
Kami berdua berjalan di lorong istana dengan berhati-hati, sesekali kami harus bersembunyi dari kesatria penjaga yang lewat di lorong yang sama.
Tepat setelah kami sampai di dekat penjara itu, aku melihat enam kesatria penjaga berada di sana tanpa bergerak sedikit pun, aku menoleh ke arah Hazel agar ia dapat melakukan aksi nya untuk membuat mereka berenam pingsan.
Setelah semua nya terkendali dengan baik, aku dan Gazelle mencari keberadaan pangeran Darren di antara sel tahanan yang terbuat dari kayu.
Sampai di salah satu sel tahanan yang paling ujung, aku melihat tubuh pangeran Darren yang terbaring mengkurap dengan lemah. Ku buka pintu penjara itu dengan cepat, aku menyuruh Gazelle untuk masuk ke dalam penjara itu dan membantu pangeran Darren untuk bangun.
"Apa kau baik-baik saja pangeran?" Ucap ku menatap nya dengan sedikit kasihan.
"Maafkan aku, aku akan merubah kalimat nya... Ku harap kau baik-baik saja..." Ucap ku seraya membantu nya berdiri dengan Gazelle berada di sisi kiri Darren.
Kami berdua keluar dari sel tahanan milik Darren tadi, sekarang aku mencari celah untuk bisa masuk ke dalam penjara bawah tanah yang di maksud dengan Andira.
Aku memperhatikan kedua obor yang sedikit berbeda, aku segera meraih salah satu penyangga yang tidak memiliki obor tersebut.
"Bukan kah ini mencurigakan? Tapi kenapa mereka tak melihat keanehan ini? Baik lah, aku akan menganggap mereka bodoh." Ucap ku seraya menarik salah satu bagian dari penyangga obor tersebut.
Bersamaan dengan apa yang ku lakukan terlihat sebuah pintu terbuka di balik dinding yang kami lihat, terlihat sebuah tangga yang menuju ke bawah. Kami bertiga masuk ke dalam ruangan itu dengan segera, setelah sampai di atas tanah tanpa pijakan anak tangga pintu itu tertutup dengan tiba-tiba.
Aku segera melepaskan tubuh Darren ketika melihat keadaan mereka yang berada tak jauh dari tempat ku berdiri, aku segera berlari ke arah Andira yang berdiri menatap ku dengan raut wajah sedih namun terbesit kebencian di kedua bola mata nya.
"Aku tidak terlalu terlambat bukan?" Ucap ku menghampirinya, kemudian aku melihat Hasper dan yang lain nya masih terbaring di atas sebuah alas berwarna putih di ruangan yang cukup sempit, ini adalah penjara bawah tanah yang sangat membuat ku kesal dan sedikit kesulitan bernafas.
"Bagaimana keadaan mereka?" Ucap ku seraya menatap ke arah Andira.
"Mereka membaik setelah tiga jam aku menemukan mereka." Ucap nya, ia menatap ke arah pangeran Darren yang sedang menatap ke arah Casper dkk dengan marah.
"Aku akan membunuh mereka... Dasar raja sialan." Teriak pangeran Darren yang mencoba kembali naik ke atas.
"Jangan gegabah pangeran..." Ucap Gazelle yang menghentikan nya.
__ADS_1
"Benar, kau tak akan menang dengan tubuh lemah yang kau punya sekarang pangeran." Ucap ku, seraya ku tatap Andira yang berjalan mendekati nya.
"Aku akan memberikan obat untuk luka mu." Ucap Andira, mereka bertiga terdiam dengan Andira yang sedang memberikan obat kepada Darren sedang kan Gazelle berdiri terdiam menatap ke arah kedua Abang nya yang terbaring lemah di sana, ia menangis melihat keadaan kedua nya yang sangat tragis.
Aku ingin sekali membunuh mereka yang kejam melakukan hal ini kepada mereka. Aku mengusap air mata ku yang mulai menetes dengan kasar, aku tak ingin menangis aku harus kuat.
___________
Angela pov-
Ku tatap Neftaza yang berdiri menatap ke arah Hasper dan yang lain nya dengan termenung, ia mengusap air mata yang baru saja jatuh mengenai pipi nya dengan kasar, aku bisa melihat kesedihan bercampur dengan kebencian di kedua mata nya.
Terimakasih telah datang, aku tidak akan kuat melihat mereka tanpa kalian. Aku bersyukur jika kalian baik-baik saja.
"Hazel..." Panggil ku ketika ia sedang melihat ke arah Hasper dengan serius. Ia menoleh ke arah ku, ia terbang menghampiri ku dengan segera.
"Bisakah kau membantu sesuatu agar mereka cepat tersadar?" Ucap ku sedikit memohon kepada nya.
"Terutama Hasper..." Ucap ku lagi.
Kemudian ia melakukan sesuatu yang membuat nya kembali menyentuh dada kiri Hasper dengan konsentrasi tinggi, ia terlihat mengeluarkan sebuah cahaya berwarna kuning seperti menyalurkan sebuah sihir ke dalam tubuh Hasper.
Setelah beberapa detik, ia membuka mata nya dengan di sertai batuk darah yang muncrat dari mulut nya. Ia terbaring lemas di atas perut Hasper. Kami semua kembali panik ketika Hazel tak sadar kan diri, ia pingsan.
"Hazel..." Teriak Neftaza yang khawatir, ia meraih tubuh Hazel dan meletakkan nya di atas telapak kiri nya.
"Apa yang terjadi? Kenapa seperti ini?" Ucap Neftaza yang menoleh ke arah ku dengan panik.
"Please jangan panik, kita tahu dia kuat..." Ucap ku menenangkan nya, walau sebenarnya aku sendiri sangat panik.
"Putri, bukan kah ruang dimensi mu bisa membuat nya sembuh?" Ucap Gazelle yang tiba-tiba sudah beranjak berdiri menatap kami berdua.
__ADS_1
Aku menatap ke arah Neftaza yang melakukan apa yang di katakan Gazelle, ia memasukkan Hazel ke dalam ruang dimensi nya.
"Kita hanya bisa berharap dan menunggu sekarang, tetap yakin semua nya akan baik-baik saja..." Ucap ku seraya menepuk pundak Neftaza.
"Ela, Nefta..." Ucap Casper yang berusaha duduk. Kami semua menatap ke arah nya.
"Casper, kau membuat ku takut..." Teriak Neftaza yang menghampiri nya, ia memeluk nya dengan air mata yang tak bisa di sembunyikan nya.
"Bagaimana bisa kau memanggil ku tanpa ada kata Gege, Nefta?" Ucap Casper dengan suara yang sedikit terbata-bata.
"Bisakah kau melupakan itu Gege, aku merindukan mu..." Ucap Nefta yang masih memeluk nya.
"Kau membuat Gege kesakitan Nefta..." Teriak ku kepada nya.
"Maaf kan aku..." Ucap Neftaza seraya melepaskan pelukan itu dari Casper.
"Kau membuat ku khawatir Gege..." Ucap ku seraya memeluk nya dengan cukup erat.
"Kau juga menyakiti ku Ela.." Ucap nya yang sedikit bercanda kepada ku.
"Baik lah maafkan aku..." Aku melepaskan pelukan ku dari nya.
Aku menatap wajah nya dengan lekat, luka-luka yang belum sepenuhnya sembuh, bibir yang sedikit pucat dan pecah-pecah membuat ku sakit hati.
"Apa kalian hanya memeluk Casper?" Ucap suara seseorang yang sangat ku rindukan akhir-akhir ini.
Aku menoleh ke arah nya, ia tampak tersenyum dengan bibir yang terlihat pecah-pecah itu menatap ku dengan hangat.
_
_
__ADS_1
_
❤️❤️❤️