
"Lihat lah jam berapa sekarang... Kita lanjutkan ceritanya besok..." Ucap bang Andara seraya beranjak berdiri.
"Abang akan menyuruh pelayan buat bersihin kamar buat kalian..." Ucap nya lagi seraya keluar dari ruangan dengan perlahan.
Setelah kepergian Bang Andara, kami berdua termenung. Namun tiba-tiba Hazel keluar dari tas Rianda dan terbang di hadapan kami berdua.
"Ada apa?" Ucap ku menatap nya.
"Hemmm... Sepertinya kalian bertiga memang di takdir kan berada di sini..." Ucap nya, terbang ia ke arah atas meja. Ia berdiri di sana dan duduk menatap kami berdua.
"Di takdir kan? Sepertinya..." Jawab ku kembali mengingat semua hal yang terjadi.
"Kita akan mendengarkan ceritanya lagi besok, setelah itu kita akan mengetahui kebenarannya..." Ucap ku lagi.
Ku arah kan pandangan mata ku menatap ke Neftaza yang sedang memejamkan matanya, seperti nya ia sedang berkomunikasi dengan Ryu. Tak lama kemudian ia membuka mata nya dan menatap kami berdua bergantian.
"Mereka baik-baik saja... Jadi kita bisa tenang..." Ucap nya lagi seraya mengeluarkan gadgetnya. Tampak ia mengetik sebuah pesan dan mengirimkan nya ke Hasper.
"Udah di bales?" Tanya ku menatap nya.
Ia hanya mengangguk.
Tok... Tok... Tok...
Terdengar seseorang mengetuk pintu, setelahnya pintu itu terbuka tampak lah sesosok laki-laki berperawakan tinggi berjalan ke arah kami berdua dengan gagah.
"Sepertinya bang Andara tau kalau kita berdua masih menyukai pria tampan..." Ucap Neftaza tersenyum pelan.
"Nona... Ikut lah dengan saya, saya akan mengantarkan kalian berdua ke kamar kalian." Ucap nya sedikit menunduk.
Kami berdua beranjak berdiri berjalan mengikuti nya. Sedang kan Hazel sudah masuk ke dalam tas Neftaza beberapa waktu lalu sebelum penjaga itu masuk ke dalam ruangan.
Kami melangkah kan kaki cukup serempak melewati lorong rumah yang terlihat sama dengan lorong-lorong yang lain. Ku tatap laki-laki itu berhenti di depan sebuah pintu kamar yang sangat tak asing lagi, itu adalah desain pintu yang ada di kamar ku di kehidupan modern ku.
"Ternyata bang Andara memang mencari kita..." Ucap Neftaza tersenyum.
__ADS_1
Karena ia mengetahui jika di sebelah kamar ku juga terdapat sebuah kamar yang sama persis dengan desain pintu yang di sukai oleh nya.
"Pergilah..." Ucap ku menoleh ke arah laki-laki itu, ia menunduk kemudian ia berbalik pergi meninggalkan kami berdua.
"Gue masuk dulu..." Ucap Neftaza masuk ke dalam kamar nya.
Ku buka pintu kamar ku dengan perlahan, aku masuk seraya pandangan mata ku menatap ke sekitar ruangan kamar yang terlihat cukup elegan dengan perabotan yang terbuat dari kayu berwarna cokelat.
"Walau tak sebesar kamar besar ku, ini memang sudah termasuk besar untuk rumah kayu seperti ini..."
Aku menjatuhkan tubuh ku di atas kasur yang sangat empuk, sesekali kedua tangan ku, ku gerakkan dengan lembut di atas kasur.
Aku memejamkan mata ku dan tertidur dengan pulas.
________
Dentingan jam terdengar cukup keras di telinga ku, aku memaksakan kedua kelopak mata ku untuk terbuka. Tangan yang tadinya berada di dekat telinga ku, ku angkat ke arah depan untuk menghalangi sinar matahari yang mengenai mata ku.
Aku terduduk menatap ke sekitar kamar, aku bisa merasakan suasana sepi nan dingin menyelimuti isi kamar. Ku singkap selimut yang masih melekat di tubuh ku dengan kedua kaki ku turun ke lantai. Aku beranjak berdiri sembari merenggang kan tubuh ku.
Setelah selesai merenggang kan tubuh ku, ku langkah kan kaki ku berjalan ke arah jendela kamar ku. Aku bisa melihat aktivitas para penjaga berjalan ke arah jalan yang sama, di sisi lain aku juga bisa melihat sebuah halaman yang cukup besar dari tempat ku berdiri. Di pinggir halaman tersebut terdapat beberapa kolam ikan yang di tumbuhi dengan teratai pink yang sudah bermekaran.
"Ahhh... Sudahlah lebih baik aku cepat melakukan misi itu dan kembali ke dunia modern dengan tenang..." Ucap ku seraya berbalik beranjak berjalan menuju ke tempat tidur ku.
__________
Ku langkah kan kaki ku keluar dari kamar ku, aku membuka pintu seraya ku lihat sekeliling ruangan ketika aku sudah berada di luar kamar ku. Ku tutup pintu itu kembali, seraya pandangan mata ku ku alih kan menatap ke pintu kamar Rianda yang masih diam tak bergeming.
Aku berjalan ke arah kamar nya seraya ku ketuk beberapa kali, namun ia tak terdengar ingin membuka kan pintu kamar nya. Dengan langkah cepat, ku buka pintu kamar nya dengan cepat dan ku hentakkan dengan keras.
Gubrakk...
"Awww.... Sialan..." Ucap seseorang yang baru saja terjatuh dari tempat tidur nya, siapa lagi kalau bukan Neftaza alias sih Rianda yang super-super mirip kebo.
"Udah jam segini gila... Lo mau tidur aja? Gue tinggal balik sendiri baru tau rasa..."Ucap ku keras seraya berjalan ke arah nya.
__ADS_1
"Gue masih ngantuk... Lo memang perusuh..." Ucap nya seraya beranjak berdiri, menyentuh pinggangnya.
"Lo udah encok? Astaga..." Ucap ku mengejek nya.
"Males ngomong gue..." Ucap nya, ia beranjak berjalan ke arah kamar mandi. Sedang kan aku berjalan ke arah jendela kamar dan membuka jendela kamar itu.
"Pemandangan yang terlihat sama..." Gumam ku pelan.
Aku duduk di kursi yang berada di samping kanan ku, aku mengeluarkan gadget ku dan mengirim pesan ke Hasper dan Casper.
Lalu tak lama kemudian Casper menelpon ku dengan suara beberapa orang terdengar berisik di telinga ku.
"Kenapa kalian berdua tak pulang?" Ucap nya khawatir campur kesal.
"Ahhh Gege... Kami kan sudah mengabari kalian kalau kami tak pulang..." Ucap ku dengan nada tersenyum.
"Sudah lah lupakan... Apa perkiraan mu benar jika dia adalah saudara kandung mu di kehidupan modern?" Bisiknya pelan.
"Hemmm... Benar Gege..." Ucap ku mengangguk kan kepala, walau Ia tak melihat ku.
"Syukur lah..." Ucap nya terdengar sendu.
"Kami berdua akan kembali siang nanti Gege..." Ucap ku lagi.
"Baiklah... Selamat bersenang-senang..." Ucap nya.
Sambungan telepon kami terputus, aku termenung sesaat. Memikirkan sesuatu yang aneh terjadi.
Jika saudara kandung di kehidupan modern berada di sini dan saudara kandung di kehidupan ini juga berada di sini, apa yang sebenarnya terjadi? Apa mereka semua benar-benar saudara kandung ku? Atau salah satu dari mereka tidak memiliki hubungan darah dengan ku?
"Ini sangat aneh... Sepertinya ada sesuatu yang terlewat. Apakah dewa itu mempermainkan ku? Sebenarnya ia merencanakan apa? Aku sama sekali tak mengerti, kenapa ia melakukan hal-hal yang sangat membingungkan. Apakah aku membuat kesalahan fatal di kehidupan ku sebelumnya?"
_
_
__ADS_1
_
❤️❤️❤️