TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 188


__ADS_3

Ku tunggangi kuda ku seraya ku tarik tali kekang kuda ku berlari melewati desa kerajaan Zephyra yang terlihat sepi dengan beberapa orang terlihat berjalan di pinggiran jalan.


Kuda ku terus berlari membelah hutan yang terlihat sangat gelap ke arah selatan, aku harus segera sampai di kerajaan Zeffligha dengan cepat karena mereka menunggu ku dengan harapan yang sangat besar.


"Ryu...." Teriak ku di keheningan hutan malam yang ku lewati tanpa berhenti sedikit pun.


"Jangan berteriak, kau mengundang bahaya untuk kita." Terdengar suara Hazel yang berada di saku pakaian ku.


Aku hanya terdiam seraya menarik tali kekang kuda ku agar berlari dengan cepat.


"Aku sudah merencanakan sesuatu Neftaza, kau hanya harus tenang dan segera sampai ke kerajaan Zeffligha itu."


Aku hanya terus fokus melihat ke arah depan tanpa berpikir untuk membalas perkataan nya.


Satu jam telah berlalu, kuda ku tiba-tiba berhenti ia terlihat kelelahan. Aku memutus kan untuk turun agar kuda itu bisa beristirahat untuk memulihkan tenaga nya.


"Kau tak bisa memaksa nya untuk terus berlari Neftaza..." Ucap Hazel yang keluar dari saku pakaian ku, ia terbang tepat di hadapan ku.


"Berapa jarak kerajaan Zeffligha dari sini Hazel?" Ucap ku menatap ke arah nya dengan lekat.


"Kerajaan Zeffligha tak jauh dari sini, kita bisa sampai dengan berlari beberapa kilo meter lagi." Ucap nya, tanpa pikir panjang aku berlari meninggalkan kuda ku di sana.


Jalan yang terlihat di sepanjang hutan membuat ku sedikit ringan untuk berlari walau sedikit terdapat semak-semak yang mengganggu langkah ku, aku terus berlari dengan sesekali berhenti untuk mengambil nafas.


"Berapa kilo lagi?" Ucap ku sembari berlari dengan Hazel yang juga terbang di samping ku.


"Setidak nya kau baru berlari satu kilo meter sejak tadi." Ucap nya, aku berhenti sejenak.


"Apa? Baru satu kilo meter?" Teriak ku terkejut. Aku pikir sudah mulai dekat dengan kerajaan Zeffligha itu.


Aku kembali berlari dan terus berlari, aku melihat jam tangan ku yang sudah mengingat kan ku jika aku sudah menyia-nyiakan waktu selama dua jam.

__ADS_1


"Ku harap kalian baik-baik saja..." Ucap ku dengan nafas yang menderu-deru dengan kasar.


Aku berhenti di ujung jalan yang sedikit berbukit, dari kejauhan aku bisa melihat sebuah kerajaan yang tak jauh dari tempat ku berada. Itu adalah kerajaan Zeffligha yang berjarak sekitar dua kilo meter dari tempat ku berada.


"Apa kau bodoh Neftaza, kau memiliki ruang dimensi. Ahhhh.... Aku benar-benar melupakan itu."


Aku mengeluarkan sebuah sepeda motor tracker dengan segera aku menaiki nya dan langsung mengarah ke arah kerajaan itu.


Aku menempuh dalam dua puluh menit untuk sampai di dekat gerbang kota, aku berhenti seraya kembali memasukkan sepeda motor ku ke dalam ruang dimensi ku.


Aku menatap ke arah dua penjaga yang berada di kedua sisi gerbang itu, aku berjalan ke arah nya. Mereka menghentikan ku dengan kedua tombak nya menghalangi jalan ku.


"Hazel..." Teriak ku, ia keluar dari saku pakaian ku seraya mengeluarkan sebuah serbuk dan di hambur kan nya di hadapan mereka berdua.


Kedua nya ambruk dengan lelap, kami berdua bisa masuk ke dalam kota dengan cepat. Setelah kami berhasil masuk ke dalam kota itu, aku melihat seekor kuda jantan berwarna merah berada di depan salah satu warung yang masih buka.


Aku meraih nya sembari menunggangi nya dengan cepat, aku melewati jalan yang menuju ke arah gerbang istana. Setelah beberapa menit mencari, aku melihat gerbang kerajaan berada tak jauh dari ku.


"Hazel, bisakah aku menggunakan bubuk peri mu?" Ucap ku seraya menatap ke arah nya.


Aku turun dari kuda ku seraya berlari ke arah gerbang itu, aku membuka gerbang istana dan langsung masuk tanpa mengurangi kewaspadaan ku. Aku bersembunyi-sembunyi dari kesatria penjaga yang terlihat berkeliling di setiap sudut istana.


"Mustahil jika aku tidak ketahuan." Ucap ku pelan.


"Apa kau ingin terbang sekarang?" Ucap Hazel yang menatap ke sekitar dengan waspada.


"Apa kau tak lihat? Mereka punya mata." Ucap ku seraya berjalan menunduk meninggalkan nya.


Aku berjalan berlari dan bersembunyi, itu lah hal yang membuat ku sangat kesal namun aku tidak bisa membuat keributan untuk hal ini. Selagi belum di ketahui keberadaan ku, aku tak akan membuat keributan.


Setelah beberapa menit aku melakukan hal itu, aku berhenti di samping sebuah kamar, aku mencari celah untuk melihat keadaan kamar itu, setelah mendapat kan nya aku melihat putri Gazelle berada di dalam sebuah kamar dengan keadaan gelisah. Ia berjalan bolak-balik seperti setrikaan, seperti nya ada sesuatu yang tak ku ketahui.

__ADS_1


Setelah memastikan keadaan cukup aman, aku berlari ke arah pintu kamar nya, aku masuk ke dalam dengan lega.


"Untung lah..." Ucap ku seraya menghela nafas lega.


"Putri..." Ucap Gazelle yang sudah melihat ku.


"Apa yang harus kita lakukan? Pangeran Darren di tangkap oleh mereka karena berusaha melukai seorang kesatria?" Ucap nya yang terdengar sangat ketakutan.


"Apa maksud mu?" Ucap ku tak mengerti.


"Awal nya ia menyuruh ku untuk membuat keributan, tapi dia ketahuan sebelum aku melakukan hal itu. Karena itu pangeran Darren berusaha untuk membuat keributan agar aku bisa masuk ke dalam penjara itu..." Ucap nya yang sangat panik.


"Jadi semua nya sudah menjadi tak terkendali?" Lirih ku pelan.


"Jika kita keluar dan bertarung sekarang bukan kah kita akan langsung mati tanpa bisa berbuat apa-apa?" Ucap Gazelle yang menatap ku lekat.


"Lalu dimana mereka membawa pangeran Darren sekarang?" Ucap Hazel.


"Mereka membawa pangeran Darren ke dalam penjara itu juga." Jelas Gazelle.


"Bukan kah ini menguntungkan kita?" Ucap ku seraya tersenyum.


"Gunakan pakaian ini, ku harap kau bisa di ajak berkerja sama putri." Ucap ku seraya menyerah kan pakaian yang layak untuk memudah kan dalam bergerak maupun bertarung. Ia langsung meraih nya dan mengganti pakaian nya di balik bilik yang berada di sudut kanan kamar ini.


"Hazel, kau akan menjadi mata ku sekarang." Ucap ku seraya berjalan aku ke arah pintu kamar. Aku membuka nya sedikit untuk melihat keluar dengan hati-hati, aku menyuruh Hazel untuk segera keluar.


"Putri, aku sudah siap..." Ucap nya, kami berdua keluar dari kamar dengan hati-hati.


_


_

__ADS_1


_


❤️❤️❤️


__ADS_2