
Aku harus diam... Ular itu tak berbisa kan? Tuhan selamat kan aku....
Aku bergerak berjalan ke arah dahan yang berada di sisi kanan pohon tanpa menimbulkan suara sedikit pun, namun aku semakin terkejut ketika di sana terdapat dua ekor ular yang menatap ku dengan tatapan tajam nya.
Aku tidak boleh menyerah...
Aku bergerak turun ke bawah untuk menggapai dahan yang lebih rendah menghindari ular-ular itu. Saat pandangan mata ku ku arah kan ke atas, aku melihat puluhan ular berwarna hijau berada di sana menatap ku dengan tatapan yang sangat mengerikan.
Aku terkejut... Tidak, aku sangat terkejut, aku sangat membenci ular.
Karena rasa kekhawatiran ku yang mulai membuat ku semakin panik, tubuh ku menjadi tidak seimbang dan aku terpeleset jatuh ke bawah.
Aku hanya bisa memejamkan mata ku, aku hanya berharap aku jatuh di atas kasur yang empuk.
Bug...
"Awww...." Teriak seseorang yang berada di sekitar ku.
Empuk?
Dengan cepat, aku membuka mata ku menatap benda empuk yang berada di bawah ku.
Astaga, dia sangat tampan!!!!
"Apa kau akan di sana sampai aku mati?"
Raut wajah nya berubah menjadi merah karena marah.
Aku tersadar dan langsung beranjak berdiri memposisikan tubuh ku untuk membersihkan debu yang mengenai ku. Anjing yang di panggil Idon menggonggong dengan keras di hadapan ku.
Apa dia marah karena aku menubruk tuan nya?
Ku tatap laki-laki itu yang beranjak berdiri seraya meregangkan tubuh nya yang terlihat sangat kesakitan.
Tatapan ku teralihkan saat mendengar suara langkah kaki yang berjalan ke arah tempat ini, dengan langkah cepat aku kembali bersembunyi di belakang pohon tak jauh dari tempat ku bersembunyi tadi.
Aku bisa mendengar pembicaraan mereka tentang seseorang yang sedang mereka cari.
"Apa kau melihat seorang di sekitar sini tuan muda?" Ucap salah satu orang itu.
Tuan muda?
"Tidak, aku sejak tadi berada di sini... Dan aku tidak melihat siapapun..." Ucap laki-laki yang menolong ku tadi.
"Aneh, aku mendengar keributan di tempat ini tadi... Kita harus segera mencari keberadaan mereka..." Ucap nya yang kembali pergi di ikuti oleh yang lain.
__ADS_1
Tuan muda? Jangan-jangan dia anak dari ketua perompak itu? Tapi aneh ya, tuan muda? Sangat lucu...
"Apa yang sedang kau tertawakan?" Ucap nya yang membuat ku kembali terkejut.
Aku hanya menatap nya penuh dengan kekesalan.
"Maafkan aku, dan terimakasih..." Ucap ku menatap nya tanpa senyuman.
"Apa kau yang di cari mereka?" Ucap nya seraya mengernyitkan dahi nya.
Aku hanya mengedik kan bahu ku tak mengerti.
"Apa yang kau lakukan di sini?" Ucap nya lagi seraya duduk di atas tanah dengan mengelus anjing nya yang terlihat sangat menikmati sentuhan nya.
"Aku hanya tersesat..." Ucap ku mengalihkan pandangan mata ku menatap ke sekitar...
"Apa kau adik dari kedua orang yang datang ke rumah ku itu?" Ucap nya yang membuat ku kembali menatap nya.
"Kau tau?"
Ia hanya mengangguk.
"Kau benar adik nya? Maka kau benar-benar sedang di cari oleh mereka..." Ucap nya seraya menunjuk ke beberapa orang yang berjalan ke arah pedesaan.
Aku sangat penasaran kenapa dia menolong ku, jangan-jangan ia hanya menjebak ku.
"Aku hanya tidak ingin kau terluka saja, jika kau ingin aku memberitahu keberadaan mu kepada mereka tidak masalah..." Ucap nya yang hampir berdiri meninggalkan ku.
"Astaga, apa kau pemarah? Aku hanya penasaran kenapa kau menolong ku, bukan berarti aku meminta mu untuk memberi tahukan keberadaan ku kepada mereka, tuan muda..." Ucap ku tersenyum kepada nya.
"Kau bisa memanggilku Alex..." Ucap nya yang menatap ku lekat.
Alex? Nama yang pasaran...
"Baiklah tuan muda Alex, eh maksud ku A...Lex..."
"Apa kau tau apa yang mereka lakukan di tempat mu?" Ucap ku yang sangat penasaran.
"Sepertinya mereka sedang membicarakan sebuah kerja sama tentang pemberontakan kaisar..." Ucap nya yang terlihat sedang berpikir.
"Aku tau seorang perompak tidak mudah di ajak kerjasama, apa kau yakin jika kedua Gege ku akan selamat?" Ucap ku mengintimidasi nya.
"Tenanglah walau kami jahat, kami juga bisa melihat siapa seseorang yang pantas di ajak bekerjasama... Lagi pula, kami tidak memihak siapapun..." Ucap nya seraya memakan buah apel yang di keluarkan dari balik saku nya.
"Baguslah, kau tidak bodoh..."
__ADS_1
"Namun, keputusan ada di tangan paman ku..." Ucap nya yang membuat ku menatap nya tajam
Sialan....
Aku merasakan sesuatu bergetar di balik saku kanan ku, aku berbalik untuk melihat pesan yang di kirim seseorang kepada ku.
Baiklah, aku harus meninggalkan Alex...
"Sampai jumpa...!!!"
Ucap ku berbalik seraya pergi meninggalkan nya dengan cepat, aku berlari ke arah tempat yang menjadi tempat persembunyian Neftaza dkk. Sesekali aku menatap ke belakang melihat Alex yang berdiri menatap ku dengan tatapan kemarahan.
"Hah... Dasar tuan muda bodoh..."
Semakin jauh aku pergi dari Alex, nafas ku semakin tak beraturan. Aku membungkuk kan tubuh ku seraya menyentuh kedua lutut ku untuk bernafas, cukup lama aku berhenti. Sekarang aku kembali bergerak dengan berjalan perlahan, aku harus segera menemukan tempat persembunyian Neftaza.
Namun, tiba-tiba aku merasakan pusing yang sangat pekat, mata ku mulai berkunang-kunang, aku tak bisa melihat dengan jelas. Aku berhenti sejenak untuk mencari sebuah kayu yang ku gunakan untuk pegangan. Aku berjalan dengan berhati-hati seraya tangan kiri ku memegang kepala ku yang terasa sangat pusing.
Apa-apaan nih... Kenapa tiba-tiba kepala ku pusing segala? Bukan waktu nya untuk pusing...
Aku menggeleng-gelengkan kepala ku dengan cepat, aku berharap itu bisa meredakan rasa pusing ku.
Aku kembali melangkah kan kaki dengan sedikit terhuyung-huyung, aku menatap ke sekitar hutan dengan tatapan yang tak normal.
"Aku harus beristirahat..."
Aku duduk bersandar di sebuah pohon yang berada di depan ku, aku memejamkan mata ku untuk sedikit menghilangkan rasa pusing yang menyerang ku. Cukup lama aku beristirahat, aku membuka mata ku menatap ke sekitar.
"Aku harus segera bergerak..."
Aku beranjak berdiri berjalan tanpa tongkat kayu, ku fokuskan pandangan mata ku lurus ke depan walau benda-benda yang ku lihat hanya bergoyang-goyang seperti terjadi gempa bumi.
"Sebentar lagi..."
Aku memaksakan diri ku untuk segera berjalan, dari kejauhan aku bisa melihat keberadaan Neftaza yang sedang menunggu ku. Namun tiba-tiba kegelapan menyerang ku, aku terjatuh di atas rerumputan yang cukup basah. Aku benar-benar kehilangan kesadaran ku.
_
_
_
Jangan lupa like vote dan komen yah guys...
❤️❤️❤️
__ADS_1