TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 60


__ADS_3

Kami berjalan perlahan di dinding jalan dengan perlahan. Ku arahkan pandangan mataku ke sisi sebelah, tampak mereka berjalan masuk ke dalam sebuah ruangan yang cukup besar di jembatan gantung ke tiga dengan sisa-sisa tengkorak manusia tampak di gantung di sisi kanan pintu masuk itu.


Bahkan di pinggir-pinggir tempat kami berjalan, terdapat beberapa tengkorak manusia dan hewan. Sangat mengerikan. Aku terlalu memperhatikan mereka sehingga aku tanpa sadar menjatuhkan tengkorak kepala manusia ke bawah. Kami berempat tengkurap dengan tergesa-gesa, karena beberapa orc yang berjalan ke tempat pemujaan menoleh ke arah kami.


Jantungku berasa mau copot, karena berada di situasi seperti ini. Tapi syukurlah, mereka mengabaikan nya. Kami kembali berjalan dengan sangat hati-hati untuk menuruni jalan menuju ke jembatan gantung ke dua.


Lagi-lagi salah satu orc melihat ke sisi tempat kami menjatuhkan batu ke bawah. Itu bukan perbuatan ku ya, itu Neftaza. Ia tanpa sengaja menjatuhkan batu-batu itu sehingga kami kembali merunduk di bebatuan pagar jalan.


Sepertinya mereka mulai curiga dengan semua yang terjadi. Tapi orc itu berjalan kembali ke tempat pemujaan. Kami berhasil mencapai jembatan gantung ke dua, kami berjalan perlahan untuk menyeberang ke sisi sebelah.


"Hati-hati..." Ungkap Hasper berjalan paling depan tanpa menoleh.


Jembatan gantung yang kami lewati terbuat dari tanaman rambat yang sangat besar dan kuat, sepertinya tanaman rambat raksasa. Jika kami terjatuh ke bawah, maka tubuh kami akan hancur seketika oleh luapan lava panas yang meluap-luap itu.


Aku mengikuti mereka dengan perlahan. Kembali ku arahkan pandangan mataku ke sekitar, aku melihat ke arah atas, tampak di jembatan gantung ke lima ada orc yang berjalan.


"Lihatlah ke atas..." Ungkapku pelan.


Mereka bertiga melihat ke atas.


"Kita harus cepat..." Ungkap Casper sembari berjalan.


Kami terus berjalan mengabaikan orc itu, namun kami tetap berhati-hati agar mereka tidak melihat kami.


"Manusia itu lari...." Teriak orc.


Aku menggerakkan tubuhku menoleh ke arah belakangku, tampak satu orc berlari ke arah kami. Kembali ku putar tubuhku berlari ke sisi sebelah dengan cepat.


Karena teriakan orc itu, para orc keluar dari ruang pemujaan di tingkat ketiga, mereka melihat kami dan mulai berlari ke arah kami dengan cepatnya.


Kami masih berusaha berlari dari jembatan gantung ke sisi sebelah, saat kami mendekatinya kami terkepung dari kedua sisi oleh para orc. Hasper dan Casper melindungi kami dari sebelah kanan dan kiri. Sedangkan aku dan Neftaza mulai, menembak mereka dengan pistol.


Dor dor dor...


Srang srang srang ... terdengar suara pedang Hasper dan Casper yang bersentuhan dengan pedang para orc, mereka mengepung kami di jembatan gantung. Kami benar-benar terkepung di sini.


Ku arahkan pandangan mata ku ke sekitar, di bawah, atas mereka semua berlari ke arah kami dengan membawa pedang di tangan kanannya.

__ADS_1


"Mereka terlalu banyak..." Teriak Hasper membunuh beberapa orc di depannya. Kami berjalan ke sisi sebelah dengan cepat sehingga sekarang kami berhasil berada di dinding jalan sebrang.


Aku membantu Casper yang kesusahan menyerang orc itu, aku melemparkan granat di jembatan gantung.


Duaarrr.....


Jembatan gantung itu terputus, tampak beberapa orc terjatuh di dalam luapan lava panas itu dan langsung mati. Tampak juga beberapa orc masih mencoba menyelamatkan diri mereka dengan cara bergantung di jembatan.


Kembali ku lemparkan granat ke sisi dinding jalan yang menghubungkan ke jalan yang kami lewati.


Duaarrr....


Suara terdengar sangat keras di barengi dengan hempasan kumpalan asap dan debu di depan kami. Mereka kembali berjatuhan ke bawah. Jalan itu terputus, beberapa dari mereka terjebak di jalan itu.


Hasper dan Neftaza masih sibuk menyerang mereka yang berada di bawah... Aku membantunya dengan menembak para orc yang berada di jembatan gantung pertama. Semua orc berkumpul di sana.


Dor dor dor....


Aku menembak mereka dengan cepat, namun aku hanya bisa membunuh sekitar lima sampai sepuluh orang saja. Aku melemparkan granat, namun para orc itu berhasil membuang granat itu ke bawah sehingga granat itu meledak di lelehan lava. Tempat ini gemetar karena ledakan itu, membuat kami semua harus berpegangan.


Tak henti-hentinya para orc itu menyerang kami, dengan cepat aku melemparkan beberapa granat ke jembatan gantung pertama.


Duaar...


Aku berhasil, mereka terjatuh ke dalam lava panas itu, namun karena granat itu meledak tempat ini menjadi bergetar dengan durasi cepat.


Kami berusaha menembak yang masih tersisa di bawah kami.


Srang... srang... srang...


Dor... dor... dor...


Kami berhasil membunuh mereka, ku alihkan pandangan mataku ke bawah tampak luapan lava panas mulai menyembur ke atas seperti air mendidih.


"Cepat keluar dari sini..." Teriak Neftaza seraya menyingkirkan orc yang menghalangi jalan.


Kami keluar dari tempat itu menuju lorong panjang. Namun ketika kami sudah berada di lorong itu, jalan keluarnya masih begitu sangat jauh.

__ADS_1


Ddduuuaaaarrrrr....


Lava itu meledak dan mulai masuk ke dalam lorong.


Kami berlari dan terus berlari dengan cepat.


Sesekali ku gerakkan kepalaku menoleh ke belakang, kami seperti di kejar oleh lava panas yang sangat cepat menyembur keluar. Langkah kaki kami semakin cepat dengan suara nafas terdengar tak beraturan. Lorong ini sangat panjang, perasaan setiap lorong yang kami lewati selalu lebih dari seratus meter. Kami benar-benar kurang beruntung masalah tentang lorong.


"Sedikit lagi..." Teriakku menyemangati diriku.


"Cepat..." Teriak Casper yang berlari menarik tanganku.


Kami berhasil sampai di pintu itu dan tubuh kami terlempar jauh ke luar karena dorongan hembusan angin yang di keluarkan lava itu..


"Bruukkk...."


Ku rasakan tubuhku yang sangat sakit karena terjatuh di bebatuan, dan kepalaku terbentur batu besar tempat ku mendarat.


"Ahhkkk..." Teriak Neftaza seraya mencoba berdiri. Ku tatap kaki kirinya yang terjepit bebatuan, ia merasakan sakit yang luar biasa.


Kembali ku gerakkan kepalaku perlahan menoleh ke sisi kanan Neftaza, tampak tubuh Hasper jatuh di bebatuan yang mengakibatkan lengannya mengeluarkan darah di tempat sayatan pedang kemarin. Ia pingsan.


Dimana Casper? Ku arahkan pandangan mataku ke sekitar, Casper pingsan di bebatuan bawah dengan darah membasahi tubuhnya. Ia terluka di dadanya, aku harus menyelamatkan mereka.


"Ahhkkk..."


Aku mencoba beranjak berdiri namun punggungku terlalu sakit, aku tergeletak kembali. Ku rasakan kepalaku yang terasa sangat sakit, aku menyentuhnya. Ku rasakan cairan hangat keluar dari kepala bagian belakang ku, darah. Kepalaku sangat pusing, dan kegelapan menghampiri ku. Aku pingsan.


-


-


-


Jangan lupa like vote dan komen yah...


❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2