku bisa melihat dataran yang cukup lebar untuk ku mengeluarkan tenda.


"Tempat yang sangat bagus..."


Dengan cepat, aku mengeluarkan tenda yang besar dengan beberapa pakaian berada di atas meja depan tenda tersebut.


Aku mengambil salah satu pakaian untuk ku, aku masuk ke dalam tenda dan langsung mengganti pakaian ku dengan cepat. Setelah itu, aku mengobati kaki ku dengan cepat.


Aku keluar dari tenda seraya mengeluarkan sebuah kursi untuk ku duduk, aku menatap mereka yang membasuh tubuh nya dengan keadaan diam. Suasana kembali menjadi suram karena hal-hal berbahaya semakin mendekati kami.


Satu persatu dari mereka masuk ke dalam tenda untuk mengganti pakaian nya.


"Apa yang kau lamun kan?" Ungkap Casper, aku mendongak kan kepala ku menatap nya.


"Aku hanya mengingat, seharus nya kita semua tidak berada di sini sekarang..."


"Apa kau tau? Kita memang di takdir kan untuk berada di sini sekarang..." Ungkap nya menatap lurus ke depan.


"Takdir?" Aku menatap nya.


"Akan semakin berbahaya jika kita semua tidak berada di sini..." Ungkap nya menatap ku tersenyum.

__ADS_1


Apa maksud nya?


Tanpa ku sadari aku menggenggam pakaian yang ku gunakan dengan erat, tiba-tiba aku merasakan sesuatu berada di sekitar kami sedang mengawasi gerak-gerik kami. Namun aku sama sekali tak melihat nya, apa yang sebenarnya aku rasakan.


Ku arah kan kepala ku menatap ke belakang, tampak dengan jelas aku tak melihat apapun kecuali Hasper yang sedang mengibaskan rambutnya yang masih basah.


Hasper melangkah kan kaki nya dengan cepat ketika ia sudah benar-benar mengering kan rambut nya, ia menoleh menatap ku seraya memberikan isyarat untuk segera pergi dari sini.


Aku melangkah kan kaki ku mengikuti mereka yang sudah berjalan di depan ku dengan perlahan, sesekali aku menoleh ke belakang, semua benda yang ku keluar kan sudah kembali ke dalam ruang dimensi ku.


Aku bisa melihat keadaan di belakang ku kembali menjadi tenang tanpa meninggalkan jejak sedikit pun, kembali ku arah kan pandangan mata ku menatap ke depan.


Aku bisa melihat Hazel sedang duduk di atas pundak Neftaza dengan sepotong apel kecil berada di tangan kanan nya. Aku tak pernah melihat nya berganti pakaian, namun aku selalu bisa melihatnya yang terlihat sangat bersih.


Lama kami berjalan, tak ada suara sedikit pun yang keluar di antara kami. Aku berbalik saat suara berisik mengagetkan ku, aku melihat seekor tupai terjatuh dari atas pohon dengan cepat tupai itu kembali naik ke atas pohon dan menghilang.


Aku jadi mengingat tentang pepatah, sepandai-pandainya tupai melompat maka ia akan jatuh juga, ternyata benar apa yang di katakan pepatah. Aku bisa melihat nya dengan mata kepala ku sendiri.


Ku langkahkan kaki mau ke depan berjalan di samping Neftaza yang sedang fokus berjalan tanpa menghiraukan apapun, aku menatap Hazel yang menatap ku dengan mulut yang masih sibuk mengunyah.


"Kau terlihat sangat santai Hazel..." Ucap ku tersenyum menatap nya.


"Bukan kah ini nikmat? Kau bisa jika semua nya kembali normal..." Ucap nya yang masih sibuk mengunyah apel nya.


"Aku hanya merindukan makanan ku, apa kau iri pada ku?" Ucap nya dengan tatapan tajam nya.


"Haishhhh...."


Aku melangkah kan kaki ku dengan pelan berjalan di belakang Neftaza seraya memperhatikan tingkah laku Hazel yang terlihat sangat menyebal kan.


Airen yang berjalan paling kanan melangkah kan kaki nya mendekati Hazel, ia menggoda nya membuat Hazel sangat kesal dan terbang masuk ke dalam tas yang di bawa Neftaza.


Airen menoleh menatap ku seraya berjalan di samping ku.


"Apa dia memang begitu Ela?" Ucap nya menatap ku.


"Tidak juga..." Ucap ku tanpa menatap nya.


Tatapan mata ku tak sengaja melihat Esmeralda yang menoleh menatap kami berdua, seperti nya ia merasa cemburu karena Airen mendekati ku.


"Apa kau tak sadar pangeran, dia cemburu pada ku..." Bisik ku menatap ke arah nya.

__ADS_1


Airen hanya menatap ke arah Esmeralda dengan tatapan yang sulit aku pahami.


"Entahlah..." Ucap nya yang tersenyum menatap ku.


"Apa kau ingin mengganggu adik ku Pangeran Airen?" Ucap Casper yang tiba-tiba menoleh menatap ku.


"Apa kau cemburu pangeran?" Ucap Airen yang menggoda nya.


"Dia milik ku, aku tak suka ada orang lain yang mendekati nya..." Ucap Casper yang membuat pandangan kami semua terarah kepada nya.


Casper menarik ku untuk segera mendekat ke arah nya, aku hanya bisa menatap nya dengan penuh keterkejutan.


"Ada yang aneh dengan mu, pangeran Casper..." Ucap ku menggoda nya.


Ia hanya menatap ku dengan tatapan tajam nya.


Dia sangat lucu...


"Kalian sangat berisik, jangan mengatakan sepatah kata pun, hanya diam!" Ucap Hasper yang menoleh menatap kami sebelum pandangan mata nya menatap ke sekitar dengan waspada.


Seperti nya dia merasakan hal yang sama seperti ku...


"Apa kalian tidak mengingat apa yang ku katakan sebelum pergi dari kerajaan?" Ucap nya lagi yang menatap lurus ke depan.


Ku tatap kedua tangan nya yang mengepal membuat ku sedikit bergidik ngeri, ia terlihat sangat menakut kan ketika ia benar-benar serius.


Seseorang tiba-tiba menepuk pundak sebelah kanan ku, aku menoleh menatap nya.


"Apakah dia memang seperti itu?" Ucap Gazelle, aku menoleh menatap nya.


"Entahlah..."


Tanpa sengaja pandangan mata ku dengan Esmeralda bertemu, seperti nya ia masih merasa cemburu kepada ku.


_


_


_


Jangan lupa like vote dan komen yah guys...

__ADS_1


❤️❤️❤️


__ADS_2