
Hak... Hak... Hak...
Kuda kami melaju dengan cepat membentang hutan yang sangat gelap. Aku memfokuskan pandangan mata ku menatap lurus ke depan dengan kuda yang ku tanggangi melaju dengan cepat ke arah selatan.
Sesekali aku menoleh ke belakang menatap sekumpulan orang yang mengejar kami, siapa mereka? Kenapa mereka mengejar kami?
Kami tidak mengetahui siapa mereka yang pasti mereka mengincar nyawa kami. Jumlah mereka tidak lah sedikit, aku bisa mendengar langkah kaki kuda yang ada di belakang kami.
Saat ku arahkan pandangan mata ku menatap ke depan aku bisa melihat tak jauh dari hadapan kami adalah jurang yang sangat dalam, apa yang harus kami lakukan?
Aku menatap Casper yang sedang membuka sesuatu di dalam kantong nya, kuda nya berlari dengan lambat ketika Casper mulai menaburkan sebuah bubuk ke arah belakang tempat para sekumpulan orang yang mengejar kami.
Kembali ke tatap Hazel yang membantu nya dengan sihir, aku menoleh ke arah orang-orang itu yang mulai berjatuhan karena terkena bubuk yang di tabur oleh Casper.
Namun beberapa dari mereka masih sadar dan terus mengejar kami tanpa rasa lelah. Apakah mereka berencana untuk membunuh kami?
Apa kami akan terjun ke jurang? Ah... Tidak kan?
Kami semakin mendekati jurang dan itu sangat membuat ku khawatir.
"Tenang lah my lord... Terjun lah, aku akan membantu kalian..."
"Apa kau yakin Zu?"
"Apa kau meragukan ku my lord?"
"Tidak. Baiklah..."
Kami berhenti tepat di atas tebing yang menuju ke jurang langsung, kami benar-benar terkepung oleh mereka yang berpakaian serba hitam memakai cadar, seperti seorang penjaga bayangan yang pernah ku baca di novel-novel fantasi.
Kami turun dari kuda dengan tergesa-gesa, aku memberikan isyarat kepada Hasper dan Casper, mereka mengangguk mengerti apa yang ku pikir kan.
Sekumpulan orang-orang itu mulai menyerang kami dengan membabi buta. Aku melihat para pangeran menangkisnya dengan cepat dan membunuh mereka satu persatu, namun mereka cukup kesulitan karena yang datang semakin banyak tanpa ada henti nya.
Ku alih kan pandangan mata ku menatap ke bawah jurang, sangat dalam.
"Dasar nya aja gak nampak, serem banget..." Ucap Neftaza yang menatap ku lekat.
"Apa kita akan melompat?" Ucap Gazelle kurang yakin.
"Percayalah..."
"Zu, apa kau siap?"
"Lompat lah my lord..."
__ADS_1
"Dengar kan aku, kita harus melompat..."
"It's ok..." Ucap Neftaza yang langsung melompat tanpa memberikan aba-aba membuat mereka berdua berteriak dan para pangeran menoleh dengan cemas.
"Apa yang dia lakukan?" Teriak Darren marah.
"Astaga, apa dia baik-baik saja?" Ucap Esmeralda cemas.
Aku juga cemas jika itu benar-benar tak ada Zu dan Ryu...
"Percayalah..." Ucap Casper yang masih menyerang orang-orang itu.
"Apa kau bod*h? Bagaimana jika kita tidak selamat dari jurang itu?" Ucap Felis marah tanpa mengurangi kewaspadaan nya dari orang-orang yang menyerang nya.
"Apa aku perlu mendorong kalian?" Ucap ku menatap Gazelle dan Esmeralda yang tak bergerak sama sekali.
"Aku tidak yakin, tapi baik lah..." Ucap Gazelle ragu.
"Hitungan ketiga, kita semua harus melompat..." Ucap ku menatap mereka serius.
Aku hanya bisa melihat mereka saling menatap ragu. Namun sepertinya mereka mulai percaya dan mengangguk.
"Satu, dua tiga..." Ucap ku berteriak dan langsung melompat.
"Ahhhhhhhhhh...."
"Apa ini rasanya terbang?" Ucap Gazelle berteriak tanpa henti.
"Ini bukan terbang bod*h, ini jatuh..." Teriak Esmeralda tak kalah kuat.
Aku hanya jatuh dengan santai melihat mereka berteriak tanpa henti, benar-benar lucu melihat mereka tak mengetahui apapun.
Brukkk....
"Aww..." Ucap salah satu dari mereka yang mendarat tak sempurna.
"Apa kau baik-baik saja Gazelle?" Ucap ku menatap nya yang terjatuh saling menabrak dengan Esmeralda.
Ia hanya mengabaikan ku seraya memperhatikan sekitar dengan bingung.
"Bagaimana bisa kita selamat? Ketika jatuh dari ketinggian itu, dan mendarat tanpa terluka? Bahkan ini seperti melayang bukan jatuh?" Ucap Esmeralda tak mengerti.
"Apa kita hanya bermimpi?" Ucap Gazelle menatap kami bingung.
"Ahhh... Apa aku belum memberitahu kan sesuatu kepada kalian? Ini hanyalah kekuatan milik Hazel yang tak seberapa..." Ucap ku tersenyum menatap Hazel yang keluar dari kantong milik Casper.
__ADS_1
"Benarkah? Kau sangat hebat Hazel..."
Hazel hanya menatap ku bingung.
Aku menatap ke sekitar mencari keberadaan Neftaza yang tak tampak dimana pun, aku melangkah kan kaki ku ke arah dalam hutan yang cukup lebat membentang luas di hadapan ku. Aku menatap sebuah jalan yang mengarah ke suatu tempat.
Ku langkah kan kaki ku tanpa ragu berjalan mengikuti arah jalan itu. Semakin lama aku berjalan semakin jauh pula aku meninggalkan mereka.
"*Zu... Apa kau melihat Rianda?"
"Ikuti jalan itu my lord, kau akan menemukan nya*..."
Aku berjalan terus menerus mencari Rianda yang sedang berada di suatu tempat. Aku bisa melihat dari kejauhan terdapat sebuah cahaya yang cukup terang. Aku menghampiri nya dengan cepat.
Di tempat aku berdiri, aku bisa melihat sebuah rumah yang cukup sederhana namun penuh dengan cahaya.
"Dia berada di dalam rumah itu my lord..."
"Rumah siapa itu? Apa aku harus masuk?"
Aku menatap ke sekitar untuk memastikan tidak ada apapun yang membahayakan nyawa ku, setelah memastikan semua nya baik-baik saja aku melangkah dengan perlahan ke arah rumah itu yang cukup membuat ku teringat dengan salah satu rumah yang berada di kerajaan ku.
Apakah pemilik rumah ini salah satu penghuni yang ada di kerajaan Rosewaltz? Tapi kenapa ia pindah di hutan seperti ini?
Aku berjalan perlahan ke arah jendela rumah yang sudah terbuka, aku mengendap-endap menatap ke dalam rumah yang terlihat kosong dengan beberapa makanan berada di atas meja. Aku menatap sekeliling ruangan itu yang cukup apik dengan beberapa hiasan ruangan melekat di dinding ruangan.
Dimana Rianda?
Kembali ku langkah kan kaki ku perlahan ke arah jendela satu nya yang menghubung kan ke salah satu ruangan yang berbeda dari ruangan yang tadi, namun aku tak bisa membuka jendela itu karena seperti nya terkunci dari dalam.
Tanpa sengaja aku menoleh ke belakang menatap seseorang yang berjalan ke arah rumah itu, dengan cepat aku bersembunyi di balik semak-semak yang tak jauh dari rumah itu. Namun masih berada di tengah-tengah rumah yang ada di belakang rumah satu nya.
Namun aku sangat terkejut ketika ada seseorang yang mendekap ku dengan kasar. Seseorang itu menyuruh ku untuk terdiam.
Siapa dia? Bau tubuh nya... Apakah?
_
_
_
__ADS_1
Jangan lupa like vote dan komen yah guys...
❤❤❤