TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 70


__ADS_3

Tiba-tiba Hazel keluar dari ruang dimensi milik Neftaza, ia terbang ke atas lalu kembali terbang menuju ke atas meja. Ia berdiri di sana seraya mengatakan sesuatu.


"Maafkan aku... Aku tidak bisa menyembuhkan kalian..." Ungkapnya sedih.


"Tidak masalah,,, semua akan segera membaik." Ungkap Neftaza menatapnya.


"Sebenarnya aku bisa dengan cepat menyembuhkan kita semua dengan cara meminum satu tetes darah milik Zu, tapi aku tidak ingin melukai Zu..." Ungkapku merasa sedikit bersalah.


"Kami baik-baik saja Ela,,, kami akan segera sembuh tanpa darah Zu ataupun Ryu..." Ungkap Casper memegang tanganku lembut.


"Benar yang di katakan Casper, kita akan segera sembuh..." Ungkap Hasper tersenyum.


Aku tersenyum menatap mereka karena mereka bisa mengerti tentang perasaan ku.


Aku berpamitan dengan mereka untuk kembali ke kamarku, karena aku mendengar ketukan pintu bahwa bibi Lena sedang berada di depan kamarku.


"Ada apa bibi?!" Ungkapku di belakangnya.


"Oh nona,,, saya mengantarkan minuman herbal anda..." Ungkapnya seraya berbalik menatapku. Tampak empat buah minuman herbal berada di atas nampan yang ia bawa.


"Terimakasih bibi..." Aku mengambil salah satunya seraya masuk ke dalam kamar. Ku lihat bibi Lena yang sudah pergi dari kamarku menuju kamar yang lain.


Aku masuk seraya duduk di kursi dan meminumnya.


Saat aku hendak ingin beranjak berdiri keluar, Aku mendengar Zu memanggilku.


"*My Lord... Aku bisa memberikan darahku kepada mereka,,,"


"Tapi aku tidak mau kau terluka Zu..."


"Itu hanya luka kecil my lord, tidak masalah... Aku tidak akan merasakan sakit."


"Baiklah jika kamu yang memintanya... Lalu bagaimana aku mengambil darahmu..???!!!"


"Lihatlah tabung kecil yang ada di saku mu my lord, aku sudah memberikan sedikit darahku di sana*.."


Aku merogoh saku celanaku dan aku menemukan sebuah tabung kecil berisikan cairan merah, itu adalah darah...


"*Terimakasih Zu..."


"Sudah seharusnya aku membantu mu my lord."


Suaranya menghilang dari pikiranku. Ku buka tabung yang berisi cairan itu, kemudian aku mencoba darah Zu sebelum ku berikan kepada mereka.


Ku teteskan satu tetes darah milik Zu di mulutku, aku menelan nya menahan rasa yang sedikit amis. Tiba-tiba aku melihat kilatan cahaya dari luka kepalaku. Aku menyentuh luka itu dan aku sudah tidak merasakan sakit lagi.

__ADS_1


Aku membuka ikatan kain dengan cepat, aku ingin memastikan apakah luka ku benar-benar sembuh? Aku mengambil cermin untuk melihat lukaku. Ternyata luka ku sudah sembuh tanpa berbekas. Sangat hebat.


Tau gini, aku minta darah Zu dari kemarin.


Aku mengikat kembali lukaku dengan kain supaya bibi Lena dan yang lainnya tidak curiga, aku memasukkan kembali cermin yang ku gunakan ke dalam ruang dimensi.


Aku bergegas pergi menghampiri mereka, aku ingin segera mereka meminumnya. Dengan cepat aku membuka pintu kamar Casper, tampak mereka terkejut karena kedatangan ku yang tiba-tiba. Padahal aku baru saja keluar sekitar tiga menit yang lalu.


"Ada apa Ela? Kau sangat mengejutkan ku..." Ungkap Casper.


Aku mengabaikan perkataan nya dan menyuruhnya untuk membuka mulutnya, ku teteskan darah Zu ke dalam mulutnya. Ia mendapatkan reaksi yang sama seperti ku, terlihat kilatan cahaya di luka dadanya.


Aku membantu Casper membuka ikatan itu. Dan ajaibnya lukanya menghilang dengan cepat....


"Wah..." Ungkap Casper senang begitupun yang lain.


"Nj*r, darah Zu ajaib banget,,, sumpah gue sempat gak percaya sama apa yang gue lihat..." Ungkap Neftaza berdiri melihat luka Casper.


"Aku merasa tubuhku tidak merasakan sakit lagi, bahkan aku merasa tubuhku menjadi kuat dari sebelumnya..." Ungkap Casper senang.


Kemudian aku memberikan setetes darah kepada Hasper aku menyuruhnya untuk membuka mulutnya. Seperti yang di alami aku dan Casper, ada kilatan cahaya di bagian luka tangan nya. Sembuh total tanpa ada bekas sedikit pun.


"Sekarang giliran gue..." Ungkap Neftaza seraya mengambil tabung kecil di tanganku. Ia meneteskan darah itu ke mulutnya, kemudian terjadilah seperti yang kami alami.


Luka nya benar-benar menghilang tanpa jejak.


"Tapi Ela, kenapa Zu memberikan darahnya?" Ungkap Hasper bertanya...


"Katanya dia hanya membantu ku Gege..." Ungkapku tersenyum.


"Jika kita terluka kita bisa dengan cepat sembuh karena darah Zu dan Ryu..." Ungkap Neftaza senang.


"Tapi jangan sampai mati..." Ungkap ku tertawa.


"Kenapa gitu?" Ungkap Neftaza Lola.


"Mereka cuma bisa nyembuhin yang masih hidup, jadi kalau mati ya mati..." Jawab Hazel kesal.


"Ohhh..." Ungkapnya datar.


"Kampr*t..." Jawab Hazel kasar.


"Berisik..." Ucap dingin Hasper yang sedang sibuk membaca. Sedangkan Casper hanya acuh tak acuh.


Kami bertiga terdiam seketika mendengar teriakan Hasper.

__ADS_1


"Sekarang kita hanya perlu pura-pura sakit dan pergi keesokan harinya." Ungkap Hasper meletakkan bukunya.


"Benar yang di katakan Gege... Tapi jika kita pergi besok apa mereka ingin melepaskan kita dengan begitu mudah?" Ungkapku berpikir.


"Benar,,, pasti kita gak akan semudah itu untuk keluar dari sini..." Sambung Neftaza serius.


"Jika seperti itu kita lihat saja ke depannya, bagaimana perilaku mereka, lagian aku belum pernah sekalipun bertemu secara langsung dengan mereka." Ungkap Casper mengingat.


"Sebaiknya kita harus membalas Budi sebelum kita pergi..." Ungkap Hasper menatap kami bertiga bergantian.


Kami berempat mengangguk.


"Tadi, sebelum aku meminta pakaian kepada bibi Lena, aku mendengar bahwa kekasih pangeran Deffin di culik oleh bangsa elf lain..." Ucap Neftaza menjelaskan.


"Maksudmu bangsa elf lain?!" Ungkapku bingung. Mungkinkan itu yang pernah kami lihat??!


"Ya, sepertinya ada suatu masalah yang sangat serius sampai kekasih pangeran Deffin di culik..." Ungkapnya berpikir.


"Apa para elf yang kita lihat malam itu adalah musuh pangeran Deffin?!" Ungkap ku.


"Sepertinya memang mereka, karena masalah ini sudah terjadi ini adalah waktu yang tepat untuk membantu mereka bukan?!" Ungkap Hazel terbang di hadapan kami.


"Tapi bagaimana jika mereka curiga dengan kita, bukankah kita masih sakit?!" Ungkap Casper masih memikirkan ke depannya.


"Benar juga... Tapi bukankah paman tabib tidak memeriksa kita selama dua hari ini, bilang saja jika kita sembuh karena pengobatan yang di berikan paman tabib." Ungkap ku.


"Tidak semudah itu Ferguso..." Ejek Neftaza.


"Pelan kan suara kalian..." Ucap Hasper dingin.


Kami terdiam.


"Bukankah kalian punya make up, kita bisa menggunakan make up untuk membuat luka atau bekas luka di tubuh kita..." Ungkap Hasper cemerlang.


Kenapa aku tidak memikirkan nya dari tadi sih, kan jadi keduluan Hasper. Sialan.


"Benar, Gege memang good..." Ucap Neftaza seraya mengangkat dua jempol tangan nya ke arah Hasper.


"Masalah penyamaran sudah selesai..."


-


-


-

__ADS_1


Jangan lupa like vote dan komen yah...


❤❤❤


__ADS_2