
Sejenak terasa lengang, walau sebenarnya suasana didekatku begitu riuh.
“Arrhhgg, ternyata hanya lamunan ku.”
“Lamunan? Kamu kira ini hanya khayalanmu? Ini bukan lamunan, tapi ini kenyataan.” Suara misterius itu kembali terdengar lebih jelas lagi.
Untuk kedua kalinya aku dibuatnya terkejut, raut wajah ku sudah mulai berubah. Kegelisahan, ketakutan, ketidak percayaan, penasaran bercampur aduk menjadi satu. Tidak lama kemudian mulai lah rasa ketakutan ini lebih besar, rasa kesadaran ini mulai jauh dari tubuh ku. Keringat dingin mengalir walau sebenar nya malam ini angin begitu terasa dingin menyentuh tubuh ku.
“Jadi apa tujuanmu?” Nada ku mulai meninggi namun aku berusaha untuk tetap tenang.
“Bukankah aku sudah bertanya dari tadi, apa pertanyaanku masih tidak bisa kamu pahami? Hah!”
Nyaliku langsung menciut takkala suara misterius itu mulai meninggi pula, mental baja ini mulai terkikis secara perlahan. Suara ini semakin parau dan bergetar ketakutan, mimik ini bergetar entah gugup ingin berkata apa. Semuanya tampak begitu menyeramkan, begitu menegang kan.
“Akkkuuuhhhh, akuuu tidak akan jawab pertanyaanmu.”
“Tidak akan menjawab? Sombong sekali kamu?”
“Ternyata ada juga orang yang sifatnya seperti kamu.” Tambahnya.
Ocehannya itu membuatku agak geram penuh emosi, darah ini mulai mendidih dan mengalir bagaikan aliran listrik berjuta-juta volt. Dengan sekuat tenaga aku berperang melawan ketakutan yang lebih dulu menggerogoti tubuh serta mental ini.
"Apa yang kau lakukan di sana Ella? Aku mencari mu kemana-mana..." Aku menoleh ke asal suara itu, untung lah. Itu adalah Casper aku langsung menghampiri nya.
"Tidak ada, aku hanya melihat-lihat..."
Aku hanya tersenyum, seraya pandangan ku menatap ke sekitar tanpa henti. Aku ketakutan, apakah aku hanya berhalusinasi tadi? Entah lah...
Aku berjalan mengikuti Casper yang sudah berjalan agak jauh dari ku, kembali ku tatap sekitar dengan waspada sampai suara itu muncul lagi di pendengaran ku.
"Apa kau masih tak menganggap ku ada? Kau benar-benar manusia bodoh."
Makian itu lagi-lagi terdengar di telinga ku, aku benar-benar merasa gila sekarang. Aku tidak bisa melihat suara itu, apa yang harus ku lakukan sekarang?
"Ella..." Panggilan itu mengejutkan ku, Casper menoleh ke arah ku dengan raut wajah penuh pertanyaan.
"Apakah kau mendengar suara orang sedang berbicara Gege?"
"Hemmm.... Tidak..." Ia menggeleng kan kepala nya saat ia sudah mencoba terdiam berusaha mencari suara seseorang yang berbicara.
"Mungkin Hasper atau pun Neftaza?" Tanya nya kurang yakin.
Aku hanya terdiam, aku ketakutan. Pandangan ku tak henti-hentinya menatap ke sekitar, makhluk apa yang sedang berbicara kepada ku?
"Kau benar-benar manusia bodoh..." Umpatan itu kembali terdengar, aku benar-benar merasa di bodohi sekarang.
__ADS_1
"Kau yang bodoh, kau tak mau menunjukkan tubuh asli mu..." Jawab ku dengan penuh tatapan kebencian.
"Ha ha ha ha..." Tawa nya terdengar sangat kuat di telinga ku, ia seperti tepat berada di hadapan ku.
"Kau akan ketakutan jika melihat ku, mata mu tak akan sanggup melihat ku... Ha ha ha ha...."
Tawa nya terdengar begitu pecah, perasaan ku kembali campur aduk. Aku tak memperhatikan sekitar sampai Casper sudah menghilang begitu saja.
"My lord lari lah... Dia berbahaya..."
Aku berlari meninggalkan tempat itu dengan segera, sesekali aku menoleh ke belakang aku terkejut ketika aku melihat sesuatu yang berbentuk seperti gumpalan asap hitam yang mulai membentuk seperti tubuh manusia.
"Cepat lari my lord..."
Suara Zu terdengar berteriak, ia terus meminta ku untuk berlari tanpa henti.
"Bersembunyi lah my lord..."
Ucap nya lagi, aku semakin ketakutan dan terus berkeringat tanpa henti.
"Ha ha ha... Kau tak akan bisa kabur dari ku manusia..." Suara tawa nya terdengar sangat kencang, seolah-olah ia tepat berada di belakang ku.
"Apakah perkemahan kami segini jauh nya? Ahhhhh....."
Aku terus berlari seraya ku raih handphone ku, aku menghubungi Neftaza.
"Ada apa? Lo kelihatan takut gitu?" Jawab nya kaget.
"Gue di kejar makhluk aneh, tadi Casper sempat nyari gue tapi gue gak tau kenapa dia tiba-tiba udah ngilang gitu aja."
"Casper bareng sama gue, mending Lo cepet lari nya...."
"*Terus lari my lord, kau hampir terkunci di wilayah makhluk itu my lord..."
"Apa*?"
"Ahhhhh.... Gak lagi-lagi sendirian gue, kalau tau jadi nya begini...."
Kedua kaki ku terasa sangat kelelahan dan lemas, pandangan ku sedikit buyar karena keringat mulai berjatuhan tanpa henti.
"Neftaza...." Teriak ku saat ku lihat ia menunggu ku dengan gelisah berada tak jauh dari ku. Dia menoleh ke arah ku dengan terkejut.
"Tolong aku..."
"Cepetan..." Teriak nya.
__ADS_1
Kemudian aku berhasil mendekat, ia meraih tangan ku dan kami berlari bersama dengan Hasper dan Casper berada tak jauh dari hadapan kami. Mereka berdua terlihat kebingungan namun dengan sigap Neftaza memberikan arahan untuk berlari.
"Apa yang ngejar?" Teriak nya.
"Lihat ke belakang..." Teriak ku, aku terus menatap ke depan dengan waspada.
"Ha ha ha... Manusia-manusia bodoh..."
"Suara itu?" Ucap Neftaza yang menoleh ke arah ku dengan penasaran.
"Yaa... Kita harus menghindari nya..." Teriak ku lagi.
"Nefta, Ella... Apa yang terjadi...?" Teriak Casper seraya menggandeng tangan ku. Aku melepaskan tangan Neftaza ketika Hasper sudah menggandeng nya.
"Apaan sih ribut-ribut?" Ucap Hazel yang tiba-tiba keluar dari ruang dimensi milik Neftaza, ia tertinggal karena kami berlari.
"Lari..." Teriak ku saat Hazel masih tak sadar di belakang nya ada sesuatu yang mengejar.
"Ahhhhh...." Teriak Hazel ketakutan, ia terbang dengan kencang sampai benar-benar mendahului kami.
"Gue pengen ngakak nj*r..." Teriak Neftaza yang tertawa namun tidak.
Kami berempat terkejut ketika yang ada di hadapan kami hanyalah jurang dengan suara air mengalir deras di bawah, lalu apa yang harus kami lakukan? Jarak antara tebing satu nya sangat lah jauh.
"Hazel.... Serbuk peri mu..." Teriak Neftaza.
Tampak Hazel kembali terbang ke arah kami dengan serbuk peri nya, kami berempat terbang dan Hazel memimpin kami melewati jurang itu untuk sampai ke seberang.
Hosh Hosh Hosh....
Suara nafas yang tak beraturan terdengar saling bersautan di telinga ku, kami semua berhasil melewati jurang itu.
Pandangan kami semua tertuju ke arah gumpalan asap yang berada di tebing satu nya, perlahan-lahan asap itu menghilang berbarengan dengan suara tawa yang begitu keras terdengar di telinga kami semua.
"Ha ha ha.... Kita akan bertemu lagi." Suara itu benar-benar menggema di telinga kami semua dengan keras.
"Kita tidak akan pernah bertemu lagi." Balas ku tak kalah kencang.
"Ha ha ha...." Ia hanya tertawa dan kemudian menghilang.
_
_
_
__ADS_1
❤️❤️❤️