
Aku duduk di dalam tenda dengan pandangan ku tak luput dari tetesan air hujan yang begitu tajam seperti jarum jahit, tidak itu seperti tetesan tajam yang mirip seperti batu kerikil.
Lima menit hujan tak kunjung mereda, aku hanya bisa menatap nya dengan termenung tanpa tahu apa yang terjadi di luar jendela.
Angin kencang tak habis-habis nya datang mendekati apa yang ia lewati, suasana begitu dingin dan menakut kan.
Ku raih handphone yang ku letak kan di samping bantal ku, aku membuka kunci dan melihat kontak Neftaza yang tertera di layar.
"Lo dimana?" Ucap ku seraya ku ketikan pesan itu kepada nya.
Kembali ku letakkan handphone di samping ku, aku kembali menatapi tetesan air hujan yang tak kunjung melemah.
Ku tatap handphone ku yang bergetar, satu pesan muncul di atas layar.
"Gue lagi tidur bareng bang Andara." Balas nya di pesan itu.
Aku tersenyum membaca pesan yang ku terima dari nya, akhir nya dia menemukan bang Andara dan yang lain.
Ku letakkan handphone ku seraya kembali ku baring kan tubuh ku dengan nyaman. Ku pejam kan mata ku dengan perlahan, seraya ku rasakan dingin yang mulai menusuk kulit ku.
____________
Ku buka mata ku saat keadaan menjadi hening, bulir-bulir air masih menetes di tenda ku beberapa kali. Ku duduk kan tubuh ku seraya ku buka tenda ku untuk memastikan keadaan luar.
Ku arah kan pandangan mata ku menatap ke sekitar, semua tak terlihat dengan jelas karena keadaan masih malam.
"Jam tiga pagi?" Ucap ku saat ku tatap jam tangan ku yang menunjukkan pukul tiga pagi lewat lima menit.
Saat tubuh ku kembali ku gerakkan masuk ke dalam tenda, dari kejauhan aku melihat sebuah cahaya yang mulai datang dari arah berlawanan dengan suara ringikan kuda yang mulai terdengar cukup kuat di telinga ku.
Kembali ku arah kan pandangan mata ku menatap ke arah kanan tenda ku, aku melihat pangeran Darren keluar dari tenda nya. Seperti nya ia mendengar suara kuda itu.
"Putri..." Ucap nya, beranjak ia keluar dengan hati-hati.
Tak hanya itu, putri Gazelle juga terbangun karena suara berisik itu. Akhir nya kami bertiga keluar dari tenda seraya mengarah kan pandangan ke arah cahaya itu.
__ADS_1
"Seperti nya kau harus menghilang kan tenda itu putri." Ucap pangeran Darren.
Aku mengangguk seraya ku masukkan tenda itu kembali ke dalam ruang dimensi ku.
"Sangat dingin..." Ucap Gazelle seraya mengusap kan tangan nya ke tangan yang lain.
"Gunakan ini." Ucap ku seraya ku berikan jaket tebal kepada nya dan pangeran Darren, walau ia tak meminta.
"Terimakasih." Ucap kedua nya bersamaan, aku membalas nya dengan anggukan.
Suara langkah kaki kuda mulai mendekat, tampak sekerumunan penunggang kuda mulai mendekat. Kami bertiga bersembunyi di belakang pohon namun tak cukup untuk menyembunyikan kami bertiga.
Akhir nya kami memutuskan untuk memanjat pohon walau basah karena hujan tadi.
Ketika kami sudah sampai di atas, sekerumunan penunggang kuda tadi berhenti tepat di bawah pohon tempat kami bersembunyi. Ku tatap salah satu dari mereka turun dari kuda nya, ia mendekat ke arah bekas perapian seraya memperhatikan sekitar.
"Ini masih baru..." Ucap seseorang itu ketika ia memeriksa arang bekas perapian.
"Bagaimana bisa dia tahu? Bukan kah sudah terkena hujan?"
"Ahhhh..." Teriak nya. Namun seseorang yang turun terlebih dahulu dari kuda nya itu menangkap Gazelle dengan cepat, aku bisa menghela nafas lega.
"Ku rasa kau baik-baik saja Gazelle..." Ucap ku pasrah, ketika persembunyian kami sudah terlihat oleh mereka semua.
"Maaf kan aku putri..." Ucap Gazelle merasa bersalah, seseorang yang menolong nya tadi menurunkan Gazelle dengan perlahan.
"Bisakah kau membantu ku juga kesatria?" Ucap ku, seraya ku jatuh kan tubuh ku ke arah nya. Namun siapa sangka kaki ku tergelincir ke arah yang lain sebelum niat ku untuk jatuh ke arah laki-laki tadi.
"Aku menangkap mu." Ucap seseorang yang lain, aku menatap nya dengan tersenyum.
"Terimakasih." Ucap ku, seraya turun aku dari nya.
Ku tatap pangeran Darren yang sudah menginjak kan kaki nya di atas tanah tepat di belakang ku.
"Kalian berdua begitu ceroboh..." Ucap pangeran Darren serius.
__ADS_1
Kami berdua mendekat ke arah nya dengan Gazelle berdiri di belakang pangeran Darren dengan memegang lengan Darren, ia tampak terlihat sedikit ketakutan.
"Siapa kalian?" Ucap pangeran Darren dengan tatapan yang begitu tajam dan serius.
"Bisakah kau pelan kan suara mu pangeran? Kau sedang terluka, aku tak menjamin kau hidup jika bertarung dengan mereka semua." Bisik ku di telinga nya.
Ia hanya menatap ku dengan tatapan yang begitu dingin dan menyengat.
"Lanjutkan..." Ucap ku tersenyum.
"Seharus nya kami yang bertanya pada mu. Siapa kalian? Kenapa kalian bisa di hutan kerajaan Zefflygha?" Ucap seseorang yang terlihat lebih mendominasi dari pada yang lain.
"Kami tersesat." Ucap ku menatap mereka dengan serius.
Tampak ia menatap ke arah kami bertiga dengan serius, ia menoleh ke arah laki-laki yang menolong Gazelle tadi. Tampak laki-laki itu mengangguk, dengan laki-laki yang berbicara menyuruh kami untuk mengikuti mereka.
"Ikut lah dengan kami..." Ucap nya, seraya berbalik ia berjalan ke salah satu kesatria. Turun kesatria itu dari kuda nya, berjalan ia ke arah kami, di berikan nya tali kekang kuda itu kepada ku.
Di susul dengan kesatria yang lain, ia memberikan tali kekang kuda nya kepada pangeran Darren yang masih terlihat waspada akan perlakukan mereka.
"Terimakasih." Ucap Gazelle tersenyum. Kembali ku tatap pangeran Darren yang hanya terdiam.
"Kau harus naik pangeran..." Ucap ku tanpa sadar, aku menoleh ke arah mereka semua yang tampak terkejut.
"Maksud ku, lebih baik kita mengikuti mereka Gege..." Ucap ku, dan di angguki oleh Gazelle yang menghilang kan kepanikan kami bertiga.
"Ikuti kami." Ucap mereka yang sudah menunggangi kuda mereka.
Ku tunggangi kuda ku dengan Gazelle berada di belakang ku, aku menoleh ke arah pangeran Darren yang sudah berada di atas kuda nya. Kami bertiga memutuskan untuk mengikuti mereka tanpa menghilangkan kewaspadaan kami.
_
_
_
__ADS_1
❤️❤️❤️