TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 141


__ADS_3

Aku mendengar suara seseorang yang terdengar sangat mengkhawatirkan ku. Ia terdengar sangat gelisah, sering kali ku rasakan seseorang memegang kedua lengan ku yang terasa sangat dingin.


Ingin sekali ku buka mata ku untuk melihat siapa dia, namun aku tak bisa melawan rasa pusing yang menyerang ku. Aku terbaring di suatu tempat yang tak ku ketahui sama sekali.


Aku mendengar samar-samar seseorang berjalan di dekat ku.


"Bagaimana keadaan nya?" Ucap seseorang itu yang menyentuh dahi ku.


"Dia baik-baik saja, ia akan tersadar beberapa saat lagi tuan..." Ungkap seseorang yang terdengar sangat asing di telinga ku.


"Ela, sebenarnya apa yang membuat mu sampai tak sadar kan diri seperti ini?" Ucap seseorang yang menyentuh dahi ku tadi...


Suara nya berat namun aku bisa merasakan kekhawatiran dari suara yang ia keluar kan, ia adalah Hasper.


"Dia baik-baik saja..." Ucap Casper yang sedari tadi memegang lengan ku.


______________


Aku terbangun, membuka mata ku seraya memposisikan tubuh ku untuk duduk. Mata ku memerjap beberapa kali untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam mata ku.


Aku menatap ke sekitar, aku tak melihat seseorang satu pun berada di dekat ku. Ku arah kan pandangan mata ku menatap ke sekeliling ruangan, aku berada di sebuah tempat yang cukup aneh.


"Ini kamar?"


Aku melihat ruangan ini penuh dengan helaian-helaian kain berwarna hitam yang di biarkan berhamburan terkena angin, aku bisa melihat cahaya dari jendela yang terbuka.


Aku beranjak berdiri berjalan ke arah pintu kamar, aku membuka pintu yang tertutup rapat seraya ku langkah kan kaki ku keluar melewati nya lalu ku tutup kembali. Aku berdiri di depan ruangan kamar, aku berada di sebuah lorong yang penuh dengan hiasan-hiasan kayu tua yang terpajang sedikit rapi di setiap dinding ruangan.


"Bukan rumah perompak kan? Tapi cocok sih kalau ini rumah mereka..."


Aku berjalan ke arah kiri ku, aku melihat di ujung lorong ini terdapat sebuah cahaya yang cukup terang dengan di setiap lorong yang ku lewati terdapat patung binatang yang bertengger manis di dinding kayu.


Sesekali aku melihat ke belakang mencari seseorang yang ingin ku lihat, tapi aku tak melihat siapapun.


"Kenapa sangat sepi? Ini bukan rumah hantu kan?"


Kembali ku langkah kan kaki ku berjalan mengikuti lorong yang terdapat sebuah tangga di ujung lorong, aku turun melangkah kan kaki dengan perlahan seraya pandangan mata ku menatap ke sekitar.


Aku berhenti sejenak untuk mendengarkan seseorang yang sedang berbicara di lantai bawah.


Suara yang tak asing... Hasper?

__ADS_1


"Apa rencana mu selanjutnya?" Ucap seseorang yang terdengar tak asing.


"Aku akan mencari kerajaan yang sangat membutuhkan kita..." Ucap Hasper, ya itu adalah Hasper dan Felis yang sedang berbicara di bawah tangga.


Aku berjalan turun menghampiri mereka berdua yang belum sadar akan kehadiran ku.


"Suara kalian terdengar sangat keras di telinga ku..." Ucap ku seraya tersenyum menatap mereka berdua yang terlihat terkejut.


"Bagaimana keadaan mu Ela?" Ucap Hasper yang memegang tangan kanan ku.


"Kami sangat mengkhawatirkan mu putri..." Ucap Felis yang berdiri di samping kiri ku.


"Aku baik-baik saja, aku hanya phobia dengan ular..." Ucap ku tersenyum kepada mereka berdua.


"Syukurlah kau baik-baik saja..."


Hembusan nafas kasar terdengar di telinga ku.


"Ini dimana?" Ucap ku seraya menatap ke sekitar ruangan.


"Kita di penginapan..." Sambung Casper yang berjalan dari arah luar. Ia mendekat ke arah ku seraya memeriksa dahi ku.


"Syukurlah kau baik-baik saja Ela..." Ucap nya seraya menurunkan tangan nya dari dahi ku.


"Ikuti aku..." Ungkap Hasper yang tiba-tiba berbicara serius.


Ku langkah kan kaki ku berjalan mengikuti nya, di buka nya sebuah pintu yang berada tak jauh dari tempat kami berbicara tadi. Ku tatap ruangan tempat ku berada sedikit sempit, membuat ku sangat gelisah. Aku sangat tak menyukai tempat sempit.


Di tarik nya tangan kanan ku oleh Casper, menoleh ia menatap ku dengan tatapan datar nya.


"Perbaiki cadar mu..." Bisik nya di telinga ku.


Kami kembali melangkah kan kaki masuk ke dalam ruangan yang tertutupi oleh helaian kain berwarna hitam, di sibak nya kain tersebut oleh Hasper. Tampak lah seorang laki-laki sedang duduk di depan sebuah meja yang terdapat beberapa minuman dengan memegang segelas minuman di tangan kanan nya.


"Apa adik mu baik-baik saja pangeran?" Ungkap laki-laki itu seraya meletakkan gelas nya di atas meja. Laki-laki itu menatap ku dengan senyuman yang cukup menjijikkan.


Siapa dia?


"Kau tak perlu tau kondisi adik ku, tuan Arnold..." Ucap Hasper menatap nya dingin.


"Baiklah..." Ucap nya yang beranjak turun dari tempat duduk nya, berjalan ia masuk ke dalam sebuah ruangan yang tertutupi oleh helaian-helaian kain hitam.

__ADS_1


Hasper berjalan mengikutinya dengan penuh tekad. Ia berhenti sejenak menoleh menatap ke arah kami dengan tatapan yang sulit ku mengerti.


"Berhati-hatilah..." Ucap Felis yang berbisik di telinga kiri ku.


Kembali Hasper berjalan masuk mengikuti laki-laki tadi. Aku menatap ke sekitar ruangan yang penuh dengan lilin-lilin yang menyala.


"Siapa dia?" Bisik ku menatap mereka berdua bergantian.


Mereka berdua hanya mengedikkan bahu tak mengerti.


Lalu, dimana Neftaza dan yang lain nya? Kenapa mereka tidak ada di sini? Sebenarnya kami berempat berada di mana?


Cukup lama kami bertiga duduk terdiam menunggu Hasper. Tampak lah ia keluar dengan pandangan mata yang cukup mengejutkan. Seperti nya ia tak berhasil berbicara kepada laki-laki tadi.


"Kita pergi dari sini..." Ucap nya yang berjalan menuju ke pintu keluar.


Ku langkahkan kaki ku mengikuti nya dengan Casper dan Felis berjalan di belakang ku, aku menatap Hasper yang membuka pintu dengan hentakan keras, melangkah ia keluar tanpa menatap sekitarnya.


Berjalan keluar kami dari penginapan, tampak orang-orang yang berpakaian hitam dengan beberapa luka di tubuh nya menatap kami dengan tatapan tak mengenakkan.


"Tunduk kan kepalamu..." Ucap Casper yang menyadarkan ku.


Aku berjalan menunduk seraya tangan ku memegang tangan kanan Casper yang terasa sangat keras di telapak tangan ku.


Pandangan mata ku hanya tertuju kepada tanah yang ku pijak, aku tak bisa menatap ke sekitar dengan bebas.


"Siapa laki-laki itu sangat tampan..." Ucap seorang wanita yang berada di kiri ku.


Ku angkat kepala ku untuk melihat siapa wanita itu, aku bisa melihat beberapa wanita berada di depan sebuah rumah dengan pakaian yang sangat menggiurkan.


Pelac*r? Astaga...


"Tundukkan kepala mu..." Paksa Casper dengan suara tegasnya.


_


_


_


Jangan lupa like vote dan komen yah guys...

__ADS_1


❤❤❤


__ADS_2