TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 83


__ADS_3

Kami melangkahkan kaki dengan cepat berjalan menemui pangeran Deffin dan pangeran Andrew di ruangan mereka.


Langkah kaki kami tampak seirama dengan semangat niat yang kuat untuk menghentikan hal buruk. Kami melewati lorong dan tangga istana yang terlihat sangat jauh dan banyak, inilah yang terjadi jika kami tergesa-gesa, semuanya akan berasa sangat lambat.


Kalau pun kami tidak bisa menghentikan penyerangan itu, setidaknya kami bisa berusaha untuk melawan mereka dan meraih kemenangan.


Ini bukanlah perang besar, tapi perang ini akan membunuh nyawa yang tidak bersalah. Kami harus menghentikan itu.


Saat kami sudah sampai di depan pintu ruangan aula, dua kesatria penjaga menghalangi kami untuk masuk. Karena di dalam sedang terjadi pertemuan yang sangat serius.


Kami menunggu di luar selama beberapa menit dan menunggu salah satu dari kedua pangeran itu untuk keluar.


"Lama banget sih..." Ungkap Neftaza bolak balik kesal.


Aku hanya mengabaikan nya dan menunggu dengan gelisah.


Tak lama kemudian pintu aula terbuka, pangeran Deffin keluar dengan pangeran Andrew berada di belakangnya.


"Pangeran..." Panggilku.


Mereka menoleh dan mengajak kami ke dalam ruang kerja pangeran Deffin.


"Apa pangeran tau tentang kondisi kesatria pribadi anda pangeran?!" Ungkapku.


"Apa yang kalian tau?!" Ungkap pangeran Andrew menatap lekat ke arah kami.


"Kami tau jika kesatria pribadi milik pangeran Deffin mengalami luka parah karena bertarung dengan sesosok roh jahat..."Ungkap Neftaza serius...


"Bagaimana kalian mengetahui tentang itu?!" Tukas pangeran Deffin menatap kami serius.


"Kami hanya tau, lalu apa kalian tau jika sesosok yang menyerang kesatria pribadi milik pangeran akan menyerang istana ini malam nanti?!" Ungkap ku memastikan.


Pangeran Deffin dan pangeran Andrew tampak terkejut, ternyata mereka tidak mengetahuinya. Syukurlah aku mengetahui nya dari Zu.


"Kalian tidak bercanda kan?!" Ungkap pangeran Andrew yang sedikit kurang yakin dengan pernyataan kami.

__ADS_1


"Setidaknya kalian harus punya rencana untuk itu pangeran..." Ungkap Neftaza dengan nada sedikit di tekan (kesal).


"Baiklah, terimakasih atas informasinya..." Ungkap pangeran Deffin terlihat biasa-biasa saja.


Apakah dia sebenarnya tau? Lalu kenapa dia begitu tenang? Apa mereka bukan lawan nya? Ahhh... Entahlah...


"Pangeran, boleh kah aku bertanya? Saat di aula tadi, aku merasa ada sedikit masalah dengan istana?!" Ungkap Neftaza penasaran. Aku menatap ke arahnya.


"Menteri Hagrit kabur dari penjara..." Ungkap pangeran Deffin membuat kamu terkejut semua.


"Apa?! Menteri Hagrit kabur dari penjara? pangeran Bagaimana bisa?! Bukankah penjagaan di sini sangat ketat?!" Ungkap Neftaza dengan nada sedikit keras.


"Bahkan penjara menteri Hagrit menggunakan sihir bukan? Lalu kenapa dia begitu mudah kabur?!" Ungkapku memikirkan kemungkinan nya.


"Sepertinya dia memiliki sekutu yang sangat kuat untuk membantu nya keluar dari lingkaran sihir." Ungkap pangeran Deffin.


"Jika informasi kalian benar, lebih baik kalian jangan keluar kemana-mana malam nanti, itu akan sangat berbahaya untuk kalian para manusia..." Ungkap pangeran Andrew serius menatap aku dan Neftaza bergantian.


Heh,,, bukan hanya kami saja yang berbahaya, kalian juga kali... Menyebalkan.


"Ya, kalian juga harus berhati-hati pangeran, karena mereka juga bisa menguasai bangsa elf bukan hanya bangsa manusia saja..." Ungkapku menatapnya tajam.


"Tugas kita udah selesai, ayok pergi..." Ungkapnya seraya berbalik pergi tanpa berpamitan dengan mereka berdua.


Aku menatap mereka berdua dan berbalik melangkahkan kaki mengikuti Neftaza yang sudah berada di pintu.


"Sangat angkuh... Sialan..." Ungkapnya kesal, seraya berjalan sedikit laju.


"Tau gitu kita gak usah capek-capek ngasih tau ke mereka, biar mereka kesusahan..." Ungkapnya lagi.


"Hahaha... Selow aja, sikap mereka memang begitu kan? Wajar aja sih kalau mereka masih meragukan kita walau kita pernah ngebantu mereka berdua berbaikan." Ungkapku tersenyum menatapnya, padahal aku juga merasa mereka sangat menyebalkan.


"Hah... Kesel banget deh gue..." Ungkapnya mengabaikan perkataan ku.


Ku arahkan pandangan mataku ke sekitar istana, tampak para kesatria penjaga sedang resah-resahnya berjalan bolak-balik seperti mencari sesuatu. Apakah mereka masih mencari menteri Hagrit di dalam istana? Tindakan bodoh jika memang benar.

__ADS_1


 --------


Malam telah tiba, kegelapan mulai menyerang seluruh benua dengan lekatnya. Di saat-saat seperti ini seharusnya kami bisa bersantai-santai menikmati indahnya pemandangan gelap yang membuat sinar sekecil apapun akan sangat terlihat.


Tapi pada kenyataannya perasaan kami sekarang menjadi sangat takut dengan terjadinya peperangan antara bangsa elf dan para roh jahat. Kami hanya manusia biasa yang tidak memiliki kekuatan apapun?!


Apa kami hanya bisa melihat tanpa membantu? Tapi, setidaknya benar apa yang di katakan mereka para bangsa elf, bahwa sebaiknya kami manusia bersembunyi daripada membantu mereka.


Terdengar suara benturan dari luar istana, ku langkahkan kaki ku melihat suara apa itu. Aku menatap ke luar jendela kamar ku, samar-samar aku bisa melihat sekumpulan roh jahat yang terbang melintas di luar istana.


Mereka roh yang tidak berbentuk yang tertutupi jubah berwarna hitam dengan bagian bawah jubah itu seperti helaian-helaian kain yang bergoyang-goyang tertiup angin ketika mereka melayang di udara.


Aku bisa melihat bahwa istana ini terlindungi oleh sebuah lingkaran sihir yang menghalangi para roh jahat untuk masuk. Beberapa roh jahat itu mengeluarkan sihir berwarna hitam untuk menghancurkan lingkaran sihir sehingga menimbulkan bunyi seperti boom.


Di halaman istana aku bisa melihat pangeran Deffin, pangeran Andrew dan pasukannya sedang menatap para roh itu. Mereka menggunakan pakaian perang, seperti menunggu jika para roh jahat berhasil menghancurkan lingkaran sihir itu maka merekalah yang akan menyerangnya.


Mungkin kah lingkaran sihir itu sangat kuat? Sehingga mereka kesusahan untuk menghancurkan nya? Lebih baik seperti itu, sehingga mereka tidak bisa masuk ke istana.


Aku hanya mengkhawatirkan jika ada seorang manusia atau bangsa elf yang di luar istana di kuasai oleh para roh jahat, maka selesailah sudah. Mungkin pangeran Deffin akan langsung membunuh nya, karena akan sulit mengeluarkan roh jahat dari tubuh manusia ketika mereka sudah menguasai nya.


Aku harap tidak ada siapapun di luar sana yang di kuasai oleh mereka para roh jahat.


Pandangan ku teralihkan oleh sebuah sinar cahaya yang di keluarkan oleh obor api, siapa dia? Aku mengeluarkan teropong ku untuk melihat siapa dia!.


Aku sangat terkejut, kenapa dia berada di sana? Itu sangat gawat, jika para roh jahat menguasainya maka entah apa yang akan terjadi, aku sangat mengkhawatirkan nya...


Apa yang harus aku lakukan? Apa aku harus mencegahnya? Tapi bagaimana caranya? Ini sangatlah berbahaya... Ahhh....


Aku tidak bisa membantunya... Aku hanya bisa menunggu apa yang akan terjadi dengannya...


-


-


Jangan lupa like vote dan komen yah...

__ADS_1


❤❤❤


(Bonus dari aku, selamat membaca😍)


__ADS_2