
"Apa kalian baik-baik saja?" Ungkapku cemas melihat wajah mereka sangat pucat.
"Aku sangat pusing." Ungkap Gazelle.
"Kau terlalu cepat mengemudi kan benda itu Ela." Ungkap pangeran Hasper seraya memegang perutnya.
"Haha,,, maaf...!" Aku hanya tertawa kecil melihat mereka yang baru pertama kali naik mobil.
Ku alihkan pandangan mataku ke arah sisi kanan, begitupun para pangeran dan putri yang berada di mobil Neftaza. Mereka keluar dengan tubuh sempoyongan, bahkan pangeran Darren memuntahkan isi perutnya. Haishh...
"Jika sudah terbiasa, semua akan baik-baik saja Gege.." Ungkapku tersenyum ke arahnya.
Aku memberikan air mineral dan obat pereda mual kepada mereka masing-masing. Sekitar lima belas menit keadaan mereka sudah cukup membaik. Aku mulai tenang melihat mereka sudah merasa baikan.
"Kalian istirahat lah, kami akan mencari ranting kayu sebentar, jika sesuatu terjadi masuklah ke dalam mobil ok." Ungkap Neftaza seraya berjalan ke arah hutan.
"Jangan panik dan jangan berisik" Ungkapku menambah penuturan Neftaza.
Kami duduk berkumpul di tengah-tengah sisi mobil. Aku dan Neftaza mencari ranting kayu untuk membuat perapian karena hanya kami yang sehat di sini.
"Kirain gue, trol itu cuma ada di film-film, ternyata di sini juga ada.. Sumpah, ngeri banget." Ungkap Neftaza seraya menunduk mengambil kayu yang ia lihat di bawahnya.
"Gue juga kaget,,, bisa-bisa nya di kehidupan ini kaisar memiliki makhluk-makhluk yang sangat menjijikkan persis makhluk yang ada di dalam film di kehidupan kita." Ungkapku menyetujui nya.
"Berasa di dalam dunia perfilman tapi ini kalau mati ya mati, haha.." Ungkap Neftaza bercanda.
"Udah cukup kegnya, lebih baik kita cepet balik."
"Yuhu.." Ucapnya seraya berbalik badan meninggalkan tempat kami mencari ranting kayu.
Ku alihkan pandangan mataku ke sekeliling, tampak dari kejauhan kami melihat segerombolan trol tadi. Rupanya mereka tak menyerah untuk mengejar kami.
"Kewaspadaan mereka hilang kemana sih?" Ungkap Neftaza kesal.
Kami berlari menuju mereka, tanpa perduli dengan ranting kayu kami buang ke sembarang arah.
"Cepat masuk mobil...!" Teriakku kepada mereka. Mereka menoleh ke arah ku dan Neftaza berlari.
"Cepat masuk mobil, lihat arah timur...!" Ungkapku berlari seraya menunjuk ke arah timur yang terdapat trol-trol dan makhluk-makhluk kecil lainnya sedang berlari ke arah kami.
Mereka semua panik, dan langsung masuk ke dalam mobil.
Aku dan Neftaza berlari sekuat tenaga untuk masuk ke dalam mobil, trol itu semakin mendekat dan kami belum sampai ke mobil. Ini membuat jantung kami berdua berdegup kencang.
"Jauh banget sih..." Ungkap ku kesal.
"Cepat..." Ucap mereka yang berada di mobil.
Kami berusaha lari sekuat tenaga dan berhasil masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
Brum Brum Brum....
Makhluk-makhluk kecil itu sudah tepat di belakang mobil kami kemudian melompat ke atas mobil.
"Kurang ajar, kau mengotori mobil mahalku makhluk sialan.." Teriakku kesal karena makhluk-makhluk menjijikkan itu berada di atas mobilku.
Aku melajukan mobilku dengan kecepatan penuh. Akan ku perlihatkan bagaimana pembalap mengemudikan mobilnya. Anggap saja aku pembalap ok , hehe...
"Hati-hati putri." Teriak para penumpang yang ketakutan.
"Tenanglah.."
Karena Padang rumput ini memiliki tanah yang cukup bergelombang, makhluk-makhluk kecil yang berada di atas mobilku mulai jatuh satu persatu.
Drrrt drrt drtt...
Handphone mahalku bergetar, dan hallo...
"Kita menuju lautan El,,," Suara Neftaza dari balik handphone.
"Terus apa rencana kita?" Ungkapku seraya menambah kecepatan.
"Lebih baik kita berlayar.." Teriaknya.
"Ok." Ungkapku seraya mematikan panggilan.
"Kita harus lari..." Teriakku.
Kami semua turun dari mobil untuk berlari sekuat tenaga melewati pepohonan itu. Satu kilo meter adalah jarak yang cukup jauh, dan itu membuat sebagian dari kami sangat kelelahan.
"Aku lelah.." Ungkap putri Esmeralda seraya menunduk memegang lututnya.
"Please,, jangan menyerah."
"Kita akan berhasil, cepatlah sebelum mereka menghampiri kita." Ungkap Neftaza.
Kemudian pangeran Cristaldy membantu Esmeralda untuk berlari. Seratus meter di depan sudah terlihat lautan, aku mengeluarkan speed boat Cabin Cruiser.
"Cepat,,, kita harus berlari menuju speed boat itu." Teriak Neftaza lagi.
Kami berlari dan terus berlari untuk menggapai speed boat itu. Kami sangat kesulitan berjalan di air, tapi kami harus tetap melakukannya. Aku berhasil sampai terlebih dahulu, kemudian Neftaza mulai masuk ke dalam speed boat karena dia yang akan mengemudi kan speed boat.
"Cepat...!" Para pangeran satu persatu mulai naik dan membantu yang lain.
Aku melihat dari arah belakang Esmeralda terdapat makhluk-makhluk menjijikkan yang mulai mendekat. Nj*r jantung ku deg degan..
"Cepat,,," Teriakku frustasi melihat Esmeralda belum juga naik.
__ADS_1
"Haishh...." Aku sangat kesal.
Makhluk-makhluk itu sudah turun ke dalam air, aku sangat marah kemudian turun menarik Esmeralda untuk cepat naik ke atas.
"Nefta,, cepat...!" Teriakku ke arah Neftaza yang panik melihat kami belum berada di atas speed boat.
Aku berhasil menarik Esmeralda dan naik ke atas speed boat. Kami pergi meninggalkan makhluk-makhluk menjijikkan itu.
"Hampir saja..." Ungkapku menghela nafas kasar.
"Maafkan aku putri." Ungkap Esmeralda lesu merasa bersalah.
"It's ok.." Ungkapku tersenyum.
Kaluarga ku selalu mengatakan bagaimanapun prilaku dan sikap manusia kita hanya perlu menghargainya walau mereka memiliki suatu hal yang tidak kita suka sama sekali.
"Lebih baik kita masuk ke dalam."
Speed boat yang kami kendarai dengan kecepatan perlahan, sudah berada di tengah lautan. Apakah lautan adalah jalan yang cukup aman bagi kami? Entahlah... Ku harap kami bisa selamat dan tidak ada gangguan pun dari makhluk-makhluk menjijikkan yang lain.
"El, gue laper..!" Ungkap Neftaza mengeluh seraya mendekat. Posisi speed boat sekarang sedang berhenti di tengah lautan.
"Lo mau makan apa?"
"Gue mau makan sup daging sapi dan rendang telur puyuh jangan lupa nasi sama kerupuk nya." Ungkapnya berpikir senang.
"Jangan lupa minuman hangat." Ungkapnya lagi.
"Ok deh..."
Aku mengeluarkan apa yang Neftaza mau, masing-masing mendapatkan satu porsi. Aku membagikannya ke mereka semua. Aku baru ingat, terakhir kami makan adalah tadi pagi. Pasti mereka sangat lapar karena seharian di kejar makhluk-makhluk itu.
"Selamat makan..!" Ungkapku seraya memasukan satu suapan ke dalam mulutku.
"Makanan ini membuatku sangat nyaman.." Ungkap Darren lega.
"Makanan dan minuman hangat sangat cocok untuk kalian yang merasakan mual karena kendaraan." Ungkap Neftaza seraya meminum minumannya.
Aku mengangguk.
"Bukankah kalian sudah merasa baikan?" Ungkapku memperhatikan mereka.
"Makanan dan ninuman ini sangat membantu kami." Ungkap Esmeralda senang.
"Baguslah.." ungkapku seraya tersenyum.
Jangan lupa like, vote dan komen yah...
❤️❤️❤️
__ADS_1