TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 151


__ADS_3

Setelah kami pergi dari rumah Venan, kami kembali ke penginapan dengan terdiam. Kami berdua akan mencari tahu kebenaran itu sendiri malam nanti.


Aku duduk termenung di dekat jendela seraya menatap ke arah luar jendela. Aku kembali memikirkan Fegis yang terlihat tak asing, sepertinya ia adalah seseorang yang dekat dengan ku.


"Zu, apa kau mendengar ku?"


"Saya mendengar mu my lord."


"Apa kau tahu siapa tuan Fegis itu? Dari mana asal usul nya?"


"Aku hanya mengetahui jika ia memiliki bau yang sama persis seperti kalian berdua, namun ia memiliki kekuatan yang cukup kuat untuk manusia sepertinya."


"Apa maksud mu? Ia memiliki penyihir?"


"Benar, my lord... Ia salah satu penyihir yang cukup murni."


"Penyihir murni?"


"Yang di maksud dengan penyihir murni adalah penyihir yang tidak memiliki kekuatan gelap sama sekali."


"Jadi maksud mu, ia adalah penyihir yang baik?"


"Benar my lord. Berbeda dengan Robert, pelayan mu di kerajaan Rosewaltz... Aku bisa merasakan ia memiliki sedikit sihir gelap."


"Robert? Tapi bukan kah ia penyihir yang cukup baik? Apakah ada kemungkinan ia akan berkhianat?"


"Tenang lah my lord, tidak semua penyihir yang memiliki sihir kegelapan akan melakukan tindak kejahatan dan tidak semua penyihir yang tidak memiliki sihir kegelapan tidak akan melakukan tindak kejahatan. Aku hanya memberitahu mu jika ia memiliki sedikit sihir kegelapan."


"Baik lah Zu, aku mengerti..."


"Terus lah berhati-hati my lord, aku akan menjaga mu dan selalu melindungi mu..."


"Terimakasih Zu, sekarang istirahat lah..."


____________


Keheningan malam terdengar sangat memikat kedua telinga ku, derak deruk suara angin terasa sangat jelas menyapu semua hal yang di lalui nya.


Dengan beberapa hembusan angin yang mengenai rambut ku, aku terkesiap dan mengangkat tangan kanan ku untuk menghalau angin itu, namun aku tetap kalah dan terpaksa membiarkan nya begitu saja.


"Ngapain ngelamun malam-malam.. Kesambet baru tau rasa..." Ucap seseorang yang mengejutkan ku, aku menoleh ke arah nya. Ia menghampiri ku seraya membawa sebuah botol minuman jeruk di tangan kanan nya.


"Angin nya gede gila..." Ucap ku seraya menutup jendela kamar, dan berbalik berjalan ke arah nya.

__ADS_1


"Gimana? Sekarang?" Ucap ku menatap nya lekat.


Dia hanya menatap ku dan langsung mengangguk, kemudian ia meletakkan botol minumannya di atas sebuah meja. Ia berdiri, mengambil sesuatu yang tak asing lagi, yaitu sebuah tas dengan beberapa peralatan yang sudah tersedia di sana.


Aku berjalan menghampiri Hasper dan Casper yang sedang duduk tak jauh dari ku, dengan para pangeran dan putri yang lain sibuk melakukan aktivitas nya. Misal sih Gazelle memainkan gadget yang kami berikan waktu itu.


"Apa kalian benar-benar ingin pergi?" Ucap Casper khawatir.


"Yah... Kami harus memastikan sesuatu Gege..." Ucap ku seraya tersenyum, aku duduk di salah satu kursi di samping Casper.


"Percayalah... Kami berdua akan baik-baik saja..." Ucap Neftaza seraya yang duduk di dekat ku.


"Apa kalian berdua benar-benar akan pergi malam-malam seperti ini?" Ucap seseorang yang berjalan ke arah kami, ia adalah pangeran Crystaldy dan yang lain.


"Kalian tidak perlu berlebihan seperti itu... Kalian kan tau bagaimana kami yakan?" Ucap Neftaza santai.


"Baik lah... Berhati-hati lah..." Ucap Hasper sedikit khawatir.


"Tenang, Zu dan Harley akan melindungi kami..." Bisik ku pelan kepada mereka berdua.


"Aku menyuruh Ryu untuk menjaga kalian di sini, ingat jangan pergi kemanapun Ok..." Ucap Neftaza tegas.


"Mereka semua mengangguk."


Aku mengikuti langkah kaki Neftaza yang terlihat sangat cepat berjalan dengan beberapa kali pandangan mata nya menatap ke sekitar penginapan.


Dengan langkah perlahan kami berdua menuruni anak tangga dan langsung berjalan ke pintu keluar. Beberapa kali terlihat orang-orang yang masih terdapat di ruangan depan menatap kami dengan tatapan aneh.


Kami berdua berhenti di depan sudut jalan yang sepi penduduk.


"Hazel..." Panggil Neftaza seraya menunduk ke arah tas milik nya.


"Bisakah kau terbang, cari dimana keberadaan Fegis?" Ucap Neftaza pelan.


Tampak lah Hazel keluar dari dalam tas nya dan langsung terbang keluar meninggalkan kami berdua, sebelumnya ia mengangguk kan kepalanya dan pergi melesat. Aku tak melihat nya lagi.


"Nef... Lo curiga gak sih, kenapa sepi amat sekarang?" Ucap ku seraya menatap ke sekitar ku.


"Hemmm.... Gue juga ngerasa gitu sih, tapi tenang aja dulu deh..." Ucap nya seraya mengerutkan keningnya beberapa detik.


"Ok lah..."


"Yok lah jalan..." Ucap nya seraya berjalan mendahului ku. Aku mengikuti nya seraya menatap ke sekitar yang terlihat sangat sepi.

__ADS_1


Sampai dimana kami tiba-tiba berhenti dan tertegun ketika melihat rumah bordil (Rumah para pel*cur) sangat ramai.


"Pantes lah... Mereka lagi pesta..." Ucap ku menatap rumah itu dengan datar.


"Hahaha... Di pikir-pikir kalau ada musik DJ lebih keren keg nya..." Ucap Neftaza setuju.


Kami berdua melewati rumah itu dengan tergesa-gesa, namun beberapa kali kami bertemu dengan laki-laki hidung belang. Namun kami berdua hanya terdiam dan melanjutkan perjalanan kami dengan santai.


Dari kejauhan tampak lah Hazel terbang ke arah kami berdua, dengan cepat ia menyelinap masuk di sela-sela rambut Neftaza.


"Dia lagi di halaman rumah besarnya, dengan beberapa orang terlihat sedang bertugas." Ucap nya menghadap ke arah ku.


"Baik lah..." Ucap kami berdua serempak.


Hazel masuk kembali ke dalam tas yang di bawa Neftaza.


Kami berdua segera berjalan ke arah rumah besar milik Fegis itu, dari kejauhan kami bisa melihat beberapa penjaga menjaga kediaman Fegis dengan cukup ketat.


Ku alihkan pandangan mata ku ke arah samping kanan dan kiri, sesekali melihat ke belakang.


"Aman..." Ucap ku seraya menyuruh Neftaza untuk cepat bergerak.


Kami berdua mengendap-ngendap berjalan ke arah pagar samping rumah nya dan sesekali melihat sekitar. Kami berdua naik ke pagar tersebut dan turun dengan hati-hati.


Kami kembali menyelinap tanpa ketahuan, walau sering kali para penjaga curiga dengan suara berisik yang kami timbulkan. Namun mereka hanya menoleh dan memastikan tidak ada siapapun tanpa memeriksa lebih lanjut.


"Ini kemana lagi?" Ucap Neftaza bingung.


"Lorong depan sebelah kanan..." Terdengar suara Hazel mengarah kan.


"Tunggu..." Ucap ku seraya menarik Neftaza untuk bersembunyi di belakang penyangga kayu yang sangat besar.


"Apa kau melihatnya? Lagi-lagi tuan termenung di halaman belakang..." Terdengar suara salah satu penjaga.


"Tuan merindukan keluarga nya..." Jawab penjaga lain nya dengan suara lebih tegas di banding kan penjaga yang lain.


_


_


_


❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2