TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 93


__ADS_3

Aku berjalan menyusuri tempat ini dengan hati-hati tanpa mengurangi fokus pandangan mata ku dari sekitar.


Aku mencoba berjalan ke arah lorong kiri yang di penuhi dengan tengkorak-tengkorak binatang, sesekali aku bisa melihat tengkorak kepala manusia berserakan di pinggir jalan.


Tubuh ku merinding melihat itu, dengan cepat aku berjalan masuk ke dalam lorong itu. Kemungkinan besar, mereka di sekap di tempat yang penuh dengan sisa-sisa tengkorak seperti ini...


Sesekali aku melihat dua Orc berjalan memperhatikan sekitar, aku bersembunyi di belakang tumpukan tengkorak di sudut ruangan.


Untung saja aku menggunakan pakaian yang mirip seperti warna batu. Aku sangat bersyukur.


Orc itu pergi tanpa curiga sedikitpun dengan bau tubuh ku, aku kembali melangkah dengan perlahan tanpa mengurangi kewaspadaan ku.


Aku berjalan lebih masuk ke dalam lorong untuk mencari penjara tempat Neftaza dan Edmund di sekap. Aku berharap aku berada di tempat yang tepat.


Tempat ini tidak berbeda jauh dengan tempat para Orc yang menculik kami dulu, sama-sama sangat menyeramkan dan penuh dengan tengkorak-tengkorak. Mungkinkah mereka suka mengoleksi tengkorak setelah mereka menghabiskan dagingnya?


Jika mereka manusia, mereka adalah manusia psycopath yang sangat menyeramkan. Huhh... Pada kenyataannya mereka memang memakan daging bahkan kanibal.


Kok aku jadi ingat zombi yah? fokus-fokus.... Huhhh....


Aku menatap sudut lorong yang mengarah ke dua arah, aku harus kemana? Ahhh pikirkan saja nanti, aku akan ke lorong sebelah kiri.


Masih sama dengan lorong yang aku lewati sebelumnya, di setiap sudut jalan terdapat tulang-tulang binatang dan tengkorak kepala manusia.


Namun lorong ini cukup sempit, daripada lorong yang pertama tadi. Aku melangkahkan kaki ku berjalan dengan sedikit cepat, saat aku hampir berada di ujung lorong kakiku sedikit terpeleset, sehingga menimbulkan suara yang sedikit menggema di sini.


"Huhhh... Untung saja..." Ucap ku lega.


Aku kembali memposisikan diri ku berdiri dengan kokoh bersandar di dinding, kembali aku melangkah sesekali aku melihat ke belakang.


Di saat aku sudah mencapai ujung lorong aku bertemu dengan dua lorong yang terpisah, sangat menyebalkan. Baru saja aku menghembuskan nafas, aku melihat dua Orc berada di lorong sebelah kanan, dengan cepat aku masuk ke dalam lorong sebelah kiri.


Aku berjalan dengan tergesa-gesa agar sampai ke ujung lorong karena akan sangat berbahaya jika aku malah berhenti di sini, bisa-bisa mereka melihat ku dan langsung menangkap ku.


Sekarang aku berada di sebuah ruangan yang memiliki beberapa pintu yang sangat berbeda.

__ADS_1


"Kenapa ada banyak pintu di sini??" Ungkapku seraya memperhatikan sekitar.


Tanpa sengaja aku melihat dua Orc tadi berada di lorong dengan berjalan cepat ke arah ku, aku kebingungan. Aku mencoba membuka salah satu pintu yang berada di sisi kanan ku.


Aku membukanya dengan tergesa-gesa tanpa berpikir panjang.


Nasib ku sangat berbahaya sekarang...


Ungkapku bertekuk berjongkok menghadap pintu, aku memejamkan mata seraya berdoa agar mereka tidak menemukan ku di sini.


Aku membuka mata ku karena mendengar suara langkah kaki mereka mendekati tempat ku berada, mereka membicarakan sesuatu di sana. Aku cukup kesulitan karena aku berada di tempat yang berdinding batu yang sangat tebal.


Namun aku bisa mendengar samar-samar.


"Kau tau, jika besok mereka belum datang untuk menyelamatkan manusia dan anak elf itu, maka keduanya akan mati..." Ungkap Orc itu dengan suara tawa yang cukup keras.


Kurang ajar, aku akan membunuh kalian semua....


Aku tidak mendengar suara lagi, sepertinya mereka sudah benar-benar pergi dari tempat itu. Aku beranjak berdiri berbalik menoleh ke arah belakang ku.


Aku berada di suatu tempat yang sangat aneh, yang jelas ini bukan seperti penjara. Di tengah-tengah ruangan ini terdapat sebuah air pancur yang berasap, seperti nya air itu mendidih.


Di setiap kotak yang tersusun di lemari itu terdapat sebuah kendi yang tertutupi sebuah kain transparan berwarna hitam dan di ikat menggunakan tali kayu.


Aku sangat penasaran apa yang ada di dalam nya namun aku tidak ingin membukanya karena aku sangat takut jika itu bisa membahayakan ku.


Aku kembali melangkahkan kaki ku ke arah pancuran air itu, aku menyusuri sekeliling nya dengan pandangan mata ku fokus untuk mencari sesuatu.


Aku hanya berasumsi bahwa aku bisa menemukan sesuatu jika aku memfokuskan pandangan mata ku. Sesekali aku berjongkok melihat bawah wadah yang kosong karena bentuknya seperti tangkai dengan kelopak bunga seperti wadah airnya.


"Gak ada apa-apa di sini..." Ungkapku berbalik berdiri karena aku sudah mencari namun tidak menemukan apapun.


Tunggu, aku mendengar ada seseorang yang meminta tolong... Apa aku salah dengar? Suaranya hanya terdengar sangat jauh...


Aku mendengarnya lagi, aku segera menurunkan tubuh ku untuk memeriksa suara itu di bawah, aku bisa mendengar lebih jelas ketika aku mendekat kan telinga ku di lantai.

__ADS_1


"Fiks... bener, ada orang di bawah, jangan-jangan itu Neftaza... Aku harus cari jalan keluarnya..."


Dengan segera aku memfokuskan diri ku untuk mencari sesuatu yang bisa membuat ku ke ruang bawah tanah.


Aku mencoba mengangkat kendi itu satu persatu berharap aku bisa membuka sebuah ruangan rahasia seperti yang ada di film-film namun aku salah perhitungan. Aku kembali menyusuri tempat lain tapi aku tidak menemukan apapun.


Aku hanya bisa melihat sebuah meja kecil di sudut ruangan, aku mencoba mengangkat dan menggeser meja itu namun aku tidak menemukan apapun.


Aku punya firasat bahwa pintu itu berada di tengah ruangan ini, aku curiga dengan pancuran air itu.


"Tapi, tadi aku gak nemuin apapun... Ok lah aku cari lagi sekarang..."


Aku menyentuh setiap sela-sela sudut yang sulit aku lihat.


"Jika di luar gak ada, bisa jadi di dalam air... Tapi aku takut airnya beracun... Gimana nih???"


Aku sedikit takut untuk menceburkan tangan ku ke dalam air, sehingga aku mengambil sebuah teropong untuk melihat di dalam air walau sedikit aneh sih tapi di coba saja dulu.


Aku mengelilingi air itu dengan tubuh ku yang berputar dengan mata ku masih fokus melihat dari teropong.


"Ahhh... aku tidak menemukan apapun..."


Aku mengangkat kepalaku untuk berdiri tegak.


"Tunggu,,, aku melihat sebuah permata berwarna merah di tengah-tengah wadah sebagai tempat keluarnya air..."


Aku mencoba menekannya dengan teropong ku dan kemudian terdengar suara gemuruh dan pancuran itu berhenti.


Lantai sebagai tempat pijakan ku bergetar, tempat pancuran tadi bergerak berputar ke atas dan menampakkan sebuah tangga menuju ke suatu tempat.


_


_


_

__ADS_1


Jangan lupa like vote dan komen yah guys...


❤❤❤


__ADS_2